Karena Data adalah Segalanya, Ini 4 Tip Melindungi Smartphone - Gaya Hidup - www.indonesiana.id
x

Ilustrasi orang menggunakan smartphone (Pixabay.com)

Indra Subagjo

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 6 Januari 2020

Jumat, 31 Januari 2020 13:25 WIB
  • Gaya Hidup
  • Berita Utama
  • Karena Data adalah Segalanya, Ini 4 Tip Melindungi Smartphone

    Dibaca : 614 kali

    Data adalah segalanya. Dan tak hanya di komputer atau laptop, data-data penting juga kini disimpan di ponsel pintar alias smartphone. Data pribadi yang disimpan di smartphone tentu harus benar-benar dijaga, agar tidak disalahgunakan oleh tangan jahil ataupun orang-orang jahat.

    Dan, jangan sampai hal ini terjadi: smartphone kamu diretas! Simak yuk beberapa langkah untuk melindungi smartphone agar kian aman:

    1. Pasang Kata Sandi

    Sangat disarankan untuk memasang password alias kata sandi di smartphone, termasuk di aplikasi-aplikasi yang menyediakan fitur password. Dengan begitu, file telah dienkripsi sehingga hanya yang punya password-nya yang bisa membukanya. Kamu juga bisa lakukan itu pada file kamu. Banyak kok aplikasi yang menawarkan layanan enkripsi file.

    2. Back-up Data

    Nah, memasang password saja tidak cukup. Apa jadinya apabila smartphone kamu berhasil dibuka lewat membuka kunci layar atau screen lock, data di dalamnya bisa dibobol alias lenyap dong? Tenang, ada hal lain yang bisa kamu lakukan. Segera lakukan back-up data. Untuk pengguna iPhone ada yang namanya iCloud, sedangkan untuk pemuja Android ada yang namanya Dropbox dan OneDrive.

    3. Lindungi Smartphone Secara Fisik

    Tak hanya data di smartphone yang perlu dilindungi. Fisik smartphone pun wajib mendapat proteksi. Selagi masih berfungsi, baru ataupun lama, berikan case pada badan smartphone. Tujuannya agar tidak mudah lecet atau cacat. Lindungi juga layarnya. Saat ini banyak pilihan yang menyediakan asuransi untuk melindungi layar smartphone, salah satunya Qoala Insurtech. Apabila layar rusak, proses klaimnya cepat dan layar diganti dengan yang baru.

    4. Hati-hati Setiap Kali Browsing

    Ini yang super penting! Harap hati-hati setiap kali berselancar di internet alias browsing. Supaya aman, gunakan mode private di browser. Pastikan juga kamu mengakses situs yang aman. Tanda situs yang aman adalah adanya logo yang menandakan kalau situs dienkripsi.

    Ya, pastikan semua aman. Karena data adalah segalanya...


    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.















    Oleh: iin anggryani

    2 hari lalu

    Kerakusan Manusia untuk Kekuasaan

    Dibaca : 449 kali

    Salam.. Manusia adalah salah satu makhluk yang di ciptakan Allah yang diberi kesempurnaan berupa kelengkapan akal dan nafsu sehingga beda dengan makhluk lainnya. Bumi adalah tempat hidupnya manusia. Manusia adalah makhluk yang paling unik juga na’if. Manusia pada dasarnya adalah makhluk bersosial, bermasyarakat dan berkelompok. Manusia diciptakan dengan dua jenis yaitu laki-laki dan perempuan. Sedangkan kekuasaan adalah kewenangan yang didapatkan atau di berikan kepada salah satu manusia atau kelompok yang dianggap mampu mengemban tugas tersebut. Manusia berlaku sebagai subjek sekaligus objek dalam kekuasaan atau jabatan. Manusia era sekarang ini berlomba-lomba untuk menduduki wewenang kekuasaan, segala cara mereka lakukan agar bisa mendapatkan posisi itu. Yah karena menurut mereka dengan mampu menduduki wilayah kekuasaan itu merupakan sebuah keistimewaan, kebnaggaan bagi mereka. Mereka tidak tahu berani naik dan berada di posisi itu adalah sebuah tanggungjawab besar yang kelak mereka harus memenuhinya, yang banyak manusia lain bertumpu dan beradu nasib padanya. Tapi kita lihat saja koledornya sekarang ini, banyak manusia yang berada di jabatan sebagai pemimpin daerah, desa bahkan Negara yang lupa akan tugas utamanya, menaungi masyarakat sehingga dengan itu banyak sekali kita lihat sekarang ini pemimpin banyak yang dzolim. Banyak sekarang ini terjadi perang saudara, saling bacok membacok, anak membunuh ayah, kakak membuh adek itu tidak lain motifnya karena berebutan kekuasaan. Memang tidak heran lagi banyak orang bilang dari dulu sampai sekarang kekuasaan dan kedudukan selalu saja menjadi objek yang menarik manusia untuk merebutnya. Banyak sekali kita lihat manusia yang menjadi gila karena haus akan kekuasaan, sehingga apapun cara rela dilakukan demi meraihnya. Kekuasaan memang membuat kita lupa diri dan membutakan hati nurani kita. Kekuasaan terlihat seperti madu dari jauh oleh mata manusia yang haus akannya, yang seketika akan berubah jadi racun apabila kita mendekati dan ada didalamnya. Karena ketika kita berada dalam kekuasaan jelas sekali agama dan ajaran moral, etika akan disingkirkan. Harus kejam itulah senjatanya. Ketika berada dalam kekuasaan, orang yang benar dan luruspun bisa menjadi tersesat, apalagi yang sebelumnya tidak benar. Orang bijak pernah mengatakan “bila ingin hidup dalam kebenaran, maka hindarilah untuk masuk dalam kekuasaan”. Orang-orang yang sudah terpedaya dan sangat haus akan kekuasaan akan rela melakukan apa saja dan mengejarnya bahkan sampai ke ujung dunia sekalipun bahkan rela mengorbankan segala hal. Machiavelli mengatakan pada dasarnya, selalu ada manusia didunia ini yang memiliki ambisi besar untuk berkuasa, dan merealisasikan ambisinya itu dengan berbagai cara. Manusia harusnya dengan kekuasaan itu harus memberikan manfaat dan pelayanan yang baik bagi rakyatnya. Kekuasaan biasanya tergantung dari manusia mana yang memegangnya, kalau orang baik yang memegangnya maka kekuasaan akan digunakan untuk melayani masyarakat sehingga terciptanya kemakmuran, kedamaian, dan keteraturan. Dan sebaliknya kalau orang salah, gila jabatan dan haus akan kekuasaan maka tidak heran lahir semua kehancuran, banyak permusuhan, saling benci dan lain sebagainya. Manusia ketika mendapati sebuah kekuasaan banyak berubahnya, menganggap dirinya yang paling tinggi dari manusia lainnya dan seenaknya memperlalukan yang lainnya. Manggekompo, 18 Januari 2020 I’in Khairudin