Potensi Bisnis Susu Perah dalam Negeri - Gaya Hidup - www.indonesiana.id
x

Salah satu peternakan sapi perah di Indonesia

Boy Cakra S

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 2 Desember 2019

Senin, 2 Desember 2019 07:36 WIB
  • Gaya Hidup
  • Berita Utama
  • Potensi Bisnis Susu Perah dalam Negeri

    Dibaca : 347 kali

    Susu sapi merupakan salah satu potensi unggulan yang pengembangannya masih sangat sedikit. Di Indonesia, kesenjangan antara produksi dan demand susu sapi yang tinggi membuat pengembangannya bernilai strategis.

    Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, konsumsi susu masyarakat Indonesia pada tahun 2017 hanya berkisar 16,5 liter per kapita per tahun. Angka itu sangat rendah dibandingkan catatan negara ASEAN lainnya. USDA Foreign Agricultural Service mencatat, di tahun 2016 konsumsi susu di Malaysia 50,9 liter, Thailand 33,7 liter, dan Filipina 22,1 liter per kapita per tahun.

    Tetapi, sebenanya kesadaran masyarakat terhadap konsumsi susu dan menjadikan susu sebagai komoditas ekonomi yang mempunyai nilai sangat strategis sudah cukup baik. Permintaan susu tumbuh sangat cepat, yang meningkat 14,01% selama periode antara tahun 2002 dan tahun 2007. Namun, di sisi lain produksi susu Indonesia hanya tumbuh 2% (Direktorat Budidaya Ternak Ruminansia, 2010), yang mana produksi susu dalam negeri hanya bisa memenuhi kebutuhan nasional sebanyak 30%.

    Padahal, pemerintah sudah banyak memberikan gerarkan sosialisasi untuk minum susu. Berarti, upaya pemerintah dalam meningkatkan minat masyarakat untuk mengonsumsi susu tidak sebanding dengan pemenuhan kebutuhan poduksi susu dalam negeri. Jika hal ini terus berlanjut, maka, Indonesia akan lebih banyak mengimpor susu yang mana akan menjadi tambahan beban bagi negara.

     

    Dari grafik menunjukkan Jawa Timur sebagai provinsi penghasil susu utama dan disusul oleh provinsi Jawa Barat dan Jawa Tengah. Menurut data statistik diketahui bahwa 58 % jumlah produksi susu sapi di Indonesia dihasilkan oleh Provinsi Jawa Timur dengan total produksi susu yang dihasilkan sebanyak 554.312 liter ton pada tahun 2012 (BPS, 2014) dengan persebaran populasi ternak sapi perah, sebesar 308.811 ekor sapi atau 50% berada di Provinsi Jawa Timur.

    Maka dari itu, khususnya untuk pelaku bisnis, kesenjangan antara kebutuhan susu dan pasokan susu nasional tersebut menjadi tantangan sekaligus membuka peluang bagi peternak susu sapi perah untuk mengembangkan usaha sapi ternak dan produksi susu guna meningkatkan pendapatan dan perekonomian masyarakat secara maksimal. Tetapi,  diperlukan pengelolaan yang baik dan sistematis agar produksi susu dalam negeri bisa berjalan memenuhi target. Karena, permasalahan yang terjadi adalah, susu yang diimpor dari luar negeri lebih murah daripada produksi dalam negeri.Selisihnya bisa mencapai Rp2.300- Rp2.400 per liter. Harga lebih murah sebab peternak luar negeri sudah lebih efisien dalam melakukan produksi susu.

    Dapat disimpulkan bahwa, perlu pembaharuan baik dari segi pembinaan untuk peternak sapi perah tradisional, maupun inovasi inovasi baru dan juga dorongan pemerintah agar produksi susu dalam negeri bisa mencukupi kebutuhan yang ada dan diharapkan dapat menekan impor susu sapi.

     


    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.