Cara Meningkatkan Visibilitas Bisnis lewat Instagram - Analisa - www.indonesiana.id
x

ilustr: techiexpert.com

Panduan Menulis

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 11 November 2019

Senin, 18 November 2019 22:06 WIB
  • Analisa
  • Berita Utama
  • Cara Meningkatkan Visibilitas Bisnis lewat Instagram

    Dibaca : 1.282 kali

    Mempromosikan bisnis lewat jejaring sosial Instagram memang cukup menjanjikan. Apalagi jika yang anda tawarkan merupakan produk visual seperti baju atau aksesoris mode. Nah, apabila anda ingin meningkatkan visibilitas bisnis dan secara bersamaan memperbanyak followers di Instagram, menurut situs putusujane.id ada beberapa hal yang harus diperhatikan.

    Konsisten Mem-posting Foto

    Supaya para pengikut (follower) di Instagram, baik yang lama maupun yang baru, tetap melirik bisnis anda, cobalah konsisten mem-posting foto-foto produk yang anda tawarkan setiap hari. Supaya lebih efektif, tambahkan pula quote menarik, karena umumnya pengguna Instagram lebih tertarik dengan foto yang disertai kutipan. Dengan cara seperti itu, mereka juga cenderung akan memberikan komentar dan membagikannya ke teman-teman yang lain. Hal tersebut dapat meningkatkan visibilitas bisnis anda.

    Selalu Gunakan Hashtag (tanda pagar)

    Perlu anda ketahui, tren frase hashtag dapat meningkatkan visibilitas konten anda. Oleh sebab itu, cobalah untuk selalu mengkategorikan gambar yang anda posting dengan tanda pagar di kolom keterangan. Dengan begitu, followers dapat dengan mudah menemukan foto produk anda melalui fitur pencarian.

    Tawarkan Promosi Khusus

    Cobalah anda tawarkan promosi khusus kepada followers anda dengan memberikannya potongan harga. Sebagai syarat, minta mereka mengunggah foto produk anda untuk kemudian membagikannya ke akun jejaring sosial miliknya yang lain. Singkatnya, anda mendapatkan promosi gratis dari pelanggan tersebut. Alhasil, anda pun memperoleh lebih banyak pelanggan yang potensial.

    Crosspost Profil Instagram Anda

    Instagram tidak memiliki fitur pencarian secanggih Facebook atau Google Plus. Hal tersebut tentu saja menyulitkan pengguna untuk menemukan profil bisnis anda (kecuali mereka sudah tahu nama bisnis anda). Untuk menyiasatinya, posting profil bisnis anda di Instagram ke jejaring sosial lain, seperti Facebook, Twitter, atau Google Plus. Dengan begitu, teman anda di jejaring sosial tersebut dapat dengan mudah terhubung ke profil bisnis anda.

    Bagikan Stiker atau Kartu Nama

    Selain di dunia maya, tidak ada salahnya apabila anda juga melakukan promosi di dunia nyata. Caranya? Bagikanlah stiker atau kartu nama bisnis anda kepada pelanggan atau siapa pun yang anda jumpai. Selain itu, anda juga bisa menempelkan stiker tersebut di lokasi yang ramai dilalui orang. Cara tersebut dapat menginspirasi pengguna Instagram yang lebih luas untuk mencari profil bisnis anda melalui ponsel mereka.

    Demikianlah sedikit sharing pengetahuan tentang cara meningkatkan visibilitas bisnis lewat Instagram. Selamat mencoba dan semoga kian sukses bisnis anda.


    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.





    Oleh: Saufi Ginting

    2 hari lalu

    LINGLUNG

    Dibaca : 124 kali


    Oleh: medy afrika

    3 hari lalu

    Perbedaan Aset Desa dengan Inventaris Desa

    Dibaca : 143 kali

    DESA, NEWS - Secara umum, aset Desa diatur dalam Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa (“UU Desa”) dan lebih rinci diatur dalam Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 1 Tahun 2016 tentang Pengelolaan Aset Desa (“Permendagri 1/2016”). Aset Desa  : adalah barang milik Desa yang berasal dari kekayaan asli desa, dibeli atau diperoleh atas beban Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa atau perolehan hak lainnya yang sah. Sementara itu, istilah inventaris desa tidak ditemukan dalam UU Desa maupun Permendagri 1/2016.  Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (“KBBI”) yang terakses dari Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, inventaris adalah daftar yang memuat semua barang milik kantor (sekolah, perusahaan, kapal, dan sebagainya) yang dipakai dalam melaksanakan tugas.                                                                                      Merujuk pada definisi inventaris desa di atas, maka dapat kami simpulkan bahwa inventaris desa adalah daftar barang milik desa. Meski demikian, istilah inventarisasi dapat kita temukan dalam Permendagri 1/2016. Inventarisasi adalah kegiatan untuk melakukan pendataan, pencatatan, dan pelaporan hasil pendataan aset Desa. Merujuk pada definisi inventarisasi di atas, maka dapat disimpulkan bahwa inventaris desa adalah hasil aset desa yang didata, dicatat, dan dilaporkan. Yang Termasuk Aset Desa : Aset Desa dapat berupa tanah kas desa, tanah ulayat, pasar desa, pasar hewan, tambatan perahu, bangunan desa, pelelangan ikan, pelelangan hasil pertanian, hutan milik desa, mata air milik desa, pemandian umum, dan aset lainnya milik desa.   Aset lainnya milik desa antara lain: a.  kekayaan desa yang dibeli atau diperoleh atas beban Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara, Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah, serta Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (“APBDesa”); b.    kekayaan desa yang diperoleh dari hibah dan sumbangan atau yang sejenis; c.    kekayaan desa yang diperoleh sebagai pelaksanaan dari perjanjian/kontrak dan lain-lain sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan; d.    hasil kerja sama desa; dan e.    kekayaan desa yang berasal dari perolehan lainnya yang sah. Inventarisasi Aset Desa : sekretaris desa selaku pembantu pengelola aset desa berwenang dan bertanggungjawab: a.    meneliti rencana kebutuhan aset desa; b.    meneliti rencana kebutuhan pemeliharan aset desa ; c.    mengatur penggunaan, pemanfaatan, penghapusan dan pemindahtanganan aset desa yang telah di setujui oleh Kepala Desa; d.    melakukan koordinasi dalam pelaksanaan inventarisasi aset desa;dan e.     melakukan pengawasan dan pengendalian atas pengelolaan aset desa.   Petugas/pengurus aset desa bertugas dan bertanggungjawab: a.    mengajukan rencana kebutuhan aset desa; b.    mengajukan permohonan penetapan penggunaan aset desa yang diperoleh dari beban APBDesa dan perolehan lainnya yang sah kepada Kepala Desa; c.    melakukan inventarisasi aset desa; d.    mengamankan dan memelihara aset desa yang dikelolanya; dan e.    menyusun dan menyampaikan laporan aset desa.   -Aset desa yang sudah ditetapkan penggunaannya harus diinventarisir dalam buku inventaris aset desa dan diberi kodefikasi. Kodefikasi yang dimaksud diatur dalam pedoman umum mengenai kodefikasi aset desa. -Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota bersama Pemerintah Desa melakukan inventarisasi dan penilaian aset Desa sesuai peraturan perundang-undangan. Bisa didefenisikan, aset desa dan inventaris desa merupakan dua hal yang berhubungan. Aset desa merupakan barang milik desa yang berasal dari kekayaan asli desa, dibeli atau diperoleh atas beban Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa atau perolehan hak lainnya yang sah. Sedangkan inventaris desa adalah daftar barang milik desa, yakni hasil aset desa yang didata, dicatat, dan dilaporkan. Kegiatan inventarisasi aset desa merupakan tugas dan tanggung jawab petugas/pengurus aset desa yang berkoordinasi dengan sekretaris desa. Dasar Hukum: 1.    UU Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa 2.    Permendagri Nomor 1 Tahun 2016 tentang Pengelolaan Aset Desa.