x

Iklan

Tiur Melanda

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 26 April 2019

Sabtu, 27 April 2019 20:06 WIB

Conservatory of Music (CoM) UPH - Calling as an Artist

Siapa sebenarnya seorang artist itu? Apa artinya menjadi seorang artist? Kenapa seorang artist itu perlu ada? Faculty Fellowship CoM UPH mencoba menjawab.

Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

Siapa sebenarnya seorang artist itu? Apa artinya menjadi seorang artist? Kenapa seorang artist itu perlu ada?

Pertanyaan-pertanyaan itulah yang mendasari fellowship bagi mahasiswa baru jurusan Conservatory of Music ini.

Antonius Sugeng, dekan Conservatory of Music sebagai pembicara menggarisbawahi bahwa dasar yang paling penting adalah Firman Tuhan. “Dari Firman Tuhanlah dan bagi Tuhanlah. In the beginning, God creates heaven. Coba dicermati kata create disini. Hal inilah yang menunjukkan bahwa Tuhan sendiri adalah seorang artis. Artinya apa? Bahwa kita sendiri mewakili karakter Allah sebagai seorang artis”. Hal ini menunjuk pada Imago Dei, bahwa manusia diciptakan segambar dan serupa Tuhan. Sehingga dia menyatakan bahwa semua orang adalah seorang artist. Namun yang membedakan bahwa tiap-tiap orang ada panggilan khusus jadi artist, itu yang dinamakan dengan passion.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Lebih lanjut dia menjelaskan artinya ada orang-orang yang memiliki karunia khusus menjadi seorang artist. Sehingga fellowship ini mengajak para mahasiswa untuk bertanya pada diri sendiri apakah panggilan mereka adalah menjadi seorang artis. Kalaupun iya, bagaimana cara menggenapinya.

Lebih lanjut penjelasannya, bahwa menjadi artist tidak hanya bermodalkan skill saja, namun harus ada knowledge, understanding, wisdom dan bahkan karunia dari Allah. Karena itu pandangan artis di dunia modern harus dirombak sesuai dengan disain Allah, semuanya dikembalikan untuk kemuliaan Allah.

Kenapa pengetahuan basic foundation yang benar itu penting? Karena  pertarungan tidak hanya sesekali saja, namun sebanyak 7 hari 24 jam kita berperang terhadap media luar. Dunia eksternal akan memborbardir dengan kebudayaan dan pengertian yang sangat membingungkan mereka. “Tentang being an artist, purpose of being an artist, arti being an artist. Maka kalau kita tanyakan, orientasi mereka adalah self. Yang dijadikan pusat adalah diri sendiri. Bukan Allah sebagai desainer. Jikalau demikian tentunya itu akan sangat menguras tenaga diri”.  

Mahasiswa perlu dimotivasi dengan Kebenaran. “Itu yang terutama, itulah yang paling penting. Karena kebenaran-lah yang akan mentransformasi mereka,” jelas Antonius Sugeng. Dia juga menyatakan tentunya di dalam proses, itu bukan sesuatu yang gampang. Apa yang dinamakan sebuah journey tentunya tidak hanya challenging namun juga rewarding. Dan pada akhirnya semua akan menikmati musik dan seni dan menjadi berkat bagi banyak orang. Beliau menekankan bahwa motivasi tidak bisa kalau hanya dari eksternal, harus dari dalam seperti yang dikutipnya dari ayat Roma 12:2, “…Berubahlah oleh pembaharuan budimu..” sehingga motivasi yang benar akan merubah semuanya.

Namun pemikiran yang sering muncul dalam proses perjalanan itu sendiri adalah mahasiswa yang bertanya-tanya apakah benar panggilan mereka itu di jurusan musik. Menurutnya itu hal yang biasa, “Dalam proses itu wajar. Tapi yang terpenting adalah mereka memiliki visi dan tujuan yang jelas. Harus clear dengan goal mereka. Untuk itulah fungsi UPH sebagai tempat pendidikan diharuskan memberi dasar pengertian yang benar, agar para mahasiswa berdiri dengan kuat dan kokoh. Menjadi seorang seniman di hadapan Allah, according to God’s design”.

Mengakhiri fellowship, pesan dari dekan Conservatory of Music ini, “Untuk menjadi bear fruit, pohonnya harus sehat, berakar, dan bertumbuh dulu. Fruit akan bertumbuh, kalau pohonnya sehat. Namun yang sering kita hadapi adalah kita menjadi pohon dengan banyak benalu, artinya terisi dengan pemahaman yang salah. Jadi fruit yang dimaksud disini adalah ketika pikiran kita sudah ter-transformasi, motivasi yang benar menjadi seorang artist, buah akan bertumbuh dengan sendirinya, jadi bukan dipaksakan melainkan ditransformasi dengan pemahaman yang benar”.

Ikuti tulisan menarik Tiur Melanda lainnya di sini.


Suka dengan apa yang Anda baca?

Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.












Iklan

Terpopuler

Numerik

Oleh: Taufan S. Chandranegara

5 hari lalu

Terkini

Terpopuler

Numerik

Oleh: Taufan S. Chandranegara

5 hari lalu