Mewujudkan Ekosistem Kendaraan Listrik, Kisah Fiksi Masa Depan yang Mendebarkan - Analisa - www.indonesiana.id
x

Puji Handoko

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 13 November 2020

Kamis, 19 November 2020 10:19 WIB

  • Analisa
  • Berita Utama
  • Mewujudkan Ekosistem Kendaraan Listrik, Kisah Fiksi Masa Depan yang Mendebarkan

    Kendaraan bermotor menyumbang 60% konsumsi BBM. Jika saja hal itu bisa dialihkan ke kendaraan listrik, maka akan tercipta perubahan besar di Indonesia. Ini tentu merupakan impian banyak pihak. Meskipun untuk mewujudkan hal tersebut diperlukan keseriusan dan kerja sama erat dari berbagai kelompok. Sebab tidak mudah mengubah kebiasaan masyarakat yang sudah mapan dengan teknologi tertentu.

    Dibaca : 582 kali

    Realiasasi pembangunan infrastruktur kelistrikan kendaraan listrik tidak akan sukses jika tidak didukung oleh perusahaan otomotif dan transportasi. Untuk itu perlu diadakan kerjasa sama berbagai pihak guna mempercepat peralihan kendaraan berbahan bakar fosil ke listrik.

    Cita-cita untuk memulai era kendaraan listrik harus secepatnya dilakukan. Agar kelak jika tren baru itu telah menjamur, Indonesia tidak sekadar jadi penonton. Dengan bahan baku pembuat baterai yang melimpah, di masa depan Indonesia akan jadi pemain utama pada industri kendaraan listrik. Sebab baterai adalah unsur terpenting kendaraan tersebut.

    PLN sebagai tulang punggung penyedia energi kendaraan listrik telah membuat ancang-ancang yang baik. Salah satunya adalah diwujudkannya Nota Kesepahaman dengan perusahaan otomotif seperti Hyunday, Wuling, GESITS/WIMA, dan juga menggandeng perusahaan transportasi Grab pada Rabu 18 November 2020. Hal itu dilakukan demi menciptakan ekosistem kendaraan listrik berbasis baterai.

    "Penandatanganan Nota Kesepahaman ini dimaksudkan untuk memanfaatkan kemampuan, pengalaman, sumber daya dan fungsi yang dimiliki oleh PLN dan mitra kendaraan listrik guna kepentingan bersama yang dilandasi atas keinginan untuk saling sinergi dan memberikan dukungan pada pelaksanaan percepatan penetrasi program kendaraan bermotor listrik berbasis baterai di Indonesia," kata Zulkifli, seperti dikutip CNBC pada Rabu 18 November 2020.

    Kerja sama ini merupakan langkah awal dari inovasi yang dapat diperluas dan dikembangkan guna saling memperkuat nilai dan manfaat bagi penguatan ekosistem kendaraan bermotor listrik di Indonesia.

    PLN tentu sangat mendukung peralihan penggunaan kendaraan listrik itu. Sebab sesuai pilar transformasi PLN yang mengedepankan green atau ramah lingkungan, kendaraan listrik sangat cocok dengan konsep itu.  Mengingat penggunaan kendaraan listrik lebih ekonomis, ramah lingkungan. Sebuah ciri dari bergeraknya peradaban yang lebih modern.

    Sebagai informasi, GESITS tengah memproduksi 2.800 unit mobil listrik dan 1.300 unit dalam proses pengiriman. Hal itu menunjukkan geliat penggunaan kendaraan listrik sedang tumbuh pesat. Jika kerja sama semacam itu terus dilakukan, dalam waktu dekat proses peralihan kendaraan listrik akan segera menjadi kenyataan.

    Sedangkan Grab tercatat juga telah memiliki 5.000 armada kendaraan listrik. Perusahaan transportasi berbasis aplikasi itu telah menapaki babak baru. Kendaraan listrik yang mereka miliki terdiri dari grab car, grab bike, dan lain-lain.

    Dengan kerja sama yang baik, akselerasi selanjutnya akan lebih mudah dan cepat. Dan itu dengan sendirinya juga akan memunculkan sebuah tren baru di tengah masyarakat. Jika peralihan menuju kendaraan listrik telah benar-benar terjadi, akan ada begitu banyak kabar baik menyertainya. Seperti tidak ada lagi impor BBM, mengurangi polusi udara dan menciptakan ekosistem industri baru.

    Kendaraan bermotor menyumbang 60% konsumsi BBM. Jika saja hal itu bisa dialihkan ke kendaraan listrik, maka akan tercipta perubahan besar di Indonesia. Ini tentu merupakan impian banyak pihak. Meskipun untuk mewujudkan hal tersebut diperlukan keseriusan dan kerja sama erat dari berbagai kelompok. Sebab tidak mudah mengubah kebiasaan masyarakat yang sudah mapan dengan teknologi tertentu.

    Semakin cepat pembangunan industri kendaraan listrik dilakukan, semakin kokoh pula posisi Indonesia dalam kancah kendaraan listrik dunia. Ini memang mirip kisah fiksi masa depan yang mendebarkan. Tapi melihat keseriusan berbagai pihak, sepertinya itu akan segera menjadi kenyataan tak lama lagi.

     



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.