Silaturahmi yang Membahagaiakan - Urban - www.indonesiana.id
x

Ilustrasi Debat. Gambar oleh Gerd Altmann dari Pixabay

Saufi Ginting

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 26 April 2019

Minggu, 3 Januari 2021 05:48 WIB

  • Urban
  • Topik Utama
  • Silaturahmi yang Membahagaiakan


    Dibaca : 831 kali

    Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

     

    Oleh: Saufi G

     

    (Tulisan ini salah satu contoh isi dari Bank Ide Tanggal 18 Nopember 2020, yang saya panggil kembali perhari ini dengan sejumlah kalimat tambahan. Peristiwa di dalam contoh memang terjadi pada tanggal tersebut)

     

    Bersilaturrahim itu banyak caranya. Kita yang sudah terbiasa bersilaturrahim saling tatap muka, merupakan salah satu cara lama, dan tak boleh ditinggalkan, karena itu sunatullah. Tapi salah satu manfaat perkembangan positif dari teknologi, kita dapat bersilaturrahim dengan siapapun melalui media sosial. Banyak media sosial yang memberikan kebermanfaatan dalam kehidupan, diantaranya WA dan facebook. Saya menyebutkan 2 contoh ini karena ini yang paling berasa langsung ke saya terlepas dari media sosial lainnya. Media ini sangat cepat menjadi ajang silaturrrahim yang mumpuni.

    Silaturrahim melalui media sosial rupanya bisa up to date, secepat kilat. Informasi yang berhubungan dengan keberadaan dan kondisi siapapun dapat cepat kita terima melalui media sosial, bahagia, sakit, hilang, diculik, kecelakaan, tak bisa pulang karena menjadi tenaga asing di negara orang, dan semuanya dapat terjalin dengan renyah.

    Dalam platform WA misalnya, saya akan cepat dapat tahu informasi yang saya sebut di atas dari sejumlah pesan berantai. Belum lama ini dalam sebuah grup ada tangkapan layar tentang sebuah berita yang menghebohkan grup kepenulisan. Segera saya pastikan pula kebenaran berita tersebut dari sumbernya di grup FB yang kebetulan juga saya ikuti.  Seseorang menggunggah tulisan dengan judul #warga Kbm please do your magic. Unggahan ini dibuat oleh mbak Naf Eesha sesaat setelah menerima telepon dari seorang teman. Ia menuliskan bahwa temannya adalah salah satu dari puluhan orang tidak tahu apa-apa yang ditipu oleh agen (tidak resmi) yang menyalurkan pekerja ke luar negeri. 

    Tambahnya lagi, temannya itu sekarang hidup terkurung lebih dari satu bulan di rumah agen yang mereka panggil Umy. Rencananya, mereka semua akan disalurkan ke Dubai dan beberapa wilayah Timur Tengah lainnya. Beberapa dari mereka bahkan tidak tau kalau ternyata perjalanan mereka itu tidak resmi. Imbasnya, sampai saat ini, mereka terkurung di rumah penampungan tersebut. Di Jakarta Timur. Diberi makan tidak selayaknya, dimaki-maki seperti tidak punya harga diri. Beberapa dari mereka sudah memohon untuk bisa pulang, tapi tidak diperbolehkan. Malah mendapat cacian dan ancaman.

    Mereka dipaksa membuat pernyataan, bahwa mereka datang dengan sukarela dan tau bagaimana prosesnya. Begitu penjelasan panjang lebar dari mbak Naf Eesha. Kemudian mereka tidak pegang HP, tulis mbak Naf Eesha, temannya tadi pinjam hp salah satu penjaga mereka dan pura-pura mau kirim pesan ke ibunya yang mau kirim uang, jadi punya kesempatan untuk menghubungi saya, tambahnya.

    Apa yang terjadi selanjutnya? Buum. Unggahan dari mbak Naf Eesha itu meledak. Dikonfirmasi oleh setiap komentar di bawahnya dan dibagikan ribuan kali termasuk melalui WA. Hasilnya, dalam 1 x 24, permasalahan itu selesai oleh pejabat yang bersangkutan karena informasi yang terus menerus dibagikan.

    Bahagia mengetahui telah terselamatkannya puluhan orang dari agen tak resmi. Benar-benar magic. Itulah ajaibnya silaturrahim dengan teknologi ini. Makanya jujur saya akui, saya senang ikut dalam grup apapun –meski hanya pengikut pasif.  Persahabatan bertambah, pun pengetahuan informasi-informasi baru cepat sekali didapatkan. Bahkan sesekali solusi dari permasalahan kehidupan dapat terselesaikan.

    Silaturrahim benar-benar menghasilkan kebaikan positif. Apalagi bila silaturrahim dengan tatap muka. Mari lebih sering bersilaturrahim. Sambil ngopi, gitu.

     

    Tabik.

    Siumbut-umbut 18 Nopember 2020-2 Januari 2021.



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.