x

Iklan

Syarifudin

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 29 April 2019

Rabu, 1 April 2020 11:44 WIB

Pasca Penetapan PSBB: Polri Lini Depan Non Medis

Pasca kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar untuk cegah Covid-19, saatnya perkuat solidaritas sosial perketat physical distancing. Polri pun jadi lini depan nonmedis.

Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

Wabah virus corona kian merebak di Indonesia. Per kemarin (31/3), total kasus positif menjadi 1.528 orang, pasien dirawat 1.311 orang, pasien meninggal dunia 136 orang, dan pasien sembuh 81 orang. Entah, berapa banyak lagi korban virus corona di waktu mendatang?

Pemerintah pun sudah menerbitkan peraturan pemerintah tentang Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dan Keppres Darurat Kesehatan Masyarakat. Bahkan lebih dari itu, berkomitmen untuk meorgoh kocek anggaran APBN sebesar Rp 405,1 triliun untuk penanganan COVID-19. Maka kini, dibutuhkan kesadaran semua pihak utamanya masyarakat untuk bahu-membahu memerangi bahaya Covid-19. Agar wabah virus corona bisa segera diakhiri di Indonesia, di samping tidak menelan korban yang lebih besar lagi.

Sungguh, melawan pandemi Covid-19 yang penyebarannya meluas diperlukan gotong royong dari semua pemangku kepentingan, baik di tingkat pusat maupun daerah. Di samping solidaritas sosial untuk melawan wabah Covid-19. Selalu menjaga jarak sosial, #DiRumahAja, menghindari kerumunan massa, selalu mencuci tangan, dan menjaga imunitas tubuh. Tanpa itu, rasanya sulit untuk meredam wabah penyakit yang berbahaya Covid-19 ini.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Maka pasca kebijakan PSBB dan darurat kesehatan masyarakat, sangat dibutuhkan mekanisme dan implementasi terukur. Untuk memastikan upaya meredam wabah Covid-19 terlaksana dengan baik di lapangan dan penanganannya terintegrasi dalam “satu komando”.

Selain tenaga medis sebagai garda terdepan dalam penyembuhan pasien Covid-19, tidak salah bila harapan untuk meredam Covid-19 dialamatkan kepada Kepolisian RI (Polri), termasuk TNI. Karena Polri memiliki kapasitas mumpuni untuk memperketat imbauan physical distancing atau social distancing dan membubarkan kerumunan massa sebagai titik penyebaran Covid-19.

Bak gayung bersambut, Polri pun menyatakan pihaknya akan fokus melakukan pengawasan terkait physical distancing. "Polri pada prinsipnya mendukung kebijakan pemerintah. Kami akan pembatasan sosial berskala besar dan darurat kesehatan masyarakat. Polri siap mengamankan melalui operasi kepolisian," kata Brigjen Argo Yuwono, Karo Penmas Divisi Humas Polri dalam konferensi pers yang disiarkan lewat Instagram Humas Polri (31/3/2020).

Selain memperketat physical distancing, Polri pun siap mengawasi ketersediaan bahan pokok, mulai dari tahap jaminan stok, distribusi hingga kestabilan harga bahan pokok. Agar masyarakat tidak terjadi kepanikan dan menjaga kondusifitas ketertiban masyarakat. Bahkan Polri kini pun tengah menyiapkan rencana kontingensi dalam menghadapi arus mudik lebaran di tengah pandemi virus corona.

Juga tidak kalah penting. Masyarakat tanpa terkecuali pun harus memperkuat solidaritas sosial. Wabah virus corona adalah bencana nasional. Maka, harus ada kesadaran untuk gotong royong, sinergi, dan strategi bersama dalam meredam bahaya Covid-19. Masyarakat harus terlibat aktif memperkuat solidaritas sosial dalam mencegah virus corona. Solidaritas sosial paling sederhana ada mematuhi imbauan pemerintah dan aparat keamanan. Untuk selalu menjaga jarak sosial atau physical distancing, #DiRumahAja, dan menghindari kerumunan massa.

Solidaritas sosial, bisa jadi, obat ampuh untuk mencegah wabah virus corona. Solidaritas bersama anggota masyarakat untuk 1) saling mengingatkan pentingnya menjaga jarak, 2) tetap #DiRumahAja untuk memutus rantai penyebaran Covid-19, 3) saling membantu sesama anggota masyarakat yang mengalami kesulitan akibat wabah Covid-19, seperti pekerja informal dan tenaga medis, dan 4) tidak mempolitisasi wabah Covid-19 untuk kontestasi politik.

Dari hari ke hari, jumlah kasus positif Covid-19 terus meningkat. Berbagai kebijakan pun sudah ditetapkan. Kini saatnya berjuang bersama untuk mencegah Covid-19. Sudahi kepanikan yang berlebihan. Akhiri silang pendapat di luar konteks penanganan virus corona. Maka jauhi pertikaian, politisasi, dan saling nyinyir dalam meredam Covid-19. Karena Covid-19 bukan komoditas politik. Tapi Covid-19 adalah arena perjuangan kemanusiaan; ujian terhadap solidaritas sosial semua elemen bangsa.

Maka siapapun, harus sadar bahwa tujuan utama hari ini adalah memutus rantai penyebaran Covid-19 dan mengakhiri musibah virus corona dari bumi Indonesia. Covid-19 adalah musuh tidak kasat mata. Maka harus dihadapi dengan memperkuat solidaritas sosial … #LawanVirusCorona

Ikuti tulisan menarik Syarifudin lainnya di sini.


Suka dengan apa yang Anda baca?

Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.












Iklan

Terpopuler

Pagan

Oleh: Taufan S. Chandranegara

4 hari lalu

Terpopuler

Pagan

Oleh: Taufan S. Chandranegara

4 hari lalu