Perindustrian dan Dampak Penggunaan Minyak Bumi di Indonesia - Analisa - www.indonesiana.id
x

Contoh pabrik minyak bumi diindonesia

Widya Gea

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 16 November 2020

Senin, 16 November 2020 19:26 WIB

  • Analisa
  • Berita Utama
  • Perindustrian dan Dampak Penggunaan Minyak Bumi di Indonesia


    Dibaca : 592 kali

    Ada beberapa penelitian mengatakan bahwa asal minyak bumi berasal dari jasad renik. Menurut teori biogenesis, teori anorganik dan teori duplex bahwasanya jasad renik dari beberapa makluk hidup yang bersumber baik dari tumbuhan,hewan maupun manusia yang merupakan bahan pembentuk minyak bumi. Kumpulan jasad dari makluk hidup akan dibawa oleh air sungai bersama dengan lumpur yang akan berkumpul di dasar laut.

    Waktu yang dibutuhkan pada peristiwa tersebut sangat lama bahkan mencapai ribuan tahun. Selain itu, juga dipengaruhi oleh suhu dan tekanan sampai akhirnya jasad dari makluk hidup tersebut atau renik, menjadi bintik-bintik dan gelembung-gelembung gas dan minyak.

    Di Indonesia penghasil industri minyak terbesar terdapat provinsi diantaranya Sumatera selatan, Riau, Papua barat, Jawa, Jawa timur dan Kalimantan timur. Adapun perusahaan (PT) minyak bumi yang terletak di pulau Jawa adalah PT Pertamina EP Asset, PT CNOOC South East Sumatera LTD, PT Lapindo Brantas INC, PT Pertamina Hulu Energi WMO, PT Santos, PT Kangean Energy Indonesi LTD, dan lain-lain.

    Perusahaan yang terletak di pulau Papua adalah PT Tangguh LNG, PT Pertamina (PERSERO), PT UP VII Kasim, PT PERTAMINA UP II dan lain-lain. Perusahan yang terletak di pulau Sumatera adalah PT Pertamina Hulu Energi NSB(PHE NSB), PT Petro Selat LTD, PT Kondur Petroleum S.A, PT Chevron Pacific IND, PT Kalila Operatol PTY LTD ,PT TEC Pertamina EP BWP Meruap,PT JOB Pertamina Talisman OK LTD, PT Tiara Bumi Petroleum,PT Conoco Philips, dan alain-lain.

    Perusahaan yang terletak dipulau Kalimantan adalah PT Badak NGL, PT Pertamina (PERSERO) UP V Balikpapan, dan lain-lain.

    Berdasarkan perindustrian minyak bumi diindonesia, adapun proses terbentuknya minyak bumi melalui 4 tahapan


    1. Pada tahapan pertama yaitu fotosintesa ganggang. Ganggang merupakan salah satu biota terpenting dalam menghasil minyak bumi. Hal ini terjadi apabila ganggang yang tidak lagi berfotosintesa dengan air maka akan mati dan membentuk batuan induk. Sedangkan untuk tumbuhan yang berbijiatau yang disebut tingkat tinggi apabila tidak mengalami fotosintesa lagi maka akan mati.
    2. Tahapan kedua Pembentukan batuan induk yang mana terbentuk dari ganggang yang telah mati, kemudian mengalami pengendapan didasar laut sehingga terbentuk batuan induk. Senyawa karbon terkandung didalam batuan induk yang terbentuk. Karbon yang terbentuk dari ganggang melalui proses yang spesifik, sehingga tidak semua cekungan bisa terbentuk menjadi batuan induk.
    3. Tahapan ketiga Pengendapan batuan induk yang akan tertimbun oleh batuan lain selam jutaan tahun. Adapun batuan yang menimbun batuan induk disebut juga batuan sarang yang pada umumnya terbentu dari batu gamping, pasir dan batu vulkanik. Semakin lama maka batuan yang menumpuk akan semakin banyak, hal ini membuat batuan induk pada dasarnya akan tertekan kedalam sehingga suhu didalam akan semakin tinggi. Pada suhu 50-180 derajat celsius maka minyak akan terbentuk.
    4. Tahapan keempat Adalah terbentuknya hidrokarbon dari reaksi perubahan karbon dengan hidrogen.Perubahan yang terjadi menghasilkan minyak mentah yang mana berupa cairan dengan memiliki kekentalan.

        Didalam sebuah pabrik, minyak bumi akan diolah melalui beberapa tahap sebagai
    berikut :
    1. Proses Destilasi
    Destilasi adalah suatu teknik pemurnian dan pemisahan suatu zat cair berasarkan tingkat volatilitass dan titik didih dari komponen-komponennya. Dalam pengolah minyak bumi, destilasi yang digunakan adalah destilasi bertingkat atau fraksionisasi ini prinsipnya didasarkan pemisahan fraksi-fraksi dengan perrbedaan titik didihnya. Contoh pemisahan fraksi dari suhu rendah ke tingkat suhu yang lebih tinggi

    2. Cracking
    Cracking atau yang disebut merengkah merupakan proses pembelahan atau penguraian partikel-partikel hidrokabon yang berukuran besar menjadi partikel-partikel hidrokarbon kecil dalam fraksi minyak bumi. Adapun tiga cara yang digunakan dalam proses cracking ialahthermal cracking, catalyc cracking dan hidrocracking. Contohnya ialah pengubahan solar menjadi minyak tanah.


    3. Reforming
    Reforming merupakan perubahan struktur molekuldari karbon yang rantainya lurus menjadi karbon yang rantainyabercabang dengan adanya bantuan katalis dan pemanasan. Reforming biasanya terjadi pada perubahan mutu bensin dari yang kurang baik menjadi lebih baik walaupun strukturnya berbeda dalam molekul yang sama.


    4. Alkilasi dan Polimerasi
    Alkilasi merupakan proses dimana karbon yang rantainya bertambah pada fraksi sehingga molekulnya lebih panjang dan bercabang.Proses alkilasi dilakukan dengan bantuan penambahan katalis seperti asam kuat. Sedangkan polimerisasi merupakan proses dimana partikel-partikel kecil bergabung menjadi partikel-partikel yang besar sehingga menghasilkan produk yang bagus.


    5. Treating
    Treating merupakan proses setelah eliminasi dari pengotor-pengotornya yang kemudian dilakukan pemurnian terhadap fraksi minyak bumi. Pengotor-pengotor yang dieliminasi tersebut biasanya berbau tidak sedap dengan beberapa proses.


    6. Blending
    Blending merupakan proses akhir dari pengolahan minyak bumi pada proses ini ditambah zat aditif untuk meningkatkan kualitas akhir dari minyak bumi, contohnya Tetra Ethyl Lead atau TEL yang merupakan zat aditif penambah bilangan oktan bensin.Jadi, blending adalah salah satu teknik atau proses material dimana cara kerjanya dengan menggabungkan atau mencampurkan bahan material dengan jumlah yang telah ditentukan.
    Peran minyak bumi sebagai sumber energy terutama sebagai bahan bakar masih sulit tergantikan. Minyak bumi merupakan campuran sangat kompleks dari senyawa – senyawa hidrokarbon (97 – 98%) dan unsure lain dalam jumlah kecil seperti Belerang (S), Nitrogen (N), Oksigen (O), Vanadium (V), Nikel (Ni), Besi (Fe), Tembaga (Cu), air, dan garam – garam terdispersi. Senyawa – senyawa lain ini umumnya menurunkan kualitas produk minyak bumi yang diinginkan (Suryo Purwono, 2012).
    Konsumsi hasil pengolahan minyak bumi paling besar adalah untuk bahan bakar Selama ini bahan bakar yang banyak dikenal oleh masyarakat pada umumnya adalah premium, pertalite, pertamax yang biasa mereka sebut dengan kata bensin saja. Bahan bakar tersebut diatas dibedakan berdasarkan nilai angka oktannya.
    Angka oktan berperan penuh pada keperkasaan suatu mesin kendaraan. Semakin tinggi angka oktan, akan semakin menaikkan performa dari suatu mesin yang bekerja karena efisiensi pembakarannya semakin tinggi. Berdasarkan hal tersebut di atas, maka banyak cara dilakukan untuk dapat menaikkan nilai oktan suatu bahan bakar, diantaranya adalah denga cara blending.


          Minyak bumi adalah cairan mudah terbakar berwarna coklat sampai hitam yang terbentuk secara alamiah. Minyak bumi terdiri dari campuran senyawa – senyawa hidrokarbon antara 50 sampai 98 %. Senyawa lain dalam minyak bumi : belerang, nitrogen, oksigen dan logam vanadium, nikel, besi, dan tembaga. Baik senyawa hidrokarbon maupun senyawa bukan hidrokarbon akan mempengaruhi cara pengolahan dalam kilang minyak. Setiap minyak mentah yang siap diolah di kilang minyak memiliki tipe yang berbeda –beda. Salah satu klasifikasi minyak bumi yang banyak di pakai adalah klasifikasi berdasarkan API Gravity.


    DAMPAK PENGGUNAAN MINYAK BUMI DIINDONESIA
    Salah satu kegiatan industri tersebut yaitu industri minyak dan gas bumi dan dampak pengolahan minyak bumi diindonesia :
    1. Pemanasan global
    Pada pembakaran minyak bumi terjadinya penambahan gas CO2 di atsmosfer[145], dimana jumlah CO2 akan meningkat di udara sehingga terjadinya pemanasan global. Gas CO2 dihasikan oleh pembakaran bahan bakar fosil yang mana panas matahari dari bumi tidak dapat dipancarkan kembali karena adanya lapisan ozon. Hal ini mengakibatkan terjadinya efek rumah kaca dan peningkatan panas di bumi. Selain itu, akibat pemanasan global juga menimbulkan terjadinya perubahan iklim.
    Pemanasan gobal tidak hanaya disebabkan oleh pembakaran minyak bui tetapi juga disebabkan oleh hasil yang diperoleh dari pengolahan tersebut seperti BBM atau bahan bakar minyak. Adapun kegunaan bahan bakar minyak ,tidak
    hanya untuk alat-alat transpotasi tetapi juga digunaka dalam berbagai kebutuhan, sperti elpiji, minyak tanah pada pabrik-pabrik dan sebagai aspal jalan. Dari semua kegunaan produk minyak bumi dapat memberikan damapk bagi pemanasan global dimana tidak hanya menghasilkan gas CO2 tetapi juga metan dan gas nitrogen yang berdampak pada pemansan global.
    Pemanasan global memberikan dampak yang bebahaya bagi lingkungan, dimana pemanasan global tidak hanya disebabkan oleh pembakaran minyak bumi tetapi juga oleh efek rumah kaca. Pemansan global yang terjadi dari tahun ketahun semakin meningkat yang memicu terjadinya hujan asam dan panas yang berlebihan di bumi. Adapu cara untuk menanggulangi pemanasan global adalah dengan cara melakukan reboisaisi atau penhijauan di daerah perkotaan dan sekitar pabrik. Penghijau berguna untuk mengurangi kadar CO2 di udara sehingga pemansan global berkurang . Selainitu kita juga dapat mengurangi pemakaian kendaraan bermotor, mobil dan lainnya.
    2. Ekstrasi
    Ekstraksi minyak merupakan suatu proses pemindahan minyak bumi dari sumur bor. Biasanya minyak yang telah dipindahkan dalam bentuk emulsi minyak-cair untuk memisahkan minyak dan cair dibutuhkan zat kimia, yang mana zat kimia merusak keseimbangan biota laut.
    3. Pencemaran Air
    Pencemaran perairan biasanya terjadi akibat tumpahan minyak bumi yang sering terjadi laut, hal ini di sebabkan adanya kebocoran kapal tengker yang mengangkut minyak bumi selain itu penyebab lainya adalah meledaknya anjungan minyak lepas pantai, operasi kapal dan bangunan lepas pantai. Bocornya sistem penampungan atau adanya kapal yang tenggelam menyebabkan tumpahan minyak dilaut sampai ke lepas pantai. Adapun dampak dari pencemaran minyak bumi di lepas pantai,yang penyebaran dipengaruhi oleh gelombang air laut diman mempunya damapk selain pada pantai negara tersebut tetapi juga pada beberapa negara. Pencemaran air atau perairan yang disebabkan oleh tumpahan minyak memiliki pengaruh yang sangat besar terhadap lingkungan di perairan atau laut dengan waktu yang panjang dalam mengatasinya.
    Tumpahan minyak yang terjadi ini memiliki dampak pada kerusakan ekosistem dan sumber daya hayati yang berujung panjang. Selain ikan, terumbu karang, rumput laut, magrove, mineral dan sumber daya alam laut lainya. Selain itu hal ini juga berdamapak pada keadan ekonomi masyarakat, dimana masyarakat yang berjerja sebagai nelayan mengalami ganguan atau kesusahan dalam mencari ikan di laut.
    Minyak bumi yang memiliki komponen atau komposisi kimia, dimana pada saat mengalami pencemaran atau tumpahan pada laut maka akan mengakibatkan perubahan baik secara kimia maupun fisika. Adapun diantara perubahan tersebut akan terjadi penyebaran, pembentukkan lapisan, ada yang menguap, polimerisasi,terjadinya emulsi dan terbentuknya gumpalan. Perubahan yang terjadi didorong oleh gerakan angin gelombang arus dan tegangan dari permukaan. Kandungan hidrokarbon didalam air yang mudah menguap dan apabila terlarut dalam air maka akan membuat lapisan yang tebal.

    Didalam proses pengolahan minyak bumi, manusia yang berperan penuh dalam menciptakan kerusakan dan ganggu pada alam dan lingkungannya. Dalam menimalisir dampak negatif terhadap pemakaian minyak bumi, dapat dilakukan dengan berbagai cara antara lain penghematan dengan menggunakan bahan ramah lingkungan, menghemat energi semaksimal mungkin, memproduksi bensin bebas timbal, menproduksi bahan pengganti minyak bumi seperti bioetanol dan biodiesel dan lain-lain. Yang paling utama adalah diperlukan kesadaran diri sendiri untuk menjaga lingkungan agar terbebas dari dampak tersebut.

    DAFTAR PUSTAKA
    Hasanudin, M. 2005.TEKNOLOGI SEISMIK REFLEKSI UNTUK EKSPLORASI MINYAK DAN GAS BUMI. Vol. 30.
    Yulis, R., & Zainul, R. 2018.DESAIN DAN KARAKTERISASI SEL SURYA SISTEM ELEKTRODA TEMBAGA (I) OKSIDA (Cu2O/Al) MODEL PIPA PADA LARUTAN NATRIUM SULFAT (Na2SO4) .
    Zuhra, Cut Fatimah. 2013.PENYULINGAN, PEMROSESAN DAN PENGGUNAAN MINYAK BUMI.
    Zainul, R., Oktavia, B., Dewata, I., & Efendi, J. 1. 2018. Fabrication of hexagonal photoreactor indoor lights. IOP Conference Series: Materials Science and Engineering, Vol. 335.
    Halimatussadiah, Alin dan Resosodarma, Budy. 2004.TINGKAT EKSTRAKSI OPTIMAL MINYAK BUMI INDONESIA: APLIKASI MODEL OPTIMASI DINAMIKA., JURNAL EKONOMI DAN PEMBANHGUNAN INDONESIA, Vol. 5. 1.
    Risdiyanta. (2015). “Mengenal Kilang Pengolahan Minyak Bumi (Refinery) di Indonesia”. Forum Teknologi.Vo.05 No.4

    ---

    NAMA : WIDYA NINGSIH GEA
    NIM : 4193351016
    PRODI : PENDIDIKAN IPA B 2019
    KAMPUS : UNIVERSITAS NEGERI MEDAN



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.