x

Iklan


Bergabung Sejak: 1 Januari 1970

Sabtu, 27 April 2019 20:06 WIB

Optimalkan Seni Mengajar, 21 Mahasiswa S3 ke Negeri Jiran

Mengajar adalah seni, bukan hanya ilmu. Untuk optimalkan mengajar, mahasiswa S3 Manajemen Pendidikan Unpak studi pedagogi ke Negeri Jiran

Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

Aksi 21 Mahasiswa S3 Unpak Studi Pedagogi Ke Negeri Jiran

 

Di era revolusi industri 4.0, pendidikan dipastikan memegang peranan penting. Apalagi proses pendidikan yang bertumpu pada inovasi dan kreativitas sehingga mampu menghasilkan riset yang berdaya guna bagi kehidupan. Di sisi lain, pendidikan tanpa pedagogi pun terkesan “kering kerontang”. Karena pedagogi, menekankan pada seni mengajar. Studi tentang proses pengajaran dan pendidikan yang lebih melibatkan hati, bukan hanya logika.

 

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Membangkitkan proses dan seni mengajar yang menarik lagi menyenangkan, harus diakui, tidaklah mudah. Apalagi di tengah gempuran era digital seperti sekarang. Maka siapapun, dosen atau guru sebagai eksekutor pendidikan harus memiliki kemampuan pedagogi yang mumpuni. Sehingga program pengajaran bukan hanya efektif. Tapi harus menarik dan menyenangkan. Semuanya terletak di pedagogi.

 

Berangkat dari mimpi. Agar bisa menambah wawasan dan memperdalam ilmu pedagogi. Sekitar 21 mahasiswa S3 Manajemen Pendidikan Universitas Pakuan Bogor Angkatan 2018 Reg. 2 melakukan studi pedagogi ke negeri jiran Malaysia. Bertajuk “Studi Banding dan Visitasi Pedagogi”, mahasiswa S3 MP Unpak bertandang ke kampus Universitas Kebangsaan Malaysia (UKM), Islamic International University Malaysia (IIUM), Sekolah Al Amin, dan Sekolah Adni pada 26 Feb - 2 Maret 2019. Dibimbing oleh Prof. Dr. Ing. Soewarto Hardhienata, Direktur Pascasarjana Unpak dan Dr. Eri Sarimanah, M.Pd.

 

Studi pedagogi ini bertujuan untuk menambah wawasan dan keterampilan teknis mahasiswa calon doktor manajemen pendidikan dalam mengelola proses belajar-mengajar dan strategi manajemen pendidikan yang lebih aplikatif dan kompetitif. Sehingga belajar sebagai kegiatan yang menyenangkan dapat diimplementasikan dalam aktivitas pengajaran sehari-hari.

 

Ke-21 mahasiswa S3 Manajemen Pendidikan Unpak terdiri dari: Arif Fadhilah, Anang, Farid, Simon Yigibalom, Bakri, Nur Harris, Fifi P. Jubilea, Lukman Azhari, Solihin, Mahpud, Asep, Bukit Adunugroho, Uun Nurhayati, Siti Rohayati, Andika, Billy Komara, Syarifudin Yunus serta Indah, Lely, Fauzi, Sudarwan. Mereka berkomitmen untuk mendalami aspek pedagogi yang efektif dan efisien serta sesuai dengan dinamika peradaban belajar dari waktu ke waktu.

 

Karena harus diakui, pendidikan dan pengajaran hakikatnya tidak memiliki batas kesempurnaan. Sehingga belajar dan pembelejaran harus terus dikembangkan ke dalam satuan pembejaranan yang lebih optimal, di samping mampu mengantisipasi perubahan drastic dalam kehidupan manusia.

 

Aksi 21 mahasiswa S3 MP Unpak studi pedagogi ke negeri jiran bukanlah mimpi. Tapi sebuah aksi nyata. Di samping studi banding aspek pedagogi, mahasiswa S3 MP Unpak pun ikut mempromosikan dan memperkenalkan Universitas Pakuan Bogor sebagai salah satu universitas dambaan yang berorientasi pada keterampilan pedagogi. Hal ini sebagai cerminan visi Unpak sebagai universitas yang unggul, mandiri, dan berkarakter. Maka wajar, universitas yang terletak di “kota hujan” ini berhasil menorehkan “peringkat ke-144” dari 572 universitas di Indonesia dalam “2019 Indonesian University Ranking” versi 4icu.org (https://www.4icu.org/id/).

 

“Kami bersyukur dapat lakukan studi pedagogi ke negeri jitran Malaysia. Agar bisa menimba ilmu pengajaran dan memperomosikan Unpak sebagai kampus pilihan. Insya Allah, studi pedagogi ini bermanfaat bagi pengembangan ilmu kami. Di samping menjadi batu loncatan untuk mampu selesaikan studi di tahunn 2021 nanti secara bersama-sama, tentu dengan disertasi yang berkualitas” ujar Fifi P. Jubilea, salah satu mahasiswa S3 MP Unpak sekaligus fasilitator kegiatan studi pedagogi.

 

Mahasiswa S3 MP Unpak menyadari. Bahwa pendidikan bukanlah proses yang bersifat statis tapi dinamis. Karena itu, berbagai metode dan model pembelajaran yang bisa membuat kegiatan belajar di kelas maupun di luar kelas yang menyenangkan patut dipelajari. Persis seperti yang dilakukan dalam studi pedagogi ini. Di samping melakukan perjalanan akademik ke UKM, IIUM, Sekolah Al Amin, dan Sekolah Adni, ke-21 mahasiswa pun melakukan perjalanan spiritual ke KLCC, Cantral Market, China Town Petaling, Colmare Tropical, Genting Higlands, Putrajaya, sambil menikmati nasi lemak, roti cane, tomyam juara, azeezah steakhouse, dan sebagainya. Intinya, studi pedagogi pun harus menyenangkan.

 

Bertujuan untuk "mengintip" dan saling bertukar pikiran tentang teknik manajemen pendidikan yang dipraktikkan institusi pendidikan yang dikunjungi di Malaysia, ke-21 mahasiswa S3 MP Unpak setidaknya dapat melihat langsung manajemen pendidikan di kampus dan sekolah terkemuka di Malaysia. Sehingga dapat membandingkan dengan parameter pendidikan yang ada di Indonesia.

 

Harus diakui, aspek pedagogi merupakan indikator penting keberhasilan pendidikan di sekolah maupun di kampus. Sepandai apapun seorang siswa atau mahasiswa, peran guru atau dosen tetap menjadi yang utama, baik sebagai pendidik maupun pengajar. Karena sekolah yang baik dan siswa yang berprestasi pasti dilahirkan dari guru yang berkualitas. Oleh sebab itu, semangat belajar, perjuangan, inovasi dan kreasi para guru atau dosen untuk mengoptimalkan seni mengajar dan memperkuat aspek pedagogi sangat diperlukan. Penddikan dan pengajaran memang harus unggul, harus mandiri, dan harus berkarakter di era kekinian.

 

“Studi pedagogi ini bukan hanya penting. Tapi harus didukung oleh komitmen pelakunya. Karena hanya satu di antara seribu orang yang bisa sukses tanpa bantuan guru atau dosen. Di studi pedagogi ini, kami meyakini bahwa setiap kebenaran ilmu itu punya 4 sudut; guru atau dosen memberi hanya 1 sudut, dan 3 sudut lainnya siswa atau mahasiswa yang cari sendiri. Di situlah pedagogi diperlukan” ujar  ujar Syarifudin Yunus, mahasiswa S3 Unpak yang gemar menulis, didampingi Harris (Ketua Panitia) dan Arif Fadhilah (Ketua Kelas).

 

Karena pedagogi, bukan soal mengajar apapun kepada siapapun. Tapi soal kemampuan untuk membuat mereka berpikir…. #PascaUnpak #StudiPedagogi

Ikuti tulisan menarik lainnya di sini.


Suka dengan apa yang Anda baca?

Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.












Iklan