Perkuat Gerakan Literasi Sekolah, Siswa SMA Harus Aktif Menulis Jurnalistik - Peristiwa - www.indonesiana.id
x

Syarifudin

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 29 April 2019

Rabu, 28 Oktober 2020 19:13 WIB

  • Peristiwa
  • Berita Utama
  • Perkuat Gerakan Literasi Sekolah, Siswa SMA Harus Aktif Menulis Jurnalistik

    Jadikan siswa SMA aktif menulis, SMAN 32 Jakarta gelar workshop penulisan jurnalistik sebagai basis peningkatan gerakan literasi sekolah

    Dibaca : 675 kali

    Ajak Siswa Menulis, SMAN 32 Jakarta Gelar Workshop Penulisan Jurnalistik

     

    Sekalipun di masa pandemi Covid-19 dan belajar jarak jauh, kreativitas siswa tidak boleh hilang. Apalagi kegiatan mengajak siswa untuk menulis dan memperkuat budaya Gerakan literasi sekolah. Mengambil tema “Menulis untukJurnalistik”, SMAN 32 Jakarta menggelar workshop virtual dalam rangka Festival Bulan Bahasa hari ini (27/10/2020). Acara yang dibuka oleh Sugiyanti, M.Pd. selaku Kepala Sekolah SMAN 32 Jakarta dan diikuti 100 siswa menghadirkan narasumber Syarifudin Yunus, penulis buku dan Dosen Unindra untuk memberikan pemahaman dan prakti menulis untuk jurnalistik secara langsung. Workshop menulis untuk jurnalistik ini pun dihadiri siswa dari 10 SMA Negeri/Swasta di Jakarta, termasuk siswa SMAN 32 Jakarta sebagai penyelenggara.

     

    “Melalui workshop penulisan jurnalitik ini, SMAN 32 Jakarta berharap bisa memacu tradisi menulis siswa. Di samping dapat memacu kegiatan literasi sekolah yang berbasis kreativitas. Karena siswa SMA adalah harapan bangsa di 2045 mendatang, maka kita harus persiapkan dengan keterampilan yang hebat,” ujar Sugiyanti, M.Pd saat membuka workshop penulisan.

     

    Dibimbing Syarifudin Yunus, 100 siswa-siswi SMA ini dikenalkan cara kerja jurnalistik dan apa saja ruang lingkupnya. Karena jurnalistik, hakikatnya adalah kepandaian karang-mengarang untuk memberi kabar kepada publik dengan secepat-sepatnya dan seluas-luasnya. Bahkan di era serba digital dan media social sekarang, orientasi jurnalistik bukan hanya melaksanakan tugas jurnalisme tapi harus berorinetasi kepada pasar. Sehingga apa yang diberitakan bukan lagi “what do you need?” tapi “what do you want?”.

     

    Menariknya workshop penulisan jurnalistik ini, dalam durasi waktu 2 jam, seluruh siswa dilatih dan dibimbing secara praktis untuk menulis. Mulai dari menuliskan 1 kata tentang sekolahnya, lalu diikuti 3 kata turunan sebagai ekspresi pengalaman dan perasaan siswa hingga akhirnya dijadikan 3 paragraf tulisan tentang profil sekolah masing-masing. Tidak hanya itu, setiap siswa pun diminta untuk mempublikasikan tulisanya ke blog pribadi, akum media sosial atau website sekolah.

     

    “Selain mengenalakn prinsip jurnalistik kepada para siswa SMA, saya juga mengajak secara langsung siswa untuk menulis dengan mudah. Caranya berdasar 1) pengetahuan, 2) pengalaman, atau 3) perasaan masing-masing siswa. Asal dituliskan berdasar fakat dan data secara objektif. Setelah itu, tinggal dipublikasikan,” kata Syarifudin Yunus di sela pemaparannya.

     

    Selain memperingati Bulan Bahasa, acara workshop penulisan jurnalitik ini pun digelar untuk memperkuat gerakan literasi sekolah. Agar setiap siswa mampu menuliskan “praktik baik” yang terjadi di sekolahnya, termasuk dalam masa Covid-19 saat belajar jarak jauh dari rumah. Menyadari pentingnya budaya literasi, selama ini SMAN 32 Jakarta pun telah membiasakan para siswa untuk membaca 40 menit setiap hari. Maka hal ini telah menjadi modal penting untuk menjadikan menulis sebagai perilaku.

     

    Antusias siswa yang begitu besar dalam workshop ini jadi bukti pentingnya kegiatan membaca dan menulis sebagai landasan tegaknya Gerakan literasi sekolah. Agar setiap siswa semakin berani dan termotivasi untuk menulis… Salam Literasi #BulanBahasa #LiterasiSekolah #SMAN32Jakarta



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.