Dandim 0815/Mojokerto Bersama Kapolresta Gelar Rakor Program Quick Wins 2020 - Peristiwa - www.indonesiana.id
x

Dandim 0815/Mojokerto Bersama Kapolresta saat Rakor Program Quick Wins 2020 di Mapolres Mojokerto Kota

Anan Alkarawangi

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 26 April 2019

Rabu, 1 April 2020 06:26 WIB
  • Peristiwa
  • Berita Utama
  • Dandim 0815/Mojokerto Bersama Kapolresta Gelar Rakor Program Quick Wins 2020

    Dibaca : 689 kali

    Mojokerto, - Dalam mengantisipasi dampak bencana non alam wabah Corona Virus Disease (COVID 19), Dandim 0815/Mojokerto, Letkol Inf Dwi Mawan Sutanto, SH., bersama Kapolres Mojokerto Kota AKBP Bogiek Sugiyarto, SH, S.IK, MH., menggelar Rakor Program Quick Wins 2020 di Mapolres Mojokerto Kota, Jalan Bhayangkara Kota Mojokerto, Jawa Timur, Selasa (31/03/2020).

    Hadir dalam kegiatan, antara Kabid P2P Dinkes Kota Mojokerto dr. Farida Mariana sebagai narasumber, Danramil 0815/01 Pralon Kapten Inf Budiyono, Danramil 0815/19 Magersari Kapten Inf Desto Jumeno, Pasi Ops Kodim 0815/ Mojokerto Kapten Arh Suminto, Kapolsek Magersari Kompol M. Sulkan, SH., Kapolsek Prajurit Kulon Kompol Mas Vefiati, Para PJU Polresta, para Camat, Kepala Kelurahan se-Kota Mojokerto.

    Pada kesempatan tersebut, Dandim 0815/Mojokerto Letkol Inf Dwi Mawan Sutanto, SH., menyampaikan,  himbauan pemerintah dengan perintah bekerja di rumah dan tidak kemana-mana, namun himbauan ini dimanfaatkan sebagian masyarakat untuk keluar rumah.

    Lebih lanjut, Mantan Danyon Raider Khusus 752/VCS Sorong Papua Barat ini, menegaskan, untuk mencegah dan memutus mata rantai Covid-19, Pemerintah bersama TNI-Polri telah menyampaikan himbauan, dari social distancing menjadi physical distancing, atau harus menjaga jarak aman saat interaksi sosial.

    Selain itu, masih terkait dengan antisipasi Covid-19, kita juga harus menyediakan ruang isolasi, yang petugasnya dari Babinsa, Bhabinkamtibmas dan Dinas Kesehatan.

    Dandim 0815/Mojokerto Bersama Kapolresta saat Rakor Program Quick Wins 2020 di Mapolres Mojokerto Kota

    Masih dalam Rakor tersebut, Kapolres Mojokerto Kota juga menyampaikan terkait langkah-langkah penganggulangan wabah virus corona di 18 kelurahan wilayah Kota Mojokerto, termasuk mendirikan Posko Kesehatan.

    Pemberian materi oleh Kabid P2P Dinkes Kota Mojokerto dr. Farida Mariana dari Dinkes Kota Mojokerto, dilanjutkan diskusi dan kesimpulan hasil Rakor Program Quick Wins 2020, menjadi penutup kegiatan tersebut.


    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.











    Oleh: Admin

    Minggu, 31 Mei 2020 10:05 WIB

    Digeser Suplayer Telur Kabupaten, Peternak: Pak Bupati, Beri Kami Kesempatan

    Dibaca : 1.147 kali

    Tuban - Belum selesai polemik soal beras berkutu di program BPNT, kini muncul suplayer yang mengatasnamakan diri suplayer kabupaten. Tak ayal, kehadiran suplayer telur kabupaten inipun menggeser peternak lokal. Adalah Sahli, Peternak Ayam Petelur di Desa Pongpongan Kec. Merakurak yang mengeluhkan tak lagi bisa ikut menyuplai telur dalam program BPNT. Pasalnya, e-warong sembako di desanya sudah memiliki suplayer baru yang ditunjuk dari kabupaten. Akibatnya, Sahli kehilangan pangsa pasar terdekat yang ada di desanya. "Katanya sudah ada suplayer baru dari kabupaten yang bertugas menyuplai telur di program BPNT, jadi e-warong sekarang tidak lagi ambil telur dari saya" terang Sahli saat di temuai di kandangnya, Kamis, 21/05/2020. Sahli menuturkan, peternak ayam petelur yang ada di desanya sebenarnya cukup merasakan dampak ekonomi dari program andalan Jokowi ini. Ia dan teman-temannya tidak perlu jauh-jauh mencari pangsa pasar untuk telur yang dihasilkan dari kandangnya. Selain itu, harga jualnya juga relatif setabil dan kompetitif. Namun semenjak kehadiran suplayer kabupaten ini, ia terpaksa harus mencari pangsa pasar baru. "Dulu telur tidak pernah keluar dari desa karena diambil Agen BPNT, sekarang saya terpaksa jual telurnya ke tengkulak meski harganya lebih murah" terang pemuda yang sudah menggeluti peternakan unggas sejak 5 tahun terakhir ini. Terpisah, Aripin, peternak ayam petelur di desa yang sama juga menyayangkan masuknya suplayer baru dari luar desa. Menurutnya, supplier kabupaten ini makin menambah derita peternak ayam petelur yang beberapa bulan terakhir ini mengalami guncangan harga akibat beredarnya telur yang diduga HE. Jika hadirnya suplayer luar di BPNT Desa Pongpongan ini adalah kebijakan Bupati, Arifin meminta agar kebijaka itu dievaluasi. "Mohon Pak Bupati bisa melindungi peternak lokal. Beri kami kesempatan untuk menyuplai telur di desa kami" pinta Arifin. Untuk diketahui, adanya komoditi telur dalam program BPNT ini telah memantik semangat warga desa mencoba peruntungan dalam bidang perunggasan. di Desa Pongpongan sendiri, saat ini terdapat 5 kandang ayam petelur milik warga. Dua diantaranya merupakan kelompok binaan dari PT. Semen Indonesia. Diperkirakan, tahun ini juga akan muncul lagi peternak-peternak baru yang menggeluti peternakan ayam petelur. Hal ini diketahui dari banyaknya usulan peternakan unggas dari kelompok masyarakat yang yang masuk melalui program CSR Semen Indonesia tahun 2020 untuk Desa Pongpongan (tro/id).