Apakah Kita Peduli Terhadap Kesuksesan Diri  atau Bersikap Bodo Amat?

Senin, 22 Juni 2020 10:15 WIB
Bagikan Artikel Ini
img-content0
img-content
Iklan
img-content
Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

Kejujuran untuk melihat diri sendiri itu sangat penting, kadang kita tidak bisa jujur pada diri sendiri sehingga kita tidak bisa melakukan yang seharusnya dilakukan, karena antara keinginan dan rasa ingin terlihat oleh orang lebih tetapi  tidak sesuai dengan jati diri kita, banyak orang yang terjebak dalam prilaku ini, dan termasuk diri saya,  padahal jujur pada diri sendiri awal kunci sukses,  ini  menjadi modal utama  diri kita.  Untuk sukses sebenarnya gampang dengan cara kita harus mengetahui jati diri kita dengan jujur setelah itu lakukan dengan cara yang benar , gunakan semua modal kecerdasan yang ada dalam diri kita dan selanjutnya kita menjaga konsistensi diri setelah itu  tinggal  kita menungu momentum untuk mendapatkan kesuksesan, nah untuk mencapai kesana memerlukan dialektika diri yang ekstra sampai tahap kita memulai dan konsiten.

Apakah Kita Peduli Terhadap Kesuksesan Diri  atau Bersikap Bodo Amat?

Kita semua mengigikan hidup sukses di semua bidang, baik keluarga, karir dan hubungan sosial. Seperti tulisan-tulisan saya sebelumnya yang banyak memberi gambaran realitas sosial, tujuanya satu kita bisa memberikan edukasi  bagi semua orang terkhusus saya sendiri, semoga saja yang membaca bisa lebih maju dan sukses.

Kadang kita pandai memberikan pandangan terhadap realitas sosial yang terjadi tetapi kita suka lupa apa yang terjadi pada diri sendiri untuk mempraktekan apa yang menjadi ide dan gagasan sendiri. Ternyata kita  harus jujur mempraktekan dan memulai dan terus konsisten dalam menjalankan pada apa yang menjadi tujuan kita sangat  banyak halanganya  termasuk dari diri kita sendiri yang jadi halanganya.

Kadang kita berpikir pingin sukses tetapi mengabaikan atau cuek terhadap proses yang mesti dilakukan yang seharusnya  terus menerus untuk dilakukan sampai pada tujuan yang kita inginkan. Ada istilah yang umum dan biasa di kalangan kita seperti gampang dalam perkataan tetapi  dalam praktek malas malesan. Ini menandakan bahwa perbuatan memperlukan perjuangan memulai latihan diri dalam kata lain kita harus memaksa diri  kita untuk melakukannya.

Kejujuran untuk melihat diri sendiri itu sangat penting. Kadang kita tidak bisa jujur pada diri sendiri sehingga kita tidak bisa melakukan yang seharusnya dilakukan, karena antara keinginan dan rasa ingin terlihat oleh orang lebih tetapi tidak sesuai dengan jati diri kita. Banyak orang yang terjebak dalam prilaku ini, dan termasuk diri saya,  padahal jujur pada diri sendiri awal kunci sukses,  ini  menjadi modal utama  diri kita. 

Untuk sukses sebenarnya gampang dengan cara kita harus mengetahui jati diri kita dengan jujur setelah itu lakukan dengan cara yang benar, gunakan semua modal kecerdasan yang ada dalam diri kita dan selanjutnya kita menjaga konsistensi diri. Setelah itu tinggal  kita menungu momentum untuk mendapatkan kesuksesan. Nah untuk mencapai kesana memerlukan dialektika diri yang ekstra sampai tahap kita memulai dan konsisten.

Caranya latih diri kita untuk terus berusaha melakukan hal yang benar walaupun itu sedikit setiap harinya, terus menerus tingkatkan dan targetkan setiap hari akan menambah kebiasaan baru yang baik untuk tujuan kita itu.  Dengan demikian kita bisa meningkat terus prilaku dan cara kerja yang benar. Yang berat memang kita menjaga konsistensi diri. Kita menyadari kadang motivasi diri kadang redah kadang tinggi, bagaimana membagun alam bawah sadar kita untuk tetap menjaga kosistensi dan fokus kita, untuk terus melakukan hal- hal yang penting walau sedikit dalam keseharian kita. Latihlah diri kita untuk kuat secara metal agar kesuksesan itu cepat diraih dalam semua bidang  yang kita inggin dicapai.

Hal yang kecil yang sebenarnya gampang untuk dilakukan terasa berat itulah godaan terhadap kesuksesan sebagaimana di sebutkan diatas tadi. Gampang berkata tetapi sulit berbuat, ungkapan itu terasa tepat. Setiap individu saya yakin mengalami hal ini. Tanya pada diri kita saat ini apa kita termasuk yang kalah oleh ego malas kita? Apa kita bisa menang melawan ego dan melakukan sesuai tujuan yang kita harapkan?

Perbedaan orang sukses dan orang biasa-biasa saja adalah orang sukses mau belajar, dan menyadari untuk jujur pada diri sediri, terus merefleksikan posisi saat ini dimana dalam konteks perkembangan diri dan mau bersusah payah dulu dalam proses mencapai kesuksesan. Sedangkan orang biasa-biasa saja kadang mengabaikan untuk berlatih dan dalam berusaha suka cepat meyerah dan tidak peduli terhadap keadaan diri dan lingkungan sekitar. Kadang kita cuek untuk menata diri dan cenderung tergoda oleh hal-hal yang mengabaikan tujuan awal kita untuk maju. Pertanyaanya kita saat mau jadi orang sukses apa orang biasa-biasa saja!

Semoga padangan singkat ini bisa memberikan pencerahan bagi kita semua termasuk diri saya sendiri, untuk jujur pada diri sendiri  dan bisa lebih sensitif melihat realitas yang terjadi di sekitar kita. Apa lagi saat ini dalam masa pandemi Covid-19, semoga kita diberikan kesehatan dan terus berkreatif dan berinovasi dalam kondisi seperti ini, menjadi diri yang handal dan sukses dalam kondisi apapun.

Bagikan Artikel Ini
img-content
deni yusup

Penulis Indonesiana

0 Pengikut

Baca Juga











Artikel Terpopuler