Kisah Pacaran Beda Agama - Analisa - www.indonesiana.id
x

Aditya Ramandha Junaidi

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 5 hari lalu

5 hari lalu

  • Analisa
  • Berita Utama
  • Kisah Pacaran Beda Agama

    Pacaran Beda Agama

    Dibaca : 565 kali

    Saya Aditya Ramandha Junaidi seorang mahasiswa yang diperguruan tinggi swasta yang berada di jakarta beragama Islam namun mempunyai keyakinan keyakinan dengan pasangan namun mampu langgeng sampai sekarang. menjalani hubungan yang bahagia dan harmonis satu sama lain. Heran, banyak orang yang mendoakan saya berjodoh.

    Banyak yang bilang, kalau cinta itu ada dan datang begitu saja tanpa perlu ucapan permisi. Kisah cinta yang paling memilukan adalah mencintai seseorang yang berbeda agama dengan kita. Rasanya seperti sedang melakukan hal yang sian, namun tidak bisa juga melepaskan.

    Tuhan memang satu, kita yang tak sama, haruskah aku lantas pergi meski cinta takkan bisa pergi. Begitu Marcel Siahaan melagukan tragisnya hubungan pasangan anak manusia yang beda agama.

    Meskipun demikian ada pula yang berhasil menjalani kisah cinta beda agama. Dengan cara berdamai keyakinan pindah atau tetap satu atap meski punya tuhan yang beda.

    Bagi saya perbedaan itu mungkin berat, tetapi dengan adanya hubungan yang kuat, dan rasa tanggung jawab semuanya akan berjalan dengan kehendak Tuhan Yang Maha Esa. Awalnya saya pribadi ingin mempunyai pasangan yang seiman, tetapi dari beberapa saya menjalani berpacaran dengan yang seiman malah saya selalu sakiti, di khianati, dan perilakunya gak baik.

    Dan pada akhirnya saya pun sudah capek, karena itu saya punya keyakinan dan pikiran saya untuk tidak pasangan dulu dan ingin fokus kuliah aja, karena saya sudah trauma dengan yang sebelum-sebelumnya. Tetapi dengan seiringnya jalan tiba-tiba saya merasa kesepian juga dengan kesendirian saya. Akhirnya setiap malam saya selalu berdoa kepada Tuhan untuk pertemukan yang baik, dantanggung jawab seseorang.

    Mungkin karena saya bersungguh-sungguh akhirnya Tuhan mengirimkan seseorang wanita yang baik untuk saya. Saat ini saya sedang menjalin hubungan dengan seorang wanita bernama Sarah Novia Kaihatu, biasa di panggil Sarah. Sarah adalah seorang Kristen yang dari kecil anak orang tuanya. Kami berdua sudah menjalin hubungan hubungan kurang lebih sudah mau 1 Tahun. Awal kita ketemu yaitu sekitar bulan Desember berawal di kampus kantin, pada saat itu Sarah dan teman-teman sedanga asyik ngobrol.

    Tidak lama kemudian saya dateng ke kantin, lalu ikut gabung ngobrol bersama teman-teman sarah. Pada saat itu kata belom ada rasa sama Sarah, karena kita begitu dekat. Tiba tiba teman saya mengambil HP sarah untuk foto-foto, tiba-tiba Sarah melihat galeri ternyata ada foto saya.

    Karena saya saat itu belom punya nomor HP nya Sarah jadi saya minta kirim fotonya yang ada digaleri Sarah. Singkat cerita akhirnya kami punya nomor HP masing-masing dan dari situ kita jadi saling berkomunikasi satu sama lain. Awal kita komunikasi itu masih biasa saja karena saya pikir hanya sebatas teman saja. Tetapi lama kelamaan timbullah kenyamanan akhirnya komunikasi kita menjadi sering dan intens.

    Kami berdua pun sama-sama saling perhatian, dan saling mendukung satu sama lain. Pada akhirnya tepat tanggal 08 Januari 2020 saya mengungkapkan perasaannya ke Sarah melalui chat WA, disitu hati saya sangat senang sekali, karena sejak saya kenal Sarah dia itu orangnya baik, sopan - santun, royal, dan yang paling penting itu tanggung jawabnya.

    Selama kita pacaran kita pun selalu mengingatkan kita masing-masing yaitu untuk selalu taat dalam ibadah. Seperti peringatan Sarah yang selalu mengingatkan Saya untuk sholat 5 waktunya, dan sebaliknya Saya selalu mengingatkan Sarah untuk ibadah di hari minggu.

    Bagi saya pacaran beda agama itu tantangannya banyak banget. Terkadang kami berdua selalu suka ribut hal kecil tapi bisa jadi lebar, kadang juga suka pendapat berbeda, suka salah paham, dan pastinya saya pribadi orang yang selalu egois.

    Maka dari itu bagi saya rasa toleransi itu sangat penting di hidup saya.

    Jika cinta kepada Tuhan telah dikorbankan demi cinta kepada sesama makhluknya. Tetap saja yang paling mulia adalah cinta kepada Tuhan. Karena Dialah yang Maha Pencipta.

    Namun, semuanya kembali kepada diri kalian masing-masing yang sedang menjalaninya. Semua keputusan milik kalian. Cuma di sini saya berpesan, Anda lagi matang dengan matang atas hubungan yang sedang jalani. Tidak hanya dalam waktu terdekat saja tapi lapar untuk masa kontrak nanti. Perlu juga hubungan, kalau pikiran terbaik yang tidak terbalut oleh cinta. Karena logika orang yang jatuh cinta tidak sebaik saat sebelum mereka jatuh cinta.

    Untuk kalian yang sedang mengalami "cinta beda agama", semoga menemukan jalan tengahnya tetap jalani saja jangan menyerah semua pasti ada jalan keluarnya.

    Penulis: Aditya Ramandha Junaidi, Mahasiswa STISIP WIDURI



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.