x

Iklan

Syarifudin

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 29 April 2019

Minggu, 26 April 2020 06:25 WIB

Sementara Mudik dan Pulang Kampung Diperdebatkan, Polri Siaga di Jalanan Antisipasi Pemudik

Sementara mudik dan pulang kampung diperdebatkan, Polri tetap siaga di jalan untuk pastikan larangan mudik.

Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

Sudahi Debat Mudik dan Pulang Kampung, Polri Tetap Siaga di Jalanan

 

Apa perlu memperdebatkan soal mudik dan pulang kampung?

Tentu bila dikaji, esensinya bukan soal mudik atau pulang kampung. Tapi upaya mencegah penyebaran virus corona Covid-19 harus dilakukan. Agar wabah virus corona tidak merebak hingga ke kampung halaman para pemudik. Demi keselamatan dan kesehatan masyarakat dan keluarga besarnya di saat Idul Fitri 1441 H.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Maka sangat bijak, bila masyarakat menyudahi perdebatan soal kata “mudik” dan “pulang kampung”. Larangan mudik dikeluarkan, sesungguhnya untuk menyelamatkan nyawa masyarakat dari bahaya virus corona Covid-19. Pemerintah berkepentingan untuk mencegah penyebaran virus corona, agar jiwa saudara-saudara kita di kampung halaman tidak terdampak.

Harus diakui, kondisi bangsa Indonesia kini sedang dalam situasi darurat. Akibat wabah virus corona. Jangankan soal kata atau istilah yang diperdebatkan, sholat tarawih atau sholat Jumat saja pun diimbau untuk dilakukan di rumah. Selama masa pandemi Covid-19, selama PSBB diberlakukan. Dan kondisi ini bukan hanya di Indonesia. Tapi di seluruh dunia.

Terlepas dari perdebatan itu, Kepolisian RI (Polri) pun telah merespon dengan cepat kebijakan larangan mudik dengan mendirikan ribuan pos pengamanan di berbagai lokasi. Tidak kurang dari 2.582 pos yang terbagi dalam tiga kategori yaitu pos PAM, pos pelayanan dan pos terpadu. Polri sebagai garda terdepan dalam upaya pencegahan Covid-19 bertekad memastikan larangan mudik diberlakukan, di samping tetap melayani para pemudik agar mereka yang sudah terlanjur berangkat untuk kembali ke rumah. Demi keselamatan bersama.

“Intinya, Polri tetap siaga dan mendukung kebjakan pemerintah. Namun begitu, akses tol dan arteri tidak ditutup. Agar kendaran pembawa kebutuhan pokok dan alat medis tetap berjalan. Namun jika masyartakat tetap mudik maka akan dilakukan penindakan oleh polisi. Tentu, upaya persuasif humanis dengan santun dilakukan kepada pengguna jalan” ujar Kombes Asep Adisaputra, Kepala Bagian Penerangan Umum Divisi Humas Polri (21/4/2020).

Melalui Operasi Ketupat yang digelar sejak 24 April 2020, Polri akan tetap berada di jalan. Sekaligus melakukan skema penyekatan di 19 titik wilayah yang disinyalir bisa digunakan pemudik untuk melintas di jalan luar provinsi. Seluruh rute ini akan dijaga kepolisian setempat untuk mengantisipasi adanya mobilisasi masyarakat untuk melakukan mudik. Karena itu, Polri memastikan bahwa larangan mudik semata-mata ditujukan untuk mencegah penyebaran virus corona.

Maka sudahi perdebatan soal mudik dan pulang kampung. Sehingga tidak terjadi kebingungan di masyarakat. PSBB sudah diberlakukan, larangan mudik pun sudah tetapkan. Maka esensinya, masyarakat secara bersama-sama  harus disiplin. Untuk menaati aturan dan ketentuna yang berlaku, utamanya larangan mudik. Karena esensinya, agar penyebaran wabah virus corona dapat dicegah. Dan bila perlu, bangsa Indonesia mampu melewati masa sulit ini sesegera mungkin. Agar wabah virus corona cepat berakhir di Indonesia. Tentu berkat sikap disiplin dan pengertian seluruh pihak.

Selain melakukan penyekatan di jalan, Polri juga tidak segan memberikan peringatan keras kepada pemudik yang bandel. Atau tetap melakukan perjalanan. Sehingga nantinya, pemudik yang membandel akan diperingatkan dan diminta putar balik kendaraannya. Bila perlu dikenakan sanksi tegas sesuai aturan yang berlaku.

Maka sekali lagi, masyarakat diimbau untuk menaati PSBB untuk tetap jaga jarak sosial dan menghindari kerumunan, termasuk larangan mudik. Karena di balik mudik, akan terjadi kondisi kerumuman dan keramaian yang jadi sebab mudahnya penyebaran virus corona. Keadan itulah yang harus dihindari bila semua pihak ingin wabah virus corona segera berakhri.

Sekali lagi, sudahi perdebatan soal mudik dan pulang kampung. Tetaplah disiplin #DiRumahAja dan hindari kerumunan. Demi keselamatan jiwa bersama sebagai bangsa …

Ikuti tulisan menarik Syarifudin lainnya di sini.


Suka dengan apa yang Anda baca?

Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.












Iklan

Terpopuler

Terkini

Terpopuler