Pilihan Pelajar - Analisis - www.indonesiana.id
x

Ahmad Irso Kubangun

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 26 April 2019

Selasa, 31 Maret 2020 18:54 WIB

  • Analisis
  • Topik Utama
  • Pilihan Pelajar


    Dibaca : 2.708 kali

    Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

    Akhirnya, harus belajar dalam jaringan (daring). Bekennya, belajar online. Kepada semua jenjang studi. Mulai PAUD, TK, SD hingga SMA/SMK, dan perguruan tinggi. Resmi diatur Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud).

    Sebab pandemi global wabah virus Covid-19 yang juga melanda Indonesia berisiko tinggi--sangat besar mengancam keselamatan diri jika teteap digelar pendidikan tatap muka. Seperti biasanya.

    Belajar online pun pilihannya. Belajar jarak jauh. Supaya generasi muda Indonesia aman dan tetap sehat.

    Namun, masih ada saja keluhan soal sistem belajar online. Dengan berbagai dalih, banyak dalil penyebab keluh kesah. Yang katanya beban pelajaran dari Guru  terlalu banyak diberikan ke murid. Yang katanya tugas belajar menumpuk tapi waktu dikumpulkan sangat mepet. Yang katanya akses internet kerap terganggu.

    Ah, masih banyak lagi, terlalu banyak kalau disebutkan satu per satu.

    Begini, cara belajar online yang ditetapkan Menndikbud Nadiem Makarim jangan diartikan kaku adalah harus total dengan modul internet. Menteri Nadiem sudah menjelaskan, silahkan para guru berinovasi dan berakselarasi soal skema belajar online atau jarak jauh. Tidak monoton harus dengan internet dan komputer atau laptop.

    Intinya, bisa pilih model belajar jarak jauh. Tanpa beban PR juga tidak masalah. Yang penting tetap mendidik dan membawa anak-anak sekolah terus belajar.

    Di sinilah dibutuhkan kreativitas serta inovasi sekolah juga gurunya. Bagaimana menyusun skema belajar jarak jauh yang efektif ke murid. Sehingga tidak ada merasa terbebani dan disalahkan.

    Namun bila tetap ingin memanfaatkan akses internet, juga silahkan. Bebas saja. Malahan Menteri Nadiem memfasilitasi fitur belajar yang bisa diakses di laman Kemendikbud.

    Begitu juga upaya Menteri Nadiem merangkul berbagai platform untuk menyediakan gratis modul belajar online. Jadi boleh dipilih yang mana diinginkan. Asal tujuannya tetap belajar.

    Lagi pula, dengan Guru menentukan sendiri format kegiatan belajar-mengajar sesuai kebutuhan dan kemampuan, maka selaras dengan ide kerja Menteri Nadiem soal Merdeka Belajar. Membentuk Guru dan murid berkualitas yang inovatif, kreatif, aktif dan bernalar.

    Ini semua kembali tentang penentuan pola saja. Bagaimana sekolah dan Guru menciptakan suasana belajar-mengajar jarak jauh dengan nyaman saja.

    Apapun pilihannya, ingin memanfaatkan akses internet atau tidak.

    Atau jangan-jangan, guru sudah susun pola belajar-mengajar sangat efektif, tapi memang dasarnya kalau malas, tetap saja merasa terbebani.*

    Ikuti tulisan menarik Ahmad Irso Kubangun lainnya di sini.



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.