Hari Pramuka, Tri Satya dan Dhasa Dharma untuk Perangi Corona - Gaya Hidup - www.indonesiana.id
x

Tri Satya dan Dhasa Dharma

Supartono JW

Pengamat
Bergabung Sejak: 26 April 2019

Jumat, 14 Agustus 2020 17:43 WIB

  • Gaya Hidup
  • Berita Utama
  • Hari Pramuka, Tri Satya dan Dhasa Dharma untuk Perangi Corona

    Selamat Hari Pramuka, semoga jiwa-jiwa anak bangsa yang sudah terdidik dalam kegiatan pramuka, tidak lupa Tri Satya dan Dhasa Dharma. Mampu mengamalkan untuk diri sendiri, orang lain, dan untuk masyarakat dan bangsa ini yang akan segera berusia 75 tahun. Dalam situasi pandemi, sebab sekolah pun dilakukan dalam PJJ, maka kegiatan ekstrakurikuler pramuka di sekolah yang juga terhenti, maka semangat Tri Satya dan Dhasa Dharma wajib tetap terpatri dalam pikiran, hati, dab perbuatan, lalu teraplikasi minimal di lingkungan keluarga masing-masing. Sebab, justru dalam kondisi pandemi ini, kesempatan bagi seluruh siswa Indonesia untuk mempraktikkan secara langsung amanah dari Tri Satya dan Dhasa Dharma  tersebut minimal di hadapan orang tua dan keluarga.

    Dibaca : 550 kali

    Hari ini, 14 Agustus 2020 Praja Muda Karana (Pramuka) Indonesia  merayakan hari ulang tahunnya yang ke 59, sebab bertepatan dengan lahirnya Gerakan Pramuka Indonesia pada tanggal 14 Agustus, yang ditetapkan melalui Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 448 Tahun 1961.Bila Indonesia baru mengadopsi secara resmi Pramuka pada tahun 1961, gerakan Pramuka di dunia sendiri dicetuskan oleh Baden Powell yang kini dikenal sebagai Bapak Pandu Sedunia, karena menjadi pendiri gerakan Pramuka dan melaksanakan perkemahan pertamanya bersama 22 anak laki-laki pada tanggal 25 Juli 1907 di Pulau Brownsea.

    Namun di Indonesia, pramuka baru secara resmi menjadi ekstrakurikuler wajib di SD, SMP, SMA sejak tahun 2013 saat Mendikbud dijabat Mohammad Nuh, karena kegiatan pramuka sangat strategis  dalam membentuk karakter siswa yang bernas dengan pembelajaran nilai kepemimpinan, kebersamaan, sosial, dan kemandirian.

    Selain itu, ada dasar legalitas UU Pramuka dan pengembangannya di sekolah, ada kerja sama Kemendikbud, Kemenpora, dan Kwarnas Gerakan Pramuka.

    Sebab kini sedang dalam suasana Covid-19, maka tema peringatan Hari Pramuka di Indonesia 2020 adalah Peran Gerakan Pramuka Ikut Membantu dalam Penanggulangan Bencana COVID-19 dan Bela Negara, sejalan dengan upaya yang ditunjukkan Kwartir Nasional (Kwarnas) melalui pembentukan Satuan Tugas Penanggulangan COVID-19 dan upaya untuk menggerakkan Pramuka Peduli di seluruh kwartir guna membantu pemerintah daerah mengendalikan wabah, serta membantu warga yang terdampak.

    "Tema tersebut adalah perwujudan dari semangat para pramuka untuk ikut membantu menanggulangi bencana COVID-19 yang sampai saat ini masih menjadi masalah besar bangsa Indonesia, juga di seluruh dunia," kata Buwas, seperti dikutip Antara News, Rabu (12/8/2020).

    Adanya Pramuka, dalam pandemi Covid-19, kwartir dan gugus yang berperan aktif melakukan kegiatan dan pelatihan secara daring dengan pramuka di dalam dan luar negeri dalam kegiatan penanggulangan wabah sekaligus menjadi bukti eksistensi bahwa Gerakan Pramuka menjadi bagian penting dalam upaya bela bangsa dan negara sesuai tema tersebut.

    Betapa vital dan pentingnya peran pramuka bagi pendidikan karakter bangsa yang secara resmi juga sudah menjadi kegiatan ekstrakurikulier wajib di sekolah, di ulang tahun ke-59, ada harapan dari Kwarnas agar rencana revisi Undang-Undang (UU) Nomor 12 Tahun 2010 tentang Gerakan Pramuka dapat terus dilanjutkan oleh DPR dan pemerintah. Sehingga UU hasil revisinya dapat menangkap kebutuhan masa kini dan masa depan yang pada akhirnya mampu menjadikan Gerakan Pramuka sebagai organisasi yang lebih mandiri dan bermanfaat bagi seluruh masyarakat Indonesia.

    Dalam HUT Pramuka kali ini, Presiden Jokowi pun mengajak anggota Pramuka membuat dua gerakan nasional yaitu gerakan kedisiplinan dan kepedulian pada masa pandemi Covid-19.

    "Saya minta kepada saudara-saudara untuk membuat dua gerakan nasional, pertama gerakan kedisiplinan nasional yang mengajak semua anggota masyarakat disiplin mengikuti protokol kesehatan," kata Presiden Joko Widodo di Istana Negara Jakarta, Rabu (12/8/2020) dalam Upacara Peringatan Hari Pramuka Ke-59 Tahun 2020.

    "Kedua gerakan kepedulian nasional yang mengajak masyarakat untuk saling membantu, saling peduli dan saling berbagi," tambah Presiden.
    Menurut Presiden, dua gerakan tersebut bukan hanya untuk membantu masalah nasional akibat pandemi Covid-19 tapi juga mengasah kepedulian anggota Pramuka, yaitu jiwa dan karakter kepemimpinan.

    Apa yang diungkapkan oleh Presiden, menegaskan ulang bahwa sejak pramuka lahir, melalui kegiatan pramuka dapat mencetak generasi yang tangguh dalam menghadapi setiap tantangan karena dengan pramuka karakter disiplin dalam bertindak, kemudian tidak gentar menghadapi setiap rintangan, selalu peduli, siap berkorban untuk sesama, gotong-royong dll adalah intisari dari mengapa pramuka ada. Karenanya dalam situsi Covid-19, gerakan pramuka menjadi sangat vital kehadirannya sebab sesuai dengan Tri Satya (Sumpah Pramuka) dan Dhasa Dharma Pramuka.

    Tri Satya adalah menjalankan kewajibanku terhadap Tuhan dan Negara Kesatuaan Republik Indonesia, menolong sesama hidup dan mempersiapkan diri membangun masyarakat, dan menepati Dhasa Dharma.

    Sementara Dhasa Dharma adalah
    1. Taqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa
    2. Cinta alam dan kasih sayang sesama manusia
    3. Patriot yang sopan dan kesatria
    4. Patuh dan suka bermusyawarah
    5. Rela menolong dan tabah
    6. Rajin, trampil dan gembira
    7. Hemat, cermat dan bersahaja
    8. Disiplin, berani dan setia
    9. Bertanggung jawab dan dapat dipercaya
    10. Suci dalam pikiran perkataan dan perbuatan.

    Selamat Hari Pramuka, semoga jiwa-jiwa anak bangsa yang sudah terdidik dalam kegiatan pramuka, tidak lupa Tri Satya dan Dhasa Dharma. Mampu mengamalkan untuk diri sendiri, orang lain, dan untuk masyarakat dan bangsa ini yang akan segera berusia 75 tahun.

    Dalam situasi pandemi, sebab sekolah pun dilakukan dalam PJJ, maka kegiatan ekstrakurikuler pramuka di sekolah yang juga terhenti, maka semangat Tri Satya dan Dhasa Dharma wajib tetap terpatri dalam pikiran, hati, dab perbuatan, lalu teraplikasi minimal di lingkungan keluarga masing-masing.

    Sebab, justru dalam kondisi pandemi ini, kesempatan bagi seluruh siswa Indonesia untuk mempraktikkan secara langsung amanah dari Tri Satya dan Dhasa Dharma  tersebut minimal di hadapan orang tua dan keluarga.



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.