Sinopsis Yoobyeolna Chef Moon, Drama Tentang Percintaan Chef dan Desainer - Analisa - www.indonesiana.id
x

Sinta Nurhikmah

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 30 September 2019

Kamis, 9 April 2020 07:38 WIB
  • Analisa
  • Berita Utama
  • Sinopsis Yoobyeolna Chef Moon, Drama Tentang Percintaan Chef dan Desainer

    Dibaca : 2.781 kali

    Mengisahkan tentang perjalanan cinta dari seorang koki kenamaan Moon Seung Mo (Eric) yang selalu berusaha untuk mengemban tanggungjawabnya sebagai koki. Sebagai anak yatim piatu yang sudah ditinggal oleh orang tua karena sebuah kebakaran, membuat Seung Mo sudah mahir untuk hidup sendiri di desa Seo Ha yang kuno. 

    Menekuni hobinya yang sudah dijadikannya sebagai mata pencaharian, Seung Mo tak hanya ingin menikmati makanannya seorang diri. Ia selalu memberikan resep terbaiknya pada semua kalangan. Dirinya juga selalu membuat sebuah santapan kuliner korea yang booming dan dikenal di segala penjuru negeri Ginseng tersebut. 

    Menyukai dunia masak, Seung Mo lebih tertarik menggunakan bahan-bahan organik untuk bahan makanannya. Mengetahui bagaimana dunia kuliner saat ini diduduki oleh MSG dan banyak pula bahan yang tidak higienis, membuat Seung Mo ingin menerapkan gaya hidup yang sehat dan juga bersih. 

    Di sisi lain, Yoo Yoo Jin (Go Won He) merupakan perempuan yang dikenal dengan sebutan Yoo Bella. Kemahirannya dalam merancang busana, membuat Yoo Bella juga dikenal banyak orang. Namun, akibat sebuah musibah kecelakaan yang menimpa dirinya, membuat Yoo Bella kehilangan beberapa ingatannya. 

    Kepribadiannya sangat berbeda dengan Yoo Bella yang terdahulu. Bagaimana dulu ia merupakan sosok yang senang akan keglamoran, kini telah berubah menjadi seorang perempuan yang ceroboh, sehingga membuat dirinya memiliki julukan Yoobyeolna atau dikenal aneh oleh penduduk desa Seo Ha. 

    Sama-sama tinggal di sebuah desa bernama Seo Ha, kehidupan Seung Mo pun mendadak berubah ketika Yoo Bella atau Yoobyeolna hadir di desanya tersebut. Pandangan dan hatinya selalu terarah pada perempuan yang tak lagi memiliki gelar glamor, tetapi ceroboh tersebut. 

    Berlatar genre romance dan melodrama, KDrama Yoobyeolna Chef Moon membawa kisah yang unik dan juga indah. Memperlihatkan bagaimana sisi desa yang tentram, juga menjadikan pembawaan para pemeran Yoobyeolna Chef Moon didukung dengan baik dan mengena di hati para penontonnya. 

    Diketahui Eric merupakan salah satu anggota dari boyband Shinwa yang terakhir kali bermain dalam KDrama bertajuk Another Miss Oh. Go Won Hee sendiri tentu sudah tidak asing bagi para penggemar KDrama, terutama Waikiki season pertama. Bermain dalam Welcome to Waikiki, nama Go Won Hee pun semakin melejit. Ditambah dirinya juga bermain dalam KDrama Parfume baru-baru ini.

    Kini, keduanya dipertemukan untuk yang pertama kalinya dalam KDrama melodrama yang tentunya membawa kisah yang belum pernah keduanya mainkan. Sama-sama mencoba untuk mengobati rasa sedih dan trauma, Yoobyeolna Chef Moon juga mengisahkan tentang healing love. 

    Sudah mulai bisa disaksikan semenjak 27 Maret 2020 silam menggantikan slot penayangan Touch, Yoobyeolna Chef Moon bisa disaksikan setiap hari Jumat dan Sabtu pada pukul 23.00 waktu Korea. Dengan menghadirkan 16 episode, jangan sampai terlewat kisah keduanya di setiap episode ya. Selamat menyaksikan.


    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.











    Oleh: Admin

    4 hari lalu

    Digeser Suplayer Telur Kabupaten, Peternak: Pak Bupati, Beri Kami Kesempatan

    Dibaca : 1.043 kali

    Tuban - Belum selesai polemik soal beras berkutu di program BPNT, kini muncul suplayer yang mengatasnamakan diri suplayer kabupaten. Tak ayal, kehadiran suplayer telur kabupaten inipun menggeser peternak lokal. Adalah Sahli, Peternak Ayam Petelur di Desa Pongpongan Kec. Merakurak yang mengeluhkan tak lagi bisa ikut menyuplai telur dalam program BPNT. Pasalnya, e-warong sembako di desanya sudah memiliki suplayer baru yang ditunjuk dari kabupaten. Akibatnya, Sahli kehilangan pangsa pasar terdekat yang ada di desanya. "Katanya sudah ada suplayer baru dari kabupaten yang bertugas menyuplai telur di program BPNT, jadi e-warong sekarang tidak lagi ambil telur dari saya" terang Sahli saat di temuai di kandangnya, Kamis, 21/05/2020. Sahli menuturkan, peternak ayam petelur yang ada di desanya sebenarnya cukup merasakan dampak ekonomi dari program andalan Jokowi ini. Ia dan teman-temannya tidak perlu jauh-jauh mencari pangsa pasar untuk telur yang dihasilkan dari kandangnya. Selain itu, harga jualnya juga relatif setabil dan kompetitif. Namun semenjak kehadiran suplayer kabupaten ini, ia terpaksa harus mencari pangsa pasar baru. "Dulu telur tidak pernah keluar dari desa karena diambil Agen BPNT, sekarang saya terpaksa jual telurnya ke tengkulak meski harganya lebih murah" terang pemuda yang sudah menggeluti peternakan unggas sejak 5 tahun terakhir ini. Terpisah, Aripin, peternak ayam petelur di desa yang sama juga menyayangkan masuknya suplayer baru dari luar desa. Menurutnya, supplier kabupaten ini makin menambah derita peternak ayam petelur yang beberapa bulan terakhir ini mengalami guncangan harga akibat beredarnya telur yang diduga HE. Jika hadirnya suplayer luar di BPNT Desa Pongpongan ini adalah kebijakan Bupati, Arifin meminta agar kebijaka itu dievaluasi. "Mohon Pak Bupati bisa melindungi peternak lokal. Beri kami kesempatan untuk menyuplai telur di desa kami" pinta Arifin. Untuk diketahui, adanya komoditi telur dalam program BPNT ini telah memantik semangat warga desa mencoba peruntungan dalam bidang perunggasan. di Desa Pongpongan sendiri, saat ini terdapat 5 kandang ayam petelur milik warga. Dua diantaranya merupakan kelompok binaan dari PT. Semen Indonesia. Diperkirakan, tahun ini juga akan muncul lagi peternak-peternak baru yang menggeluti peternakan ayam petelur. Hal ini diketahui dari banyaknya usulan peternakan unggas dari kelompok masyarakat yang yang masuk melalui program CSR Semen Indonesia tahun 2020 untuk Desa Pongpongan (tro/id).