Digitarasa Kembali Buka Pelatihan Kuliner uUntuk Bisnis di Masa Pandemi - Gaya Hidup - www.indonesiana.id
x

Aisha Amelia

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 15 Juli 2020

Kamis, 30 Juli 2020 06:23 WIB
  • Gaya Hidup
  • Berita Utama
  • Digitarasa Kembali Buka Pelatihan Kuliner uUntuk Bisnis di Masa Pandemi

    Dibaca : 484 kali

    JAKARTA - Setelah sukses melatih 14 startup kuliner di program mentoring batch 1, Digitarasa, akselerator startup kuliner yang digagas oleh GoFood bersama Digitaraya, Chef Arnold Poernomo - Chef dan Pebisnis Kuliner serta Edward Tirtanata - Founder & CEO Kopi Kenangan kembali membuka pendaftaran program batch 2.

    Digitarasa batch 2 akan berfokus untuk membantu pertumbuhan usaha kuliner lokal dengan menargetkan sebanyak-banyaknya bisnis kuliner anak bangsa untuk bisa belajar dan bertumbuh bersama dibekali dengan pembelajaran bisnis kuliner dari hulu ke hilir.

    VP of Adtech and PromoTech Business Gojek, Bella Chyntiara mengatakan, “Pandemi ini mengajarkan kami banyak hal dan GoFood tetap konsisten memberikan solusi baik dari pengembangan teknologi maupun bantuan pendampingan untuk membantu startup dan UMKM bangkit, beradaptasi, dan tumbuh seiring dengan perubahan perilaku konsumen di masa tatanan kehidupan baru.

    Selain melalui inovasi menu, kami selalu menghimbau mitra usaha kuliner kami untuk bersama-sama mengedepankan protokol kebersihan dan kesehatan untuk menjaga kepercayaan konsumen selama pandemi. Selain itu, GoFood juga memberikan akses ke berbagai program promosi sesuai kebutuhan para mitra usaha, untuk meningkatkan eksposur UMKM dan memasarkan produk dengan lebih efektif.”

    Kondisi Pandemi Covid-19 telah menekan kegiatan perekonomian secara nasional, sehingga diperlukan inovasi-inovasi bagi para pelaku usaha untuk tetap dapat bertahan.

    Sementara itu dari sisi industri, PT Pupuk Indonesia (Persero) membukukan kinerja konsolidasi positif sepanjang Januari-Mei 2020 meski dibayangi pandemi Covid-19. Hal tersebut ditunjukan dengan bertumbuhnya kinerja pendapatan, produksi, hingga penjualan. Selain itu, Pupuk Indonesia juga tetap menjalankan tugas penyaluran pupuk bersubsidi kepada petani terdaftar dalam e-RDKK.

    Direktur Utama PT Pupuk Indonesia (Persero) Aas Asikin Idat mengatakan, sepanjang Januari-Mei 2020, Perseroan membukukan pendapatan konsolidasi sebesar Rp32,62 triliun, atau setara 43,2 persen dari target Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) tahun 2020 yang sebesar Rp75,5 triliun. Capaian pendapatan ini meningkat dibandingkan capaian pendapatan periode sama tahun lalu yang sebesar Rp30 triliun.

    "Kami pun mencatatkan kenaikan laba tahun berjalan tumbuh 11,7 persen menjadi Rp 1,6 triliun dibandingkan periode sama tahun lalu yang sebesar Rp 1,43 triliun," kata Aas.

    "Hal ini sesuai dengan arahan Menteri BUMN Erick Thohir yang berulang kali menyampaikan bahwa BUMN mempunyai peranan vital di masa pandemi, baik dari sisi ekonomi maupun pelayanan publik," tutur dia.

    Selain dari sisi produksi, beberapa anak usaha Pupuk Indonesia mendapatkan penghargaan. Salah satunya yang terbaru adalah PT Pupuk Sriwidjaja (Pusri) Palembang yang mendapatkan sertifikat Sistem Manajemen Anti Penyuapan (SMAP) SNI ISO 37001:2016. Sertifikasi tersebut ditetapkan oleh Lembaga Sertifikasi TUV Nord Indonesia pada 15 Juli 2020.

    Kepala Komunikasi Korporat PT Pupuk Indonesia (Persero) Wijaya Laksana mengatakan sertifikasi Pusri menyusul dua anak usaha Pupuk Indonesia lainnya yang telah lebih dahulu meraih penetapan sertifikat anti penyuapan. Keduanya yakni PT Pupuk Kaltim yang sertifikatnya ditetapkan pada 16 Juni 2020 oleh British Standards Institution dan PT Petrokimia Gresik pada 1 Juli 2020 oleh PT Amerika Sistem Registrasi Internasional (ASRICERT) Indonesia.

    "Saat ini kami juga tengah menjalankan proses sertifikasi serupa pada tiga anak perusahaan yang lain (PT Pupuk Kujang, PT Pupuk Iskandar Muda, dan PT Rekayasa Industri), dengan target rampung paling lambat pada Agustus mendatang. Sejauh ini progressnya cukup baik dan lancar, Pupuk Indonesia selaku induk usaha pun secara aktif mengawal setiap tahapan prosesnya," kata Wijaya dalam keterangan tertulis.

    Wijaya menjelaskan target sertifikasi anti penyuapan ini sejalan dengan arahan Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang mendorong seluruh Perusahaan Negara meningkatkan penerapan tata kelola perusahan serta menjunjung budaya anti korupsi melalui sertifikasi SMAP SNI ISO 37001:2016. Hal tersebut tertuang dalam Surat Kementerian BUMN Nomor S-17/S.MBU/02/2020 tanggal 17 Februari 2020.

    "Pupuk Indonesia berkomitmen untuk dapat selalu menjalankan aktivitas bisnis yang didukung oleh manajemen risiko, pengendalian internal, serta menjalankan prinsip-prinsip GCG secara konsisten," ujar dia.

    Sertifikasi ini diharapkan dapat mendukung Pupuk Indonesia Group untuk mampu mencegah dan mengendalikan potensi-potensi fraud yang sekiranya dapat terjadi. Sehingga perusahaan dapat mengembangkan bisnis dengan selalu mengedepankan prinsip perusahaan yang baik atau Good Corporate Governance (GCG).


    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.