x

Iklan

Syarifudin

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 29 April 2019

Senin, 14 Oktober 2019 15:53 WIB

Demi Tegaknya Budaya Literasi, #2 Festival Literasi Gunung Salak Siap Digelar

Demi tegaknya tradisi baca dan budaya literasi masyarakat kamupung, #2 Festival Literasi Gunung Salak siap digelar pada 17 November 2019. Apa saja acaranya?

Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

Sebagai bentuk kampanye akan pentingnya tradisi baca dan buaya literasi masyarakat Indonesia, Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Lentera Pustaka siap menggelar "#2 Festival Literasi Gunung Salak" (FLGS) pada Minggu, 17 November 2019 di Desa Sukaluyu Kaki Gn. Salak Bogor.

Bertajuk "Membaca Budaya Lokal", gelaran #2 Festival Literasi Gunung Salak (FLGS) menampilkan sajian menarik terkait budaya literasi dan budaya lokal dari anak-anak pembaca aktif, ibu-ibu buta aksara, mahasiswa, dan pegiat literasi dari Jakarta dan Bogor. Rencananya, FLGS akan dihadiri sekitar 400 orang dan berharap dapat dibuka oleh Bupati Bogor. Sebagai simbol tegaknya tradisi baca dan budaya literasi anak-anak usia sekolah.

Festival Literasi Gunung Salak digelar sebagai rangkaian peringatan 2 tahun berdirinya Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Lentera Pustaka. Sekaligus membangun tradisi masyarakat pedesaan. Agar jangan ada lagi anak putus sekolah, di samping menghormati budaya lokal yang kini mulai terpinggirkan.

TBM Lentera Pustaka menggelar Festival Literasi Gunung Salak saban tahun. Tujuannya untuk mengkampanyekan pentingnya tradisi baca dan budaya literasi. Sambil menghormati budaya lokal melalui pementasan seni dan budaya baca.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Beberapa acara di Festival Literasi Gunung Salak 2019, antara lain:

  1. Syukuran dan Renungan Lentera; dilaksanakan pada Sabtu malam, 16 Nov 2019 yang dihadiri oleh 60 anak pembaca aktif dan tokoh masyarakat Desa Sukaluyu.
  2. Senam Literasi; sebagai senam rutin anak-anak TBM Lentera Pustaka sebelum memulai "jam baca" 3 kali dalam seminggu. Senam literasi sebagai cara untuk membangun semangat baca anak-anak.
  3. Aksi Literasi Anak-anak TBM Lentera Pustaka; yang menampilkan 10 show anak-anak taman bacaan; mulai dari parade baca buku, tarian literasi, tarian khas Sunda, dan apresiasi kepada anak-anak pembaca berprestasi.
  4. Pentas Musik dari grup band KMJ, Goesrax, Bayu n Friend serta Pesulap Nasrul.
  5. Aksi panggung mahasiswa Unindra, IPB, dan UNJ sebagai pemerhati budaya literasi.
  6. Peluncuran buku karya jurnalistik dan menulis ilmiah mahasiswa semester 5 dan 7 Pendidikan Bahasa Indonesia Unindra.
  7. Musikalisasi Puisi Literat; yang memberi spirit agar anak-anak selalu rajin dan tekun membaca.
  8. Festival Jajanan Kampung Literasi; yang diberikan secara gratis kepada seluruh undangan yang hadir dan menyaksikan Festival Literasi Gunung Salak 2019
  9. Organ tunggal literasi sebagai hiburan untuk masyarakat Desa Sukaluyu Kec. Tamansari Bogor.

Patut diketahui, TBM Lentera Pustaka diusianya ke-2 tahun telah menjadi tempat membaca 60 anak pembaca aktif yang terbiasa membaca 5-8 buku per minggu. Dengan jam baca 3 kali seminggu, tradisi baca anak-anak TBM Lentera Pustaka patut diacungi jempol. Karena sebelum ada taman bacaan, anak-anak sama sekali tidak pernah mendapat akses buku bacaan.

Di tengah banyaknya hoaks dan ujaran kebencian, budaya literasi menjadi penting digalakkan. Karena fokus budaya literasi adalah kesadaran untuk memahami. Festival Literasi Gunung Salak adalah momentum dalam mewujudkan budaya literasi masyarakat.

Pesan pentingnya adalah masyarakat literat hanya tercipta dari perilaku membaca dan budaya literasi yang baik. Karena tanpa baca, masa depan merana.

#FestivalLiterasiGunungSalak #TBMLenteraPustaka #BudayaLiterasi

Syarifudin Yunus, Pendiri TBM Lentera Pustaka sekaligus Pegiat Literasi Indonesia.

 

Ikuti tulisan menarik Syarifudin lainnya di sini.


Suka dengan apa yang Anda baca?

Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.












Iklan