Ini Alasan Mengapa Tujuan Investasi Itu Sebaiknya Konkret - Gaya Hidup - www.indonesiana.id
x

Dhea

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 26 April 2019

Kamis, 1 Oktober 2020 06:37 WIB

  • Gaya Hidup
  • Berita Utama
  • Ini Alasan Mengapa Tujuan Investasi Itu Sebaiknya Konkret

    Banyak orang dekat kita sering bertanya apa investasi yang paling cocok saat ini. Biasanya yang langsung diharapkan adalah jawaban instrumen investasi, entah bisnis, deposito, obligasi, properti reksa dana, emas atau saham. Padahal seharusnya, pertanyaan tersebut dijawab dengan pertanyaan balik: Apa sebenarnya tujuan nvestasinya> Tujuan investasi yang konkret akan memudahkan dalam memilih instrumen investasi yang paling cocok dan ideal.

    Dibaca : 442 kali

    Banyak orang dekat kita sering bertanya, apa investasi yang paling cocok untuk saat ini. Nah, saat ditanya demikian, biasanya yang langsung diharapkan adalah jawaban instrumen investasi, entah bisnis, deposito, obligasi, properti reksa dana, emas atau saham.

    Padahal seharusnya, pertanyaan tersebut dijawab dengan pertanyaan balik ke si penanya apa sebenarnya tujuan dari investasinya, karena tujuan investasi adalah hal yang fundamental, seperti halnya hidup tanpa tujuan ibarat berlayar tanpa arah alias hanya terombang-ambing di lautan.

    Namun tak tak dapat dipungkiri, pertanyaan tadi juga diutarakan oleh mereka yang sebenarnya sudah memiliki dana dan sudah berinvestasi pada salah satu instrumen investasi semisal deposito. Pertanyaan tersebut diutarakan karena ingin menginginkan instrumen investasi lain yang bisa memberikan imbal hasil (return) lebih tanpa mengetahui tujuan konkret investasinya.

    Nah, apa pun latar belakang pertanyaan itu muncul dari seseorang, pada dasarnya tujuan investasi itu sangat fundamental. Investasi dengan tujuan akan terasa gregetnya dalam pencapaiannya karena pilihan instrumen investasinya pun harus tepat.

    Akan menjadi lebih besar gregetnya, tentu saat tujuan dalam investasi itu konkret, semisal untuk dana pernikahan, kuliah lanjut, beli rumah, beli kendaraan, dana pendidikan anak, wisata ke luar negeri hingga dana pensiun.

    Tujuan investasi yang konkret seperti ini justru akan memudahkan dalam memilih instrumen investasi yang paling cocok dan ideal.

    Salah satu instrumen investasi yang komplit untuk beragam tujuan adalah investasi reksa dana, karena jenisnya sendiri sudah beragam sehingga bisa langsung disesuaikan dengan tujuan investasi.

    Jenis-jenis reksa dana ini tinggal dipilih sesuai dengan tujuan investasi yang merujuk pula pada jangka waktu pencapaiannya, seperti:

    • Reksa Dana Pasar Uang (Money Market Fund) cocok bagi investor yang mempunyai jangka waktu pencapaian investasi pendek kurang dari 1 tahun
    • Reksa Dana Pendapatan Tetap (Fixed Income Fund) yang cocok bagi investor yang tujuan investasinya antara 1 sampai 3 tahun
    • Reksa Dana Campuran (Balanced Fund) yang cocok bagi investor yang mempunyai jangka waktu investasi menengah antara 3 sampai 5 tahun
    • Reksa Dana Saham (Equity Fund) yang cocok untuk investor yang mempunyai jangka waktu investasi panjang antara 5 sampai 10 tahun.

    Nah, beragam pilihan instrumen investasi ini tinggal disesuaikan dengan tujuan konkret di atas dan kapan mau dicapainya. Misalnya, ingin menyiapkan dana untuk liburan ke luar negeri 2 tahun ke depan maka tinggal memilih jenis Reksa Dana Pendapatan Tetap. Cukup mudah.

    Menariknya, investasi reksa dana saat ini sudah sangat mudah dan terjangkau tak seperti di masa lalu. Investasi reksa dana sudah full digital berbasis aplikasi semisal melalui aplikasi IPOT besutan Indo Premier Sekuritas dan dana yang diperlukan untuk memulai investasi pun sangat terjangkau.

    Dengan begitu, investasi untuk tujuan-tujuan yang konkret akan mudah terwujud dengan mudah dan bagi mereka yang sekadar ingin memiliki instrumen investasi lain yang memberikan imbal hasil lebih bagus dibanding deposito bisa mendapatkannya.

    Investasi reksa dana juga nggak seribet yang dibayangkan karena setelah dibeli, investor tinggal duduk manis atau rebahan karena sudah ada Manajer Investasi yang mengelola dananya. Investor tinggal duduk manis menunggul kinerja MI dan tahu-tahu dana sudah berkembang seperti yang diharapkan.



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.