Sejarah Kuliner Nasi Tumpeng - Gaya Hidup - www.indonesiana.id
x

umpeng Merah Putih, menu Kemerdekaan yang bangkitkan cita Rasa Indonesia, dengan 3 jenis nasi yaitu nasi putih, nasi Merah dan nasi kuning ditambah dengan aneka orek serta menu pendamping khas Rasa Indonesia, menu ini cocok untuk dinikmati pada siang hari. TEMPO/Dwi Renjani

Candra Bi

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 6 November 2019

3 hari lalu
  • Gaya Hidup
  • Berita Utama
  • Sejarah Kuliner Nasi Tumpeng

    Dibaca : 152 kali

    Nasi Tumpeng

    Saat ini banyak sekali Food Vloger Indonesia yang menyoroti berbagai macam jenis kuliner yang ada di nusantara ini. Nah salah satu kuliner Nusantara yang terkenal adalah nasi tumpeng, sudah pasti banyak orang yang sudah tidak asing lagi dengan makanan yang satu ini.

    Sebab sudah pasti hampir seluruh masyarakat Indonesia pernah menyantapnya. Kalau memang belum pernah menyantapnya setidaknya pernah melihat bentukan dari nasi tumpeng ini. Bentuknya yang khas dan n unik membuat makanan ini menjadi mudah diingat dan selalu terngiang di otak semua orang.

    Setiap daerah di Indonesia memiliki cita rasa masakan yang berbeda-beda. Hal inilah yang membuat masakan atau makanan di Indonesia ini terasa lebih nikmat. Masakan Indonesia cenderung dengan kekayaan rempahnya yang sudah jelas tentunya akan menambah kenikamtan pada setiap masakannya.

    Nah, salah satu makanan khas Indonesia yang memiliki nilai atau kaya akan sejarah adalah nasi tumpeng ini. Apakah anda sudah mengetahui seluk beluk atau sejarah dari nasi tumpeng ? Jika belum mari kita simak penjelasan di bawah ini.

    Asal Muasal Nasi Tumpeng

    Nasi tumpeng ini dahulunya adalah makanan atau masakan yang dianggap sakral oleh masyarakat yang beragama Hindu. Pasalnya sebelum agama Islam masuk ke Indonesia Hindu telah lebih dulu ada di Indonesia.

    Sudah pasti seriap orang dan setiap agama memiliki kepercyaannya masing-masing. Dimana agama hindu ini memiliki kepercayaan kepada dewa-dewi yang mereka yakini tinggal di atas pegunungan. Hal itu membuat mereka berpikir bahwa dengan membuat nasi tumpeng sama halnya dengan memberikan suatu penghormatan kepad sang Dewa dan sang Dewi.

    Kemudian mereka mengambil simbol pegunungan yang ereka yakini bahwa akan selalu ada perlindungan di bawahnya. Selain itu nama tumpeng itu juga berasal dari primbon Jawa atau bahasa Jawa kuno yang berarti metu kudu sing mempeng, artinya bahwa setiap orang yang hendak melakukan segala sesuatu harus dilandasi degan tekad yang kuat dan harus yain dengan segala usahanya.

    Kegunaan Nasi Tumpeng

    Nasi tumpeng ini memiliki banyak sekalli kegunaan. Nasi tumpeng ini bukan hanya sekedar makan pengganjal lapar saja, namun memiliki nilai atau pandangan lebih bagi beberapa orang. Dimana orang-orang menggunakan nasi tumpeng ini sebagai simbol ucapan syukur.

    Biasanya orang-orang memnbuat nasi tumpeng dalam sebuah acara syukuran. Maknanya nasi tumpeng menjadi simbol bahwa ucapan syukur atas apa yang telah Sang Pencipta berikan kepada umat-Nya.

    Saat acara ulang tahun biasanya orang-orang juga membuat nasi tumpeng ulang tahun sebagai bentuk rasa syukur agar selalu diberikan kesehatan dan umur yang panjang. Begitu juga ketika seseorang mensyukuri saat kenaikan jabatan, maka mereka menjadikan nasi tumpeng sebagai simbol bahwa karirnya akan semakin diberkati dan selalu diberikan kelancaran.

    Dan masih banyak lagi pemahaman-pemahaman lain tentang nasi tumpeng terkait tentang beberapa hal baik itu dalam pandangan agama maupun  perorangan. Namun yang terpenting adalah kita harus selalu ingat bahwa semua ini adalah pemberian dari Allah jadi tidak ada salahnya apabila kita menghargai segala pendapat dan segala sumsi sejarah yang telah lebih dahulu ada sejak kita belum lahir. Jangan sampai kita melupakan budaya dari Nusantara kita.

     


    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.