DKV Universitas Esa Unggul Gelar Workshop di Esa Unggul Kampus Bekasi

Senin, 2 Maret 2020 13:39 WIB
Bagikan Artikel Ini
img-content0
img-content
Iklan
img-content
Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

Program Studi DKV mengadakan workshop di Kampus Esa Unggul Kota Harapan Indah , pada tanggal 28 Februari 2020 Workshop yang diikuti oleh mahasiswa-mahasiswi prodi DKV dari kampus Esa Unggul KHI dan Kebon Jeruk. Workshop yang diadakan antara lain yang pertama yaitu Pewarnaan kaos dengan teknik Tie Dye, Transfer foto dari kertas ke kayu menggunakan lem Crona, dan yang terakhir kegiatan mural dan graffiti. Tie dye atau dalam bahasa Indonesia berarti ikat celup merupakan teknik mewarnai kain dengan cara mengikat kain dengan cara tertentu sebelum dilakukan pencelupan. Teknik ikat celup sering juga dipadukan dengan teknik lain seperti batik. Di Indonesia sendiri, teknik ini banyak dikenal dengan nama lain seperti pelangi atau cinde yang dikenal oleh masyarakat Palembang, tritik atau jumputan (Jawa), dan sasarengan (Banjarmasin). Ketua Program studi DKV Ahmad Fuad menjelaskan Kegiatan workshop ini diharapkan dapat meningkatkan kreativitas mahasiswa DKV Esa Unggul dan menumbuhkan jiwa entrepreneurial sehingga mereka dapat menciptakan produk-produk kreatif yang baru. Fuad berharap para anak muda (Generasi Milineal) mampu mengupgrade skill disejumlah bidang, hal ini dikarenakan paltform pembelajaran untuk mengupgrade keahlian saat ini banyak tersebar di sejumlah media sehingga sangat sayang sekali jika tidak dimanfaatkan. Karena dengan mengupgrade skill kita mampu melihat peluang apa saja yang akan kita dapatkan di masa depan

Program Studi DKV mengadakan workshop di Kampus Esa Unggul Kota Harapan Indah , pada tanggal 28 Februari 2020 Workshop yang diikuti oleh mahasiswa-mahasiswi prodi DKV dari kampus Esa Unggul KHI dan Kebon Jeruk. Workshop yang diadakan antara lain, yang pertama, yaitu pewarnaan kaos dengan teknik Tie Dye, Transfer foto dari kertas ke kayu menggunakan lem Crona, dan yang terakhir kegiatan mural dan graffiti.

Tie dye atau dalam bahasa Indonesia berarti ikat celup merupakan teknik mewarnai kain dengan cara mengikat kain dengan cara tertentu sebelum dilakukan pencelupan. Teknik ikat celup sering juga dipadukan dengan teknik lain seperti batik.

Di Indonesia sendiri, teknik ini banyak dikenal dengan nama lain seperti pelangi atau cinde yang dikenal oleh masyarakat Palembang, tritik atau jumputan (Jawa), dan sasarengan (Banjarmasin). 

Ketua Program studi DKV Ahmad Fuad menjelaskan Kegiatan workshop ini diharapkan dapat meningkatkan kreativitas mahasiswa DKV Esa Unggul dan menumbuhkan jiwa entrepreneurial sehingga mereka dapat menciptakan produk-produk kreatif yang baru.

Fuad berharap para anak muda (Generasi Milineal) mampu mengupgrade skill disejumlah bidang, hal ini dikarenakan paltform pembelajaran untuk mengupgrade keahlian saat ini banyak tersebar di sejumlah media sehingga sangat sayang sekali jika tidak dimanfaatkan. Karena dengan mengupgrade skill kita mampu melihat peluang apa saja yang akan kita dapatkan di masa depan

www.esaunggul.ac.id

Salah satu karya dari mahasiswa Desain Komunikasi Visual

Bagikan Artikel Ini
img-content
rendy.ramadhani

Penulis Indonesiana

0 Pengikut

Baca Juga











Artikel Terpopuler