Koramil 08/Dawar Bentuk Karakter Siswa Melalui Latihan PBB - Analisa - www.indonesiana.id
x

Babinsa Koramil 08/Dawar Blandong Serka Ervin Suyitno saat melatih PBB Siswa Siswi SMK Nasional

Anan Alkarawangi

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 26 April 2019

Minggu, 6 Oktober 2019 20:51 WIB
  • Analisa
  • Berita Utama
  • Koramil 08/Dawar Bentuk Karakter Siswa Melalui Latihan PBB

    Dibaca : 104 kali

    Mojokerto, - Koramil 0815/08 Dawar Blandong Kodim 0815 Mojokerto menugaskan dua Babinsa untuk melatih PBB siswa-siswi SMK Nasional Dawar Blandong, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, Sabtu (05/10/2019).

    Sejumlah 45 orang siswa/siswi terdiri dari 21 orang siswa dan 24 siswi menerima pelatihan Peraturan Baris Berbaris (PBB) dari Serka Ervin Suyitno dan Kopda Suyanto.

    Pantauan di lapangan, pemberian materi PBB tersebut berlangsung di Lapangan SMK Nasional, Desa Pulorejo Jalan Raya Dawar - Randegan, dengan disaksikan Guru Pendamping.

    Di awal materi, Serka Ervin Suyitno memberikan materi teori PBB yang diperagakan oleh Kopda Suyanto. Selanjutnya materi praktek yang meliputi gerakan di tempat, penghormatan dan gerakan berjalan.

    Menurut Serka Ervin Suyitno, pemberian materi PBB bertujuan untuk melatih kedisiplinan, kekompakan sekaligus menumbuhkan semangat kebersamaan. 

    Serka Ervin juga berpesan agar para siswa selalu mengingat dan mempraktekan materi PBB yang sudah diajarkan. "Pegang teguh disiplin dan selalu menjaga kekompakan diantara para siswa," pintanya.

    Terpisah, Danramil 0815/08 Dawar Blandong Kapten Caj M. Lutfi Anam mengungkapkan, pemberian materi PBB bagi para siswa ini merupakan salah satu upaya melatih kedisiplinan sekaligus membentuk karakter generasi muda di wilayah binaan.


    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.











    Oleh: Admin

    Minggu, 31 Mei 2020 10:05 WIB

    Digeser Suplayer Telur Kabupaten, Peternak: Pak Bupati, Beri Kami Kesempatan

    Dibaca : 1.177 kali

    Tuban - Belum selesai polemik soal beras berkutu di program BPNT, kini muncul suplayer yang mengatasnamakan diri suplayer kabupaten. Tak ayal, kehadiran suplayer telur kabupaten inipun menggeser peternak lokal. Adalah Sahli, Peternak Ayam Petelur di Desa Pongpongan Kec. Merakurak yang mengeluhkan tak lagi bisa ikut menyuplai telur dalam program BPNT. Pasalnya, e-warong sembako di desanya sudah memiliki suplayer baru yang ditunjuk dari kabupaten. Akibatnya, Sahli kehilangan pangsa pasar terdekat yang ada di desanya. "Katanya sudah ada suplayer baru dari kabupaten yang bertugas menyuplai telur di program BPNT, jadi e-warong sekarang tidak lagi ambil telur dari saya" terang Sahli saat di temuai di kandangnya, Kamis, 21/05/2020. Sahli menuturkan, peternak ayam petelur yang ada di desanya sebenarnya cukup merasakan dampak ekonomi dari program andalan Jokowi ini. Ia dan teman-temannya tidak perlu jauh-jauh mencari pangsa pasar untuk telur yang dihasilkan dari kandangnya. Selain itu, harga jualnya juga relatif setabil dan kompetitif. Namun semenjak kehadiran suplayer kabupaten ini, ia terpaksa harus mencari pangsa pasar baru. "Dulu telur tidak pernah keluar dari desa karena diambil Agen BPNT, sekarang saya terpaksa jual telurnya ke tengkulak meski harganya lebih murah" terang pemuda yang sudah menggeluti peternakan unggas sejak 5 tahun terakhir ini. Terpisah, Aripin, peternak ayam petelur di desa yang sama juga menyayangkan masuknya suplayer baru dari luar desa. Menurutnya, supplier kabupaten ini makin menambah derita peternak ayam petelur yang beberapa bulan terakhir ini mengalami guncangan harga akibat beredarnya telur yang diduga HE. Jika hadirnya suplayer luar di BPNT Desa Pongpongan ini adalah kebijakan Bupati, Arifin meminta agar kebijaka itu dievaluasi. "Mohon Pak Bupati bisa melindungi peternak lokal. Beri kami kesempatan untuk menyuplai telur di desa kami" pinta Arifin. Untuk diketahui, adanya komoditi telur dalam program BPNT ini telah memantik semangat warga desa mencoba peruntungan dalam bidang perunggasan. di Desa Pongpongan sendiri, saat ini terdapat 5 kandang ayam petelur milik warga. Dua diantaranya merupakan kelompok binaan dari PT. Semen Indonesia. Diperkirakan, tahun ini juga akan muncul lagi peternak-peternak baru yang menggeluti peternakan ayam petelur. Hal ini diketahui dari banyaknya usulan peternakan unggas dari kelompok masyarakat yang yang masuk melalui program CSR Semen Indonesia tahun 2020 untuk Desa Pongpongan (tro/id).