Ingin Jadi Mahasiswa HI? Yuk Simak Cerita Mahasiswa HI UPH - Gaya Hidup - www.indonesiana.id
x

Ilustrasi mahasiswa HI UPH dalam praktik melakukan simulasi Model United Nations (MUN)

Meishiana Meishi

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 26 April 2019

Rabu, 22 Januari 2020 15:34 WIB

  • Gaya Hidup
  • Berita Utama
  • Ingin Jadi Mahasiswa HI? Yuk Simak Cerita Mahasiswa HI UPH

    Tidak sedikit alasan yang dikemukakan siswa sekolah menengah yang memilih program studi (prodi) Hubungan Internasional (HI), karena ingin menjadi diplomat dan berpergian ke luar negeri. Namun apakah HI hanya sebatas ini?

    Dibaca : 3.102 kali

    Untuk siswa sekolah menengah terutama untuk mereka yang duduk di bangku kelas XII, saat ini menjadi bulan dimana mereka mencari program studi (prodi) apa yang ingin mereka tempuh atau bahkan sudah ada yang menetapkan pilihan. Salah satu prodi yang tidak asing lagi yaitu Hubungan Internasional (International Relations) dan banyak dari calon mahasiswa bermodalkan keinginan menjadi diplomat atau duta besar atau berpergian ke luar negeri, akhirnya memilih prodi ini. Namun seperti apa sebenarnya kuliah HI itu?

    Dengan unik Elyzabeth Bonethe Nasution, S.I.P., M.A. – Ketua Prodi HI Universitas Pelita Harapan (UPH) menggambarkan HI sebagai kacamata atau worldview. HI menjadikan kita mampu melihat dunia dengan spektrum luas. HI tidak hanya berbicara politik tapi di dalamnya kita dilatih berpikir komprehensif - mempertimbangkan beragam disiplin ilmu seperti budaya, ekonomi, sosial, budaya, politik, dan lainnya. 

    Beberapa kampus di Indonesia memiliki prodi HI, salah satunya UPH. HI UPH mengklaim menjadi satu-satunya kampus yang memiliki konsentrasi yang belum dimiliki kampus manapun yaitu konsentrasi studi mengenai ASEAN dan Kawasan Asia Tenggara. Biasanya ASEAN dan Asia Tenggara hanya menjadi bagian dari studi atau mata kuliah dalam prodi HI. Namun HI UPH menjadikan ini sebagai konsentrasi, bersamaan dengan 2 pilihan konstentrasi lainnya yang tidak kalah menarik yaitu Perdagangan Internasional dan  Korporasi dan Keamanan Internasional, 

    Mau tahu lebih lanjut? Mari simak cerita beberapa mahasiswa HI UPH yang bercerita tentang perbedaan ekspektasi awal dengan realitas yang dihadapi selama berkuliah di HI UPH

    Ekspektasi vs Realita

    Amanda Diella, mahasiswa HI 2018 yang awalnya melihat HI hanya sebagai prodi wow bergengsi karena memberi peluang baginya untuk menjadi seorang diplomat atau duta besar. 

    “Selain belajar menjadi diplomat dan belajar mengenai isu global, banyak keragaman keilmuan dan skill lainnya yang saya dapatkan. Menariknya, kini saya menyadari bahwa ilmu dan skill yang diasah nyatanya bisa diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari,” tutur Amanda.

    Kemudian ada lagi cerita yang diungkapkan oleh Vanesha Violine, HI 2017 (Ketua HMPS HI 2019-2020) dan Jeanneariel Assah, HI 2018 yang merasa eksepektasinya mengenai HI semakin diperluas ketika berkuliah. Ketika di bangku sekolah, keduanya melihat HI hanya belajar seputar politik luar negeri, nyatanya di UPH mereka pengetahuan di berbagai bidang makin dipertajam seperti budaya, sosial, hukum, bahkan bidang perdagangan internasional.  

    Lain halnya bagi Yohanes, HI 2017 yang awalnya belum mengenal konsentrasi ASEAN dan Kawasan Asia Tenggara, dan tidak terpikir sebagai hal menarik ketika dirinya masih bersekolah. “Konsentrasi ini ternyata sangat unik dan memuat banyak substansi yang jarang ditemukan di luar UPH dan memperkaya wawasan global,” ungkap Yohanes.

    Peluang Karier yang Beragam

    “Awalnya sih pilih HI di UPH, ingin menjadi diplomat dan menjadi perwakilan Indonesia di negara lain atau bekerja di bagian pemerintahan,” ungkap Jean.

    Padahal, lulusan HI UPH dipersiapkan untuk berkarier di beragam bidang, mulai dari diplomat, analis hubungan internasioal, spesialis regional Asia Tenggara, negosiator, wartawan, staf hubungan oemerintah, staf kedutaan, dan lainnya.

    Di UPH sendiri menurut Elyzabeth, rata-rata minat mahasiswa HI bervariasi. Tidak hanya ingin menjadi diplomat, lulusan UPH cukup banyak yang bekerja di NGO (Non-government organization), jurnalis, bahkan entrepreneur.

    Pengembangan Soft Skills

    Pengembangan soft skills menjadi kelebihan para lulusan HI UPH. Salah satu sarana pengasahan soft skills dilakukan melalui Internal Organizations yang dimiliki HI UPH dibawah program kerja HMPS (Himpunan Mahasiswa Program Studi) yaitu Model United Nations (MUN), Foreign Policy Community of Indonesia (FPCI) Chapter UPH, dan International Relations Debate Club (IRDC).

    “Kami mahasiswa diperlengkapi soft skills yang bermanfaat, seperti di organisasi MUN yang melatih kita mengenai aspek peradilan semu, public speaking, dan writing skill. Kemudian FPCI chapter UPH yang sering menghadirkan narasumber menarik dan professional di bidangnya untuk membahas isu-isu dunia,” ungkapAmanda.

    Jadi, tentunya memilih HI sebagai prodi menjadi langkah awal yang tepat untuk para siswa yang berminat berkarier di bidang diplomasi atau pun pemerintahan luar negeri. Namun dengan cerita dari mahasiswa HI UPH, harapannya para siswa SMA semakin lebih memahami seperti apa prodi HI, khususnya yang ada di UPH. 

     

     



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.