Dandim Mojokerto: Keberagaman Harus Dikenalkan Sejak Dini - Gaya Hidup - www.indonesiana.id
x

Dandim 0815 Letkol Kav Hermawan Weharima, SH., saat memberikan sambutan di Acara Pemberian Santunan dan Pawai Ta'aruf Yayasan Nurul Huda Surodinawan, Prajurit Kulon, Kota Mojokerto

Anan Alkarawangi

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 26 April 2019

Selasa, 10 September 2019 17:55 WIB
  • Gaya Hidup
  • Berita Utama
  • Dandim Mojokerto: Keberagaman Harus Dikenalkan Sejak Dini

    Dibaca : 707 kali

    Mojokerto, - Dandim 0815 Mojokerto, Letkol Kav Hermawan Weharima, SH., hadir dan memberikan sambutan dalam kegiatan pemberian Santunan Anak Yatim dan Pawai Ta'aruf yang berlangsung di halaman MI Nurul Huda 2, Jalan Raya Surodinawan Nomor 173, Prajurit Kulon, Kota Mojokerto, Jawa Timur, Selasa (10/09/2019).

    Dalam sambutannya, Dandim 0815 Mojokerto, Letkol Kav Hermawan Weharima, SH., menyampaikan apresiasi positif kepada panitia penyelenggara atas pelaksanaan kegiatan pemberiaan santunan anak yatim dan pawai ta’aruf dalam rangka memperingati Tahun Baru Islam 1441 Hijriyah.  “Pimpinan Yayasan Nurul Huda dan Panitia telah mengajarkan keberagaman sejak dini kepada anak didik, yakni siswa-siswi Yayasan Nurul Huda tentang keberagaman, seperti terlihat busana yang dikenakan para siswa selaku peserta pawai ta’aruf sangat beragam, ada yang berbusana tentara, polisi, dokter dan pakaian adat nusantara,” ungkapnya.

    “Ini salah satu upaya mengenalkan dan mengajarkan keberagaman, dan sudah sepantasnya keberagaman atau kebhinnekaan ini harus dikenalkan kepada anak-anak sejak dini, sehingga pada diri anak-anak akan tertanam semangat kebangsaan, persatuan dan kesatuan, ” kata pria kelahiran Rembang Jawa Tengah.

    Di akhir sambutannya Dandim 0815 mengajak semuanya untuk terus melestarikan nilai-nilai nasionalisme, persatuan dan kesatuan serta tetap semangat untuk melakukan kegiatan positif yang bermanfaat bagi keluarga, lingkungan dan masyarakat luas.

    Sementara itu di awal acara, Ketua Yayasan Nurul Huda Surodinawan, KH. A. Faqih Usman, dalam sambutannya, diantaranya menyampaikan,  pemberian santunan anak yatim dan pawai ta’aruf merupakan agenda tahunan Yayasan Nurul Huda. Yayasan Nurul Huda dalam kegiatannya memang menampakkan keislamannya di tengah-tengah masyarakat. Namun tidak sebatas itu saja, karena Madrasah dan Ponpes Nurul Huda juga aktif berperanserta dalam pembersihan lingkungan di sekitar sekolah ini, mengadakan lomba setara pendidikan, dan kegiatan lainnya.

    “Kita adalah Bhinneka Tunggal Ika, kita do'akan semoga Indonesia dijauhkan dari fitnah, berita bohong (hoax) dan tidak terpengaruh oleh provokasi yang dilakukan pihak yang tidak bertanggungjawab,” kata dia.

    Selain Dandim 0815 dan Ketua Yayasan Nurul Huda Surodinawan, sambutan juga disampaikan oleh Kapolres Mojokerto Kota, AKBP Sigit Dany Setiyono, SH., S.IK., M.Sc Eng., dan Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Mojokerto.

     Hadiri Acara Santunan Anak Yatim & Pawai Ta’aruf, Dandim 0815 : Keberagaman Harus Dikenalkan Sejak Dini

    Usai pembacaan do’a Ketua Yayasan Nurul Huda, dilakukan pemberian santunan secara simbolis kepada anak yatim dilanjutkan pemberangkatan pawai ta'aruf oleh Dandim 0815 Mojokerto dan Kapolres Mojokerto Kota didampingi Ketua Yayasan Nurul Huda, Forpimka dan Ketua Panitia Pelaksana, Rohmad Mahfudi, S.Pd.I.

    Untuk diketahui, Pawai Ta’aruf bertajuk “Damailah Negeriku Damailah Agamaku”, melalui route  start MI Nurul Huda 2 Jalan Raya Surodinawan – Jalan  KH.  Usman - Jalan  RA.  Basuni - Jalan Brawijaya - Jalan  Tribhuana Tungga Dewi - Jalan Raya Prajurit Kulon – dan finish di halaman MI Nurul Huda 2 Jalan Raya Surodinawan Kota Mojokerto.

    Tampak hadir dalam kegiatan, Danramil 0815/01 Pralon diwakili Bati Tuud Pelda Suryono,  Kapolsek Pralon Kompol Mas Uri Vefiati, SH., Para Guru dan Wali Murid TK, MI dan MTs Yayasan Nurul Huda, PS Pagar Nusa dan undangan lainnya.


    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.











    Oleh: Admin

    5 hari lalu

    Digeser Suplayer Telur Kabupaten, Peternak: Pak Bupati, Beri Kami Kesempatan

    Dibaca : 1.092 kali

    Tuban - Belum selesai polemik soal beras berkutu di program BPNT, kini muncul suplayer yang mengatasnamakan diri suplayer kabupaten. Tak ayal, kehadiran suplayer telur kabupaten inipun menggeser peternak lokal. Adalah Sahli, Peternak Ayam Petelur di Desa Pongpongan Kec. Merakurak yang mengeluhkan tak lagi bisa ikut menyuplai telur dalam program BPNT. Pasalnya, e-warong sembako di desanya sudah memiliki suplayer baru yang ditunjuk dari kabupaten. Akibatnya, Sahli kehilangan pangsa pasar terdekat yang ada di desanya. "Katanya sudah ada suplayer baru dari kabupaten yang bertugas menyuplai telur di program BPNT, jadi e-warong sekarang tidak lagi ambil telur dari saya" terang Sahli saat di temuai di kandangnya, Kamis, 21/05/2020. Sahli menuturkan, peternak ayam petelur yang ada di desanya sebenarnya cukup merasakan dampak ekonomi dari program andalan Jokowi ini. Ia dan teman-temannya tidak perlu jauh-jauh mencari pangsa pasar untuk telur yang dihasilkan dari kandangnya. Selain itu, harga jualnya juga relatif setabil dan kompetitif. Namun semenjak kehadiran suplayer kabupaten ini, ia terpaksa harus mencari pangsa pasar baru. "Dulu telur tidak pernah keluar dari desa karena diambil Agen BPNT, sekarang saya terpaksa jual telurnya ke tengkulak meski harganya lebih murah" terang pemuda yang sudah menggeluti peternakan unggas sejak 5 tahun terakhir ini. Terpisah, Aripin, peternak ayam petelur di desa yang sama juga menyayangkan masuknya suplayer baru dari luar desa. Menurutnya, supplier kabupaten ini makin menambah derita peternak ayam petelur yang beberapa bulan terakhir ini mengalami guncangan harga akibat beredarnya telur yang diduga HE. Jika hadirnya suplayer luar di BPNT Desa Pongpongan ini adalah kebijakan Bupati, Arifin meminta agar kebijaka itu dievaluasi. "Mohon Pak Bupati bisa melindungi peternak lokal. Beri kami kesempatan untuk menyuplai telur di desa kami" pinta Arifin. Untuk diketahui, adanya komoditi telur dalam program BPNT ini telah memantik semangat warga desa mencoba peruntungan dalam bidang perunggasan. di Desa Pongpongan sendiri, saat ini terdapat 5 kandang ayam petelur milik warga. Dua diantaranya merupakan kelompok binaan dari PT. Semen Indonesia. Diperkirakan, tahun ini juga akan muncul lagi peternak-peternak baru yang menggeluti peternakan ayam petelur. Hal ini diketahui dari banyaknya usulan peternakan unggas dari kelompok masyarakat yang yang masuk melalui program CSR Semen Indonesia tahun 2020 untuk Desa Pongpongan (tro/id).