Pertemuan yang Berkesan di Dalam Nasi Goreng - Gaya Hidup - www.indonesiana.id
x

istifari hasan

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 26 April 2019

Senin, 16 September 2019 04:45 WIB
  • Gaya Hidup
  • Pilihan
  • Pertemuan yang Berkesan di Dalam Nasi Goreng

    Dibaca : 276 kali

    Pertemuna yang berkesan di dalam nasi goreng

    Akan menjadi catatan baru dalam kehidupan manusia yang menikmati habisnya usia dan memulainya kembali dengan usia yang baru, doa-doa kembali dikenang seperti ketika baru lahir dari rahim seorang ibu, apa yang patas disukuri dan dinikmati atau disesali semuanya akan menjadi persoalan dalam melangkah lebih jauh, lebih dewasa, lebih dari hari kemarin dan sampai hari ini.

    Aku membaca buku tentangmu, tentang kelahiran seorang penyair karya Milan Kudera kutuntaskan di meja kafe sebelum memesan makanan ke dua kalinya, sempat aku mengatakan "di buku ini, penyair itu kelihatan sangat berengsek" Dan saat itu juga aku melihat wajahmu dan menyimpulkan sesuatu atas apa yang selesai kubaca dan kamu yang belum selesai menjadi manusia.

    Dalam sebuah cerita novel, cerita kita juga ada di dalamnya, proses kehidupan yang menjadikan diri kita bertemu dan tak pernah menghendaki yang lain selain bahagia seperti sebuah telur yang keluar menetas dan melanjutkan kehidupan. Aku sempat berbisik kepadamu buku ini akan mengajak mengenali diri manusia lebih dalam, lebih mencintai. Dan kurasa semua buku akan membawa kita berjalan menelusuri kehidupan ceritanya masing-masing.

    Nasi goreng yang kupesan sebelum pagi menjelang dan sebelum aku meninggalkan kafe, itu berarti dua kali memakannya dengan rasa yang berbeda, sekalipun komposisinya atau resepnya sama pastilah rasanya berbeda. Aku mengerti kenapa banyak sekali perbedaan dan tak ada satupun kesamaan kecuali nikmat, kecuali rasa, kecuali hari yang akan datang, akan banyak yang belum kita ketahui, aku baru sampai hari ini mengenalmu tak bisa memberi kesimpulan seperti usai membaca buku.

    Hari ini Aku meninggalkan sebuah cerita dan sebuah kisa penyair yang lahir dan jatuh cinta, yang pasti aku tak menyisakan nasi goreng, dua gelas es tape dan aku membawa kembali kemasan rindu yang tak pernah basi karena akan selalu hangat dalam setiap perjumpaan. Aku melaju dari kota orang asing sebelum matahari terbit akan sampai di kota yang dingin. Selamat membaca dan menemukan dirimu dalam bingkai kehidupan yang lain, selamat menulis dan menemukan dirimu kembali setelah kamu tidak lagi di usia saat ini (seperti Jaromil yang menjijikkan ketika menulis kisah pertama kali bertemu dan......) Selamat ulang tahun bukan untuk mengulang hari ini tapi untuk mengulang kembali kisah manis ketika lahir dan menjadi seperti saat ini dan kembali menjadi lebih dari hari ini.

    Selamat Ulang Tahun Arco Transept


    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.