Minimnya Pemanfaatan Potensi Desa, Mahasiswa KKN UM Olah Sayur Bayam Menjadi Puding Kekinian. - Urban - www.indonesiana.id
x

KKNUM Panadanajeng

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 3 Juli 2019

Kamis, 4 Juli 2019 11:10 WIB

  • Urban
  • Topik Utama
  • Minimnya Pemanfaatan Potensi Desa, Mahasiswa KKN UM Olah Sayur Bayam Menjadi Puding Kekinian.


    Dibaca : 1.154 kali

    Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

     

     

                Kuliah Kerja Nyata (KKN) merupakan program yang sudah tak asing di kalangan masyarakat. Berbagai wujud pengabdian mahasiswa dilaksanakan melalui program kerja yang menjadi unggulan mereka. Tak terkecuali KKN UM Desa Pandanajeng, Kecamatan Tumpang, Kabupaten Malang. Pada tanggal 25 Juni 2019, mahasiswa KKN UM telah melaksanakan program kerja Sosialisasi Potensi Desa Pandanajeng yang bertempat di Balai Desa Pandanajeng. Sosialisasi ini bertujuan untuk meningkatkan pemanfaatan potensi Desa Pandanajeng. Salah satu potensi terbesar di Desa Pandanajeng adalah sayuran. Berbagai macam sayur dapat tumbuh di Pandanajeng, seperti sayur bayam, sawi, kubis, kangkung dan lain sebagainya. Selain sayur juga banyak buah yang dapat tumbuh subur di Pandanajeng  antara lain kelapa, jeruk, nanas dan lain sebagainya.

                Berdasarkan fakta di lapangan, sayur bayam di Desa Pandanajeng cukuplah melimpah, namun biasanya sayur bayam tersebut sebatas dijual langsung kepada pembeli ataupun diolah menjadi sayur yang biasa kita konsumsi sehari-hari. Minimnya potensi desa yang belum diwujudkan secara optimal, mahasiswa KKN UM tergerak untuk meningkatkan potensi Desa Pandanajeng dengan membuat program sosialisasi potensi desa melalui olahan sayur bayam yang dibuat menjadi puding nan lezat. Sosialisasi ini berjudul “Sosialisasi Pemanfaatan Potensi Desa Pandanajeng”.

                Sasaran dari program kerja ini antara lain ibu-ibu PKK dan anggota Karang Taruna Desa Pandanajeng. Program kerja ini mendapat apresiasi dan dapat menarik antusias dari warga sekitar. Antusiasme warga masyarakat terhadap program kerja dapat dilihat dari banyaknya peserta diluar dugaan. Dibantu dengan pemateri yang telah ahli di bidang kuliner dan merupakan mahasiswa UM Jurusan Tata Boga, acara ini berlangsung cukup meriah. Dimulai pukul 09.00 WIB dengan diawali sambutan dari kordes KKN UM Pandanajeng, lalu penyajian materi dari narasumber dan pembagian buku resep kepada para peserta sosialisasi, serta dilanjutkan dengan demonstrasi pembuatan puding dari sayur bayam dan juga tambahan materi mengenai kewirausahaan.

                Meskipun asing didengar, namun olahan bayam yang dibuat menjadi puding sangatlah mudah dibuat. Bahan-bahan yang digunakan juga sangat mudah untuk didapatkan. Masalah rasa jangan khawatir, perpaduan antara puding sayur bayam dan juga fla nanas sangat lezat di lidah. Menurut Ibu Kristiani Dwi Arumi (Ketua PKK Desa Pandanajeng), “Puding bayam yang dicampur dengan fla yang manis membuat perpaduan rasa yang pas di lidah para penikmatnya. Saya rasa orang yang menikmati puding ini tidak akan mengira bahwa puding ini terbuat dari sayur bayam. Enak, saya suka.”.

                Selain demo pembuatan puding bayam, ibu-ibu PKK dan juga anggota karang taruna mendapat materi mengenai kewirausahaan. Peluang wirausaha akan sangat menjanjikan jika diiringi dengan peningkatan potensi desa, khususnya di Desa Pandanajeng melalui berbagai upaya yang dilakukan oleh masyarakat dari berbagai sektor. Kegiatan sosialisasi yang diadakan oleh mahasiswa KKN UM ini merupakan sebuah pemantik bagi warga Desa Pandanajeng untuk melejitkan potensi desa dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

    Melalui wawasan kewirausahaan yang diberikan dalam sosialisasi tersebut, masyarakat diharapkan mampu menjual dan memasarkan produk yang telah mereka buat kepada masyarakat luas. Melimpahnya sumber daya alam berupa sayur mayur di Desa Pandanajeng dapat menjadi “icon” Desa yang dapat dikenal oleh masyarakat Malang bahkan sampai ke luar Malang.



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.















    Oleh: Surya Ningsi

    5 hari lalu

    Strategi PLICIK (Pembelajaran Literasi, Inspiratif, Cerdas, Inovatif dan Kreatif) berbasis Flipped Classroom untuk Meningkatkan Prestasi Belajar Peserta Didik

    Dibaca : 14.079 kali

    Pembelajaran di masa pandemi covid-19 menuntut guru untuk selalu kreatif dan inovatif dalam membelajarkan peserta didik. Selain guru harus menyiapkan rancangan pembelajaran, melakukan kegiatan pembelajaran, evaluasi dan penilaian, guru juga dituntut untuk terampil menggunakan teknologi agar mampu menjawab tantangan zaman yang selalu berubah. Salah satu strategi yang dapat dilakukan guru untuk menjawab tantangan tersebut adalah melakukan pembelajaran yang aman, nyaman dan menyenangkan bagi peserta didik. Strategi PLICIK (Pembelajaran Literasi, Inspiratif, Cerdas, Inovatif dan Kreatif) berbasis Flipped Classroom mendukung program pemerintah untuk mewujudkan merdeka belajar. Setiap peserta didik diberikan kebebasan untuk mempelajari materi melalui literasi, didukung oleh bahan ajar yang beragam bentuknya disesuaikan dengan gaya belajar peserta didik dan diekspresikan dalam wujud produk sebagai bentuk kolaborasi, kreativitas dan inovasi peserta didik yang dapat menginspirasi banyak orang. Guru hanya memfasilitasi kebutuhan peserta didik yang beragam dengan melihat keunikan dan potensi dalam diri masing-masing peserta didik. Tidak adanya paksaan, sanksi dan reward dalam pembelajaran ini mendorong peningkatan motivasi belajar peserta didik yang berdampak pada peningkatan prestasi belajar peserta didik.