Pengembangan dan Tradisi Minum Kopi Tulup di Desa Wonorejo - Peristiwa - www.indonesiana.id
x

Irsyad Hamami

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 25 Juni 2020

Jumat, 26 Juni 2020 09:13 WIB
  • Peristiwa
  • Berita Utama
  • Pengembangan dan Tradisi Minum Kopi Tulup di Desa Wonorejo

    Dibaca : 306 kali

    15-06-2020, Desa Wonorejo merupakan salah satu desa yang terdapat di Kecamatan Singosari Kabupaten Malang. Desa Wonorejo berupa dataran tinggi, hal itu membuat kopi dapat tumbuh subur di daerah tersebut. Kopi  yang dihasilkan Desa Wonorejo dikenal dengan sebutan Kopi Tulup yang merupakan kopi jenis arabika.

    Pengembangan pengolahan kopi dan pelestarian tradisi minum kopi Tulup ini merupakan salah satu program yang digagas oleh mahasiswa KKN UM Edisi Covid-19 Desa Wonorejo 2020, mendapat dukungan penuh dari masyarakat termasuk dari perangkat desa yang menjabat di desa tersebut. Masyarakat sangat mendukung progam ini karena minum kopi merupakan tradisi turun menurun yang ada di Desa Wonorejo. Tradisi minum kopi di Desa Wonorejo dapat dikembangkan lebih besar dengan melalui proses-proses yang akan menciptakan cita rasa kopi yang lebih nikmat yang juga diterima masyarakat luas.

    Berkembangnya pengolahan kopi dan tradisi minum kopi, menghasilkan pendapatan lebih bagi masyarakat desa Wonorejo karena bisa memasarkan produk kopi ini ke luar Desa Wonorejo. Kopi di Desa Wonorejo memiliki citarasa yang berbeda daripada yang lain. Karena selain perkebunan kopi di Desa Wonorejo ini terdapat perkebunan tebu bersebelahan yang membuat rasa kopi berbeda, yang membuat rasa dari kopi terbilang lebih manis bila diseduh tanpa gula.

    Selain rasanya yang mempunyai citarasa sendiri dalam pemrosesannya pun memiliki cara sendiri. Di Desa Wonorejo ini warga melakukan penyangraian kopi dengan media pasir yang sudah dipilah pilah dengan pengayak sehingga mendapatkan pasir yang lembut yang membuat semua biji kopi tersebut matang secara merata. Dalam hal ini mahasiswa KKN Desa Wonorejo 2020 berinisiatif untuk memasarkan dan membuat buku panduan pengolahan kopi tulup agar dapat dikenal masyarakat luas tidak hanya masyarakat desa tersebut saja.

    Sebagian masyarakat di Desa Wonorejo menikmati kopi dengan cara menyangrai biji kopi beserta dengan kulitnya sekaligus dengan pasir bila sudah matang. Kopi tersebut di tumbuk dengan lesung hasilnya bubuk kopi masih terasa kasar yang membuat cita rasa kopi semakin bertambah,

    Dalam pembuatan kopi tulup, Bu Aseni, selaku perwakilan dari Ibu PKK Kendedes Desa Wonorejo mengatakan, “Cita rasa kopi di sini memang berbeda dengan yang lain, dikarenakan disekitar kebun kopi ada perkebunan tebu yang menjadikan ciri khas kopi tulup ini”.

    Progam kerja ini merupakan langkah awal dalam mengembangkan kopi tulup juga di dukung oleh dosen pembimbing lapangan Mahasiswa UM Pak Najib Jauhari yang berharap dengan adanya pemasaran lebih dan buku kopi dapat membesarkan kopi tulup itu sendiri, dan masyarakat di Desa Wonorejo mendapat sisi positifnya.


    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.