Dari Proyek Mata Kuliah, Jadi Bisnis Kekinian - Gaya Hidup - www.indonesiana.id
x

Amanda Nathasia

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 13 April 2020

Kamis, 2 Juli 2020 07:19 WIB
  • Gaya Hidup
  • Berita Utama
  • Dari Proyek Mata Kuliah, Jadi Bisnis Kekinian

    Dibaca : 1.017 kali

    Menjadi pengusaha saat ini memang sedang menjadi tren di kalangan anak muda. Banyak anak muda yang kini terinspirasi dan ingin mengembangkan bakat dengan membuka bisnis. Selain sebagai wadah melihat peluang, bisnis juga memberikan kesempatan membuka lapangan kerja baru. Fenomena ini membuktikan bahwa kewirausahaan sudah mulai tumbuh pada generasi muda Indonesia. Meski demikian, anak-anak muda pelaku usaha juga perlu pendampingan serta terus dimotivasi agar usaha mereka bisa lebih maju dan berkembang.

    Universitas Pelita Harapan (UPH) Kampus Medan, selalu siap mendukung mahasiswanya dalam membuka sebuah bisnis. UPH berharap dengan menjadi pengusaha merupakan salah satu cara yang bisa ditempuh generasi muda untuk mencapai kesejahteraan dan kemandirian dalam kehidupan. Maka dari itu, UPH mendorong generasi muda dengan menghadirkan mata kuliah Entrepreneurship untuk program studi (prodi) Manajemen dan Manajemen Pariwisata. Nantinya dari mata kuliah ini mahasiswanya ditantang untuk membuat sebuah proyek bisnis sehingga memacu mahasiswanya siap menjadi seorang pengusaha.

    Dari mata kuliah ini, banyak lahir mahasiswa yang membuka bisnis bergerak di bidang makanan. Salah satunya “Furikami”. Furikami merupakan produk abon rumput laut berasal dari Jepang dengan dua pilihan rasa yaitu original dan spicy. Pemilik bisnis tersebut, Jovan (Manajemen, 2017) mengaku bahwa dari mata kuliah entrepreneurship ia banyak belajar untuk membuka sebuah bisnis perlu banyak inovasi dan keberanian dalam mengambil resiko.

    “Belajar Entrepreneurship di UPH bisa menyalurkan keinginan saya untuk buka bisnis. Melalui beberapa materi pelajaran, dapat membantu kami mempersiapkan hal-hal penting ketika ingin memasarkan produk. UPH juga selalu memberikan dukungan lewat dosen pembimbing yang memacu saya untuk terus berkreasi dan membuat inovasi dari produk saya. Selain itu, dukungan dari student life juga banyak membantu saya dalam menjalankan bisnis dengan ikut share Furikami lewat sosial media mereka secara sukarela,” kata Jovan.

    Tak hanya Jovan, salah satu mahasiswi yang juga membuka bisnis di bidang healthy food yaitu Natassa Tanis (Manajemen, 2018) juga merasakan hal yang sama selama proses ia berjuang membuka “Miel Crème”. Natassa merasa banyak dibantu oleh dosen pembimbingnya sejak pertama kali ia mengenalkan produk creamed honey Miel Crème ini.

    “Dari materi pelajaran yang disampaikan sangat memicu saya dalam pengembangan dan juga pemasaran produk. Mr Rifin selaku dosen pembimbing saya senantiasa memberikan solusi dan masukan dalam pengembangan produk saya serta selalu meyakini saya bahwa produk ini pasti akan berjalan dengan sukes apabila dikelola dengan baik. Dukungan tersebut juga diikuti oleh beberapa dosen lain yang suka saya berikan tester terlebih dahulu sebelum officially launched di social media. Mereka suka dan puas dengan produk Miel Crème ini bahkan langsung melakukan pemesanan," kata dia.

    Masih banyak lainnya bisnis-bisnis yang dimiliki oleh mahasiswa UPH Medan yang bergerak di bidang makanan diantaranya, Resep Baba, Unique Chews, FLĀVORÉ, Chocolatier, The Eighty Eight Garlic Bread, dan Yū Gō. Ada juga mahasiswa yang membuka bisnis di bidang non-food seperti Scenitary Hand Sanitizer, Et Floria, dan Bagaspati Aromatherapy.

    Dengan banyaknya bisnis-bisnis baru yang lahir dari mata kuliah entrepreneurship ini, semakin membuktikan bahwa pendidikan holistis yang ditekankan UPH sangat berpengaruh dalam menjadikan mahasiswanya terampil tidak hanya dari sisi akademis namun juga softskills. Tetap terus semangat dalam menjalankan bisnis dan teruslah berinovasi, ya!


    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.