Pengaruh Teknologi pada Cybercrime yang Meresahkan Masyarakat - Gaya Hidup - www.indonesiana.id
x

Fitri Anita

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 6 Januari 2021

Kamis, 7 Januari 2021 14:58 WIB

  • Gaya Hidup
  • Berita Utama
  • Pengaruh Teknologi pada Cybercrime yang Meresahkan Masyarakat


    Dibaca : 521 kali

    Dalam kehidupan masyarakat, sering kita menemukan perubahan dalam segala aspek kehidupan termasuk pada masyarakat itu sendiri. Karena pada dasarnya tidak ada masyarakat yang statis, selalu ada perubahan dalam kehidupan masyarakat dinamis. Entah perubahan tersebut membangun dalam artian berdampak positif bagi masyarakat kedepannya ataukah sebaliknya. Perubahan yang terjadi salah satunya yaitu adanya inovasi teknologi.

    Kemajuan teknologi juga turut memajukan informasi. Sebab informasi dapat kita temukan melalui teman, keluarga, media cetak, maupun media elektronik. Apalagi pada era modern ini, banyak masyarakat luas yang sudah menggunakan media baru yaitu sarana media internet. Penggunaan internet bukanlah suatu hal yang istimewa atau khusus untuk kalangan tertentu, baik dari segi profesi, kalangan masyarakat, pendidikan dan usia. Hampir semua golongan masyarakat sudah tahu dan akrab dengan internet.

    Seiring dengan perkembangan waktu dan modernisasi internet menjadi sebuah kebutuhan dan aktivitas tetap manusia sebagai anggota masyarakat. Selain menjadi tuntutan profesi, perkembangan ilmu pengetahuan, berita dan hiburan. Berinternet juga menjadi cara alternatif seseorang berinteraksi sebagai makhluk sosial.

    Kehadiran internet memudahkan masyarakat untuk mendapatkan informasi dan data yang belum tentu ditemukan secara langsung dalam media cetak yang biasa dijumpai sehari-hari. Terutama karena halangan cara dan biaya yang tak sedikit.

    Di Indonesia dapat ditemukan banyak tempat umum, lembaga pendidikan, cafe, mall, dan tempat rekreasi yang menawarkan hotspot atau WiFi untuk masyarakat yang ingin menggunakan internet. Aktivitas berbasis teknologi internet bukan lagi menjadi hal baru dalam masyarakat informasi (information society). Media komunikasi digital interaktif ini mampu menghubungkan masyarakat informasi, secara cepat, mudah, dan tanpa mengenal batas wilayah.

    Penggunaan teknologi informasi juga dapat mengakibatkan kerugian yang sangat besar bagi pengguna yaitu aksi cybercrime (kejahatan komputer). Pada pandemi ini dimanfaatkan beberapa pihak untuk melakukan aksi peretasan. Para hacker melakukan aksi dengan cara mengirimkan file atau dokumen melalui akun Mail dan akun lainnya. Pakar keamanan siber menghimbau kepada masyarakat agar lebih waspada.

    Berdasarkan startup keamanan para hacker secara otomatis dapat membaca, mengedit, menghapus email yang ada di aplikasi Mail pada smartphone pengguna. Kerena pengguna tidak dapat mengetahui perbuatan para hacker licik.

    Aksi peretasan atau Cybercrime sering terjadi pada perusahaan online. Contohnya pada 2 Mei 2020 lalu, warganet dikejutkan oleh beredarnya informasi bahwa 91 juta akun Tokopedia telah diretas dan dijual di Dark Web. Akun dengan nama “Whysodank” mengaku bahwa dia memiliki data dari 91 juta akun pengguna Tokopedia. Angka tersebut sama dengan jumlah akun aktif Tokopedia, yang dirilis pada 2019. Akun tersebut mengaku menjual jutaan data itu di situs Dark Web Empire Market, memakai nama ShinyHunters.

    Data pengguna yang dijual di Dark Web itu berupa user ID, email, nama lengkap, tanggal lahir, jenis kelamin, nomor ponsel, dan password yang masih terhash. Semuanya dijual dengan harga US$ 5 ribu atau sekitar Rp 74 juta. Informasi mengenai penjualan data ini kemudian dibagikan oleh akun @underthebreach di Twitter pada 2 Mei 2020. (tempo.co, diakses tanggal 26 Juli 2020).

    Sistem informasi memiliki peran penting dalam mengendalikan internet pada kasus ini yaitu upaya peningkatan keamanan dengan himbauan supaya mengganti password secara berkala akun email dan memprivasi password agar tidak dipublikasikan kepada orang lain.

    Berikut ini tips untuk menjaga keamanan online selama Covid 19 (inet.detik.com, diakses tanggal 26 Juli 2020). Yaitu segera menginstal pembaruan keamanan setelah tersedia baik akun perorangan ataupun perusahaan, tidak menggunakan password yang sama di semua aplikasi, dan seharusnya mempunyai fitur keamanan tambahan agar informasi perusahaan tetap aman.

     



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.