4 Soft Skills yang Penting untuk Fresh Graduates Hukum - Gaya Hidup - www.indonesiana.id
x

Amanda Nathasia

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 13 April 2020

Jumat, 11 September 2020 15:45 WIB

  • Gaya Hidup
  • Berita Utama
  • 4 Soft Skills yang Penting untuk Fresh Graduates Hukum


    Dibaca : 469 kali

    Punya cita-cita bekerja di salah satu perusahaan Law Firm terkemuka? Bekerja di law firm adalah salah satu pilihan bagi lulusan Ilmu Hukum. Mahasiswa atau alumni fakultas hukum yang memiliki soft skill atau mempunyai bekal dalam berpraktik hukum lebih dibutuhkan saat ini, dibanding mahasiswa yang hanya mempelajari teori-teori hukum di kampus.

    Hal ini disampaikan dalam webinar bertajuk “Soft Skills: Why Are There Important for Entry Level?” oleh Ignatius Axel – Associate at Hadiputranto, Hadinoto & Partners Law Firm sekaligus alumni Fakultas Hukum (FH) UPH 2011 sebagai narasumber. Ia mengatakan bahwa masih banyak fresh graduates yang berpikir kalau IP (Indeks Prestasi) bagus sudah cukup menjamin untuk masuk law firm, kenyataannya pengetahuan hukum saja tidak cukup, soft skills juga sangat penting. Menurutnya, setidaknya ada empat soft skills yang harus dimiliki bila ingin bekerja di Law Firm. Kira-kira apa saja, ya?

    Pertama, Personal Skill. Menurut Axel, dalam tahap awal sebelum memasuki dunia kerja, perlu adanya peningkatan skills secara personal terlebih dahulu misalnya dalam kemampuan beradaptasi yang baik. Setiap pekerjaan mungkin saja berat untuk dilakukan pada awalnya, ketika belum terbiasa dan banyak hal harus dipelajari.

    “Dengan memiliki soft skills, membantu fresh graduates untuk cepat beradaptasi di lingkungan dan memudahkan melewati masa-masa awal kerja yang mungkin sulit. Soft skills juga dapat membantu menghadapi segala dinamika yang ada di dunia kerja,” kata Axel.

    Kedua, Negotiation Skill. Kemampuan bernegosiasi dapat dikatakan sebagai skill yang harus dimiliki para lulusan Fakultas Hukum. Menurut Axel, kemampuan bernegosiasi termasuk kemampuan untuk berdiskusi serta kemampuan untuk mencapai kepuasan semua pihak. 

    “Memperkaya kemampuan bernegosiasi artinya melatih diri untuk memahami teknik dan strategi bernegosiasi, kemampuan meyakinkan, menyelesaikan masalah, menyelesaikan sengketa, memberikan nasehat, menganalisis risiko hukum, dan memiliki body language yang tepat,” ujarnya.

    Ketiga, Legal Research Skill. Kemampuan ini bukan sekadar kemampuan browsing di internet. Namun bagaimana melakukan penelitian hukum yang  tepat yaitu dengan membaca sejumlah besar materi hukum kompleks yang mencakup kasus, undang-undang, buku referensi, risalah, dan artikel tinjauan hukum. Tentu riset selalu membutuhkan waktu yang menuntut ketahanan diri dan ketelitian. Jangan tunggu untuk memiliki pengalaman puluhan tahun, tapi latih diri untuk bisa melakukan riset sebaik mungkin sejak berkuliah.

    Keempat, Business Development Skill. Berprofesi di bidang hukum tak menutup kemungkinan kita untuk mengidentifikasi peluang bisnis. Keterampilan untuk memahami dunia bisnis menjadi penting untuk dimiliki, guna membangun dan memelihara hubungan jangka panjang dengan klien atau mitra bisnis. Dalam mengembangkan keterampilan ini, Axel mengaku bisa mendapatkannya dari mengikuti berbagai organisasi yang ada di kampus seperti Majelis Perwakilan Mahasiswa (MPM) UPH. Diakui Axel, ia banyak belajar ketika menjalankan sebuah acara di UPH dan harus berhubungan dengan mitra sponsor.

    Jadi, untuk kamu yang berminat menjadi calon mahasiswa Fakultas Hukum pastikan untuk tidak hanya membekali diri secara akademis, namun terus gali potensi diri. Di FH UPH sendiri mahasiswa akan mendapatkan kesempatan untuk mengikuti beragam kegiatan kemahasiswaan yang mengasah kemampuan soft skills, seperti DARE (Debate and Research Community), Law Moot Court (Simulasi peradilan), dan kegiatan lain yang melengkapi skill mahasiswa. FH UPH memiliki 3 peminatan yang dapat memfasilitasi minat mahasiswanya, antara lain Hukum Bisnis, Hukum Internasional, dan Kemahiran Praktik Hukum. Kulaitas akademik FH UPH tidak diragukan lagi, terbukti dengan akreditasi A dan prestasi para mahsiswa di kancah nasional dan internasional. 

    Semakin tertarik terjun ke dunia hukum? FH UPH bisa menjadi pilihan tepat untuk mendapatkan pembelajaran yang menyeluruh dan persiapan menjadi praktisi hukum yang siap bersaing di era global.  



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.