Yuk! Rawat Indonesia dengan Nilai Luhur Pancasila - Analisa - www.indonesiana.id
x

Yanuar Nurcholis Majid

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 21 Agustus 2019

Senin, 14 Oktober 2019 17:48 WIB
  • Analisa
  • Berita Utama
  • Yuk! Rawat Indonesia dengan Nilai Luhur Pancasila

    Dibaca : 3.648 kali

    Mencermati dinamika sosial dan politik bangsa Indonesia beberapa waktu terakhir ini sungguh sangatlah memprihatinkan. 

    Potensi perpecahan nyatanya mulai tampak. Isu SARA terus digulirkan untuk mendiskreditkan kelompok yang lain. Penyebaran berita hoax yang bernuansa adu domba pun terus mengitari dunia informasi dewasa ini.

    Sebut saja kasus kuricuhan yang terjadi di Wamena. Yang cermat pihak kopolisian disebabkan oleh hal sepele, akibat salah persepsi. 

    Bahkan terbaru Menkopolhukam Wiranto diserang oleh seseorang berinisial SA di Pendeglang, Banten. Akibat serang itu Wiranto mangalami luka serius pada bagian perutnya. 

    Miris, sangat Miris! 

    Dalam menyikapi dinamika sosial yang terjadi, cermat punulis sudah saatnya kita kembali pada ideologi Negara yakni pancasila.

    Kita harus merawat negeri ini dengan nilai-nilai Pancasila. Artinya, nilai-nilai pancasila harus menjadi prilaku dalam menyikapi problematika sosial dan keagamaan yang belakangan ini ramai diperbincangkan.

    Pancasila sebagai ideologi Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) harus menjadi semangat dalam membangun dan menata kehidupan sosial yang damai dan tenteram.

    Yang implementasinya harus dilakukan oleh semua komponen bangsa, rakyat, elit politik, aparat, dan para petinggi bangsa ini.

    Ingat saudaraku nilai-nilai pancasila adalah benteng persatuan bangsa Indonesia. Kita tahu bahwa pancasila merupakan roh bagi rakyat Indonesia dalam menjalankan kehidupannya. 

    Karena itu, jangan sampai nilai-nilai pancasila tersebut tergerus ideologi-ideologi yang baru saja mengenal Indonesia. Sebab, selagi kita tidak kembali pada nilai-nilai pancasila selama itu pula negeri akan diterpa konflik SARA yang berpotensi memecah belah bangsa. 

    Dan bukan tidak mungkin Indonesia bisa seperti Negara-Negara timur tengah. 

    Oleh karna itu mau tidak mau, suka tidak suka Pancasila sebagai dasar negara dan ideologi nasional  harus dijadikan landasan pokok, landasan fundamental bagi penyelenggaraan negara Indonesia. 

    Karena itu, sekali lagi mari kita jadikan nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila sebagai media dalam menyikapi problematika kebangsaan Indonesia.


    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.











    Oleh: Admin

    5 hari lalu

    Digeser Suplayer Telur Kabupaten, Peternak: Pak Bupati, Beri Kami Kesempatan

    Dibaca : 1.082 kali

    Tuban - Belum selesai polemik soal beras berkutu di program BPNT, kini muncul suplayer yang mengatasnamakan diri suplayer kabupaten. Tak ayal, kehadiran suplayer telur kabupaten inipun menggeser peternak lokal. Adalah Sahli, Peternak Ayam Petelur di Desa Pongpongan Kec. Merakurak yang mengeluhkan tak lagi bisa ikut menyuplai telur dalam program BPNT. Pasalnya, e-warong sembako di desanya sudah memiliki suplayer baru yang ditunjuk dari kabupaten. Akibatnya, Sahli kehilangan pangsa pasar terdekat yang ada di desanya. "Katanya sudah ada suplayer baru dari kabupaten yang bertugas menyuplai telur di program BPNT, jadi e-warong sekarang tidak lagi ambil telur dari saya" terang Sahli saat di temuai di kandangnya, Kamis, 21/05/2020. Sahli menuturkan, peternak ayam petelur yang ada di desanya sebenarnya cukup merasakan dampak ekonomi dari program andalan Jokowi ini. Ia dan teman-temannya tidak perlu jauh-jauh mencari pangsa pasar untuk telur yang dihasilkan dari kandangnya. Selain itu, harga jualnya juga relatif setabil dan kompetitif. Namun semenjak kehadiran suplayer kabupaten ini, ia terpaksa harus mencari pangsa pasar baru. "Dulu telur tidak pernah keluar dari desa karena diambil Agen BPNT, sekarang saya terpaksa jual telurnya ke tengkulak meski harganya lebih murah" terang pemuda yang sudah menggeluti peternakan unggas sejak 5 tahun terakhir ini. Terpisah, Aripin, peternak ayam petelur di desa yang sama juga menyayangkan masuknya suplayer baru dari luar desa. Menurutnya, supplier kabupaten ini makin menambah derita peternak ayam petelur yang beberapa bulan terakhir ini mengalami guncangan harga akibat beredarnya telur yang diduga HE. Jika hadirnya suplayer luar di BPNT Desa Pongpongan ini adalah kebijakan Bupati, Arifin meminta agar kebijaka itu dievaluasi. "Mohon Pak Bupati bisa melindungi peternak lokal. Beri kami kesempatan untuk menyuplai telur di desa kami" pinta Arifin. Untuk diketahui, adanya komoditi telur dalam program BPNT ini telah memantik semangat warga desa mencoba peruntungan dalam bidang perunggasan. di Desa Pongpongan sendiri, saat ini terdapat 5 kandang ayam petelur milik warga. Dua diantaranya merupakan kelompok binaan dari PT. Semen Indonesia. Diperkirakan, tahun ini juga akan muncul lagi peternak-peternak baru yang menggeluti peternakan ayam petelur. Hal ini diketahui dari banyaknya usulan peternakan unggas dari kelompok masyarakat yang yang masuk melalui program CSR Semen Indonesia tahun 2020 untuk Desa Pongpongan (tro/id).