x

Iklan

Dhea

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 26 April 2019

Jumat, 1 Mei 2020 05:50 WIB

7 Gaya Hidup di Saat Puasa Ini Bisa Bikin Bokek Keuangan

Di masa sulit karena Covid-19 ini, ada saja yang justru menjalani dengan gaya hidup boros yang bikin bokek duit. Memang, kebanyakan hal ini dilakukan secara tak sadar justru. Karena dilakukan secara tidak sadar, tatkala masa puasa berakhir kelak hanya bisa gigit jari melihat keuangan yang telah kering-kerontang

Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

Di masa sulit karena Covid-19 ini, ada saja yang justru menjalani masa puasa dengan gaya hidup boros yang bikin bokek duit. Memang, kebanyakan dari kita tidak memilih untuk hidup boros, tapi toh secara tak sadar justru menghambur-hamburkan uang.

Masa puasa sebagai ajang untuk berbenah kadang diciderai dengan apresiasi-apresiasi yang berlebihan manakala mampu menuntaskan puasa harian. Karena hal ini dilakukan secara tidak sadar maka tatkala masa puasa berakhir hanya bisa gigit jari melihat keuangan yang telah kering-kerontang.

Nah, biar keuangan tidak bokek saat masa puasa, hindari gaya hidup tidak sehat berikut ini:

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

1. Cuekin Atur Duit

Menyepelekan budgeting dan pengalokasian keuangan selama puasa bikin duit teralokasi ke pos-pos yang tak diinginkan. Budegting ini penting karena menjadi juga alat pemantau keuangan apakah sudah sesuai dengan budgeting atau hanya dilakukan ala kadarnya.

2. Tidak Masak Sendiri

Puasa kali ini memang unik bagi masyarakat muslim pada umumnya. Saat semua bekerja, belajar dan beribadah di rumah, justru beberapa orang memilih tidak mau memasak sendiri. Ini termasuk kesalahan karena memasak sendiri itu selain terjamin kesehatannya, juga bikin irit keuangan. Itung-itung sekaligus upgrade kekampuan memasak selama PSBB karena Covid-19.

3. Terjebak Promo Online

Di saat bekerja, belajar dan beribadah di rumah karena Corona banyak aktivitas dilakukan secara online. Nah, saat online apa pun paparan online kerap dialami. Maklum, masa puasa adalah masa bagi toko-toko online untuk berbagi berkah dengan memberikan promo, potongan harga dan diskon-diskon yang menggiurkan.

Nah, bagi yang tak kuat alias lapar mata maka tak jarang justru terjebak promo ini-itu sehingga keuangan pun menjadi amburadul karena lapar mata semacam ini banyak didasari keinginan semata, bukannya kebutuhan.

4. Balas Dendam Saat Berbuka Puasa

Bagi yang tidak memahami makna puasa dengan baik maka berbuka menjadi "ajang balas dendam". Alhasil, berbuka puasa dengan berbagai menu makanan yang dibeli membikin keuangan menjadi tak terkendali. Ada saja mereka yang saat jelang berbuka membeli makanan secara gila-gilaan alias kalap karena lapar mata. So, kurangi jajan berlebihan secara online.

5. Acuhkan Investasi

Saat puasa di masa PSBB kali ini sudah sepantasnya ada surplus duit karena banyak memasak sendiri, meniadakan bukber hingga batal mudik. Sayangnya, tidak sedikit yang acuh dengan upaya mengembangan duit. kebanyakan meilih mengendapkan duit yang tak terpakai dengan konsep lama yakni tabungan konvensional.

Padahal, di masa Covid-19 ada peluang investasi saham yang terbuka lebar dengan peluang cuan yang lebih tinggi, semisal dengan aplikasi IPOTGO milik IndoPremier, yang sudah mudah dan terjangkau. Saat ini harga saham-saham unggulan sedang murah-murahnya sehingga berpotensi mendatangkan cuan tinggi begitu Corona mulai berakhir.

6. Tidak Hemat Listrik dan kuota internet

Gaya hidup tidak hemat listrik saat belajar, bekerja dan beribadah di rumah menjadi salah satu penyebab boros keuangan. Oleh sebab itu, perhatikan penggunaan listrik selama di rumah dengan menggunakan perangkat elektronik secara bijak, seperti nyalain rice cooker saat mau masak untuk sahur dan buka puasa saja (standby mode ini bisa menyedot energi listrik yang cukup banyak), dispenser listrik dinyalakan saat hendak membutuhkan air panas saja hingga gunakan AC dengan bijak dan disiplim mematikan lampu yang tidak kepakai.

Selanjutnya, kuota internet yang boros untuk gaming dan nikmati hiburan lainnya bisa bikin bokek. So, wajib bijaksana dalam penggunaan lsitrik dan internet.

7. Utang

Utang dengan dalih umum bertahan hidup memang umum dilakukan namun, jika utang demi gengsi dna gaya hidup yang bikin bokek keuangan lebih baik dihindari. Kalau merasa keuangan tidak mencukupi untuk gaya hidup, tak perlu memaksakan diri. Enaknya hari ini tak sebanding dengan kesusahan dan bisa-bisa bakal malu yang lebih besar di masa depan dibanding tak memaksakan diri dan apa adanya.

Ikuti tulisan menarik Dhea lainnya di sini.


Suka dengan apa yang Anda baca?

Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.












Iklan

Terpopuler

Penumbra

Oleh: Taufan S. Chandranegara

2 hari lalu

Terpopuler

Penumbra

Oleh: Taufan S. Chandranegara

2 hari lalu