Kisah Kakek dan Rindu Sangkakala di Tengah Telaga - Gaya Hidup - www.indonesiana.id
x

Silivester Kiik

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 26 April 2019

Sabtu, 27 April 2019 20:06 WIB
  • Gaya Hidup
  • Pilihan
  • Kisah Kakek dan Rindu Sangkakala di Tengah Telaga

    Dibaca : 268 kali

    Gubuk tua milik sang kakek masih kokoh di tengah telaga,

    bekas teduhnya kala mencari nafkah.

    Berteman mesra dengan tajamnya semak belukar,

    'tak lupa pula kain kusut pengering keringat letihnya.

     

    Bunyi sangkakala terdengar merdu,

    memanggil burung-burung malam kembali pada pangkuan ranting-ranting pohon jati.

    Jejak kaki tanpa terkubur masih saja membekas,

    sebagai janji untuk mengisahkan amanah di hari esok.

     

    Botol minum dari bambu terisi dengan pemuas dahaga,

    di ikat dengan erat pada pinggangnya.

    Menjejaki lorong-lorong terjal dengan ikhlas,

    untuk menceritakannya pada bayangan mimpi.

     

    Jika sang fajar mulai merayu kegelapan dengan cahayanya,

    segala kerapuhan sirna untuk kembali meraih keharmonisan.

    Sebelum butiran embun pagi menghiasi daun talas yang layu diterkam terik,

    untaian doa pada Sang Pencipta telah mendahuluinya.

     

    Bekal seadanya telah disiapkan dengan ucapan syukur,

    dan tongkat pemandu napas kehidupan telah digenggam.

    Lambaian dedaunan yang mekar dan nyanyian burung pipit kembali beradu lompatan,

    merangkul perjuangannya menuju titik yang sama.

     

    Demi ketulusan sebagai hadiah terindah,

    dan pengorbanan sebagai ujian kemenangan.

    Bunyikan sangkakalamu lebih merdu lagi,

    sebab waktu membawanya pada kisah kasih yang tiada akhirnya.

     

    ...

     

    Lalian, 05 April 2019

    (*Mengenang kisah kasih di tengah telaga)

    Sumber Gambar: Dok. Pribadi (Silivester Kiik)


    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.