3 Gerakan Barbel untuk Membentuk Otot Lengan - Gaya Hidup - www.indonesiana.id
x

mita ny

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 2 Desember 2019

Senin, 10 Februari 2020 13:30 WIB
  • Gaya Hidup
  • Berita Utama
  • 3 Gerakan Barbel untuk Membentuk Otot Lengan

    Dibaca : 226 kali

    Memiliki badan ideal seakan menjadi investasi paling utama bagi seluruh manusia yang ada di dunia ini. Cukup jarang manusia baik laki-laki dan wanita yang tidak menginginkan penampilan sempurna, indah dan mempesona pada dirinya. Salah satunya adalah tampilan tubuh sempurna impian seluruh manusia.

    Tampilan tubuh sempurna merupakan hal yang tidak semua orang dapat memilikinya, sehingga beberapa orang yang merasa tidak memiliki tubuh idaman tersebut rela melakukan latihan dengan mengangkat beban berat atau barbel yang biasa banyak di jumpai di tempat gym. Gym pun kini bukan hanya dipenuhui pria, bahkan wanita ikut meramaikannya.

    Barbel tidak hanya untuk menambah massa otot pada tangan. Tetapi juga mampu memperkuat otot jantung. Dengan mengangkat barbel sejak dini dinyatakan dapat mempertahankan tulang hingga masa tua.

    Tak hanya untuk membesarkan otot, latihan barbel juga untuk melatih kemampuan diri untuk menjaga keseimbangan tubuh agar tidak terjatuh saat mengangkat beban yang berat. Bagi orang awam kemampuan koordinasi tubuh yang meningkat akan mempermudahkan gerakan pada aktifitas sehari-hari, terlebih yang memiliki keterbatasan dalam bergerak karena badan kaku.

    Dalam mengangkat barbel dengan beban yang bebar melatih kita untuk berani dan dituntut fokus hanya pada beban yang akan diangkat. Latihan berikut ini dirancang untuk membangun kekuatan otot dan lengan kamu. Keuntungan akan kamu dapatkan melalui gerakan ini seperti lengan yang akan terlihat kencang. Yuk, intip keseruan dalam mengangkat barbel!

    1. Trincep Extension

    Dalam melakukan gerakan ini, pertama-tama duduklah dikursi posisikan badan agar tegak begitu juga dengan dada dan bahu yang sejajar. Kemudian ambil sebuah barbel lalu angkat dengan kedua tangan keatas kepala. Letakan barbel secara vertikal tepat dibelakang kepala dengan posisi siku yang menekuk. Lakukan latihan ini sebanyak 12 hingga 15 kali.

    2. Barbel Lateral dan Front Raise

    Mulailah dengan berdiri tegak dan lemaskan lutu, kemudian tegakan bahu dan dada. Pegang barbel dengan kedua tangan dan lutut dalam posisi lemas atau rileks ya. Niakan lengan ke arah samping tutbuh sampai setinggi bahu, lalu turunkan kembali tangan kamu keposisi awal. Jangan coba-coba untuk melakukan dengan satu tangan jika kamu masih pemula ya.

    3. Bicep Curls

    Berdirilah tegak dengan memegang dua buah barbel dimasing-masing tangan. Lalu letakkan barbel dipaha dengan telapak tangan menghadap ke atas. Tekuk siku kamu, dimulai dengan lengan kanan, kemudian tarik barbel ke arah bahu. Turunkan tangan keposisi awal lagi dan lakukan hal yang sama untuk lengan kiri.


    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.















    Oleh: iin anggryani

    2 hari lalu

    Kerakusan Manusia untuk Kekuasaan

    Dibaca : 452 kali

    Salam.. Manusia adalah salah satu makhluk yang di ciptakan Allah yang diberi kesempurnaan berupa kelengkapan akal dan nafsu sehingga beda dengan makhluk lainnya. Bumi adalah tempat hidupnya manusia. Manusia adalah makhluk yang paling unik juga na’if. Manusia pada dasarnya adalah makhluk bersosial, bermasyarakat dan berkelompok. Manusia diciptakan dengan dua jenis yaitu laki-laki dan perempuan. Sedangkan kekuasaan adalah kewenangan yang didapatkan atau di berikan kepada salah satu manusia atau kelompok yang dianggap mampu mengemban tugas tersebut. Manusia berlaku sebagai subjek sekaligus objek dalam kekuasaan atau jabatan. Manusia era sekarang ini berlomba-lomba untuk menduduki wewenang kekuasaan, segala cara mereka lakukan agar bisa mendapatkan posisi itu. Yah karena menurut mereka dengan mampu menduduki wilayah kekuasaan itu merupakan sebuah keistimewaan, kebnaggaan bagi mereka. Mereka tidak tahu berani naik dan berada di posisi itu adalah sebuah tanggungjawab besar yang kelak mereka harus memenuhinya, yang banyak manusia lain bertumpu dan beradu nasib padanya. Tapi kita lihat saja koledornya sekarang ini, banyak manusia yang berada di jabatan sebagai pemimpin daerah, desa bahkan Negara yang lupa akan tugas utamanya, menaungi masyarakat sehingga dengan itu banyak sekali kita lihat sekarang ini pemimpin banyak yang dzolim. Banyak sekarang ini terjadi perang saudara, saling bacok membacok, anak membunuh ayah, kakak membuh adek itu tidak lain motifnya karena berebutan kekuasaan. Memang tidak heran lagi banyak orang bilang dari dulu sampai sekarang kekuasaan dan kedudukan selalu saja menjadi objek yang menarik manusia untuk merebutnya. Banyak sekali kita lihat manusia yang menjadi gila karena haus akan kekuasaan, sehingga apapun cara rela dilakukan demi meraihnya. Kekuasaan memang membuat kita lupa diri dan membutakan hati nurani kita. Kekuasaan terlihat seperti madu dari jauh oleh mata manusia yang haus akannya, yang seketika akan berubah jadi racun apabila kita mendekati dan ada didalamnya. Karena ketika kita berada dalam kekuasaan jelas sekali agama dan ajaran moral, etika akan disingkirkan. Harus kejam itulah senjatanya. Ketika berada dalam kekuasaan, orang yang benar dan luruspun bisa menjadi tersesat, apalagi yang sebelumnya tidak benar. Orang bijak pernah mengatakan “bila ingin hidup dalam kebenaran, maka hindarilah untuk masuk dalam kekuasaan”. Orang-orang yang sudah terpedaya dan sangat haus akan kekuasaan akan rela melakukan apa saja dan mengejarnya bahkan sampai ke ujung dunia sekalipun bahkan rela mengorbankan segala hal. Machiavelli mengatakan pada dasarnya, selalu ada manusia didunia ini yang memiliki ambisi besar untuk berkuasa, dan merealisasikan ambisinya itu dengan berbagai cara. Manusia harusnya dengan kekuasaan itu harus memberikan manfaat dan pelayanan yang baik bagi rakyatnya. Kekuasaan biasanya tergantung dari manusia mana yang memegangnya, kalau orang baik yang memegangnya maka kekuasaan akan digunakan untuk melayani masyarakat sehingga terciptanya kemakmuran, kedamaian, dan keteraturan. Dan sebaliknya kalau orang salah, gila jabatan dan haus akan kekuasaan maka tidak heran lahir semua kehancuran, banyak permusuhan, saling benci dan lain sebagainya. Manusia ketika mendapati sebuah kekuasaan banyak berubahnya, menganggap dirinya yang paling tinggi dari manusia lainnya dan seenaknya memperlalukan yang lainnya. Manggekompo, 18 Januari 2020 I’in Khairudin