Kisah 5 Pendaki Bernasib Naas di Gunung K2; dari Dokter Hingga Politisi - Analisis - www.indonesiana.id
x

Pendaki Gunung dari Bulgaria, Atanas Skatov.

anton sujarwo

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 9 Desember 2020

Selasa, 9 Februari 2021 12:41 WIB

  • Analisis
  • Topik Utama
  • Kisah 5 Pendaki Bernasib Naas di Gunung K2; dari Dokter Hingga Politisi

    Status gunung K2 di Pakistan sebagai gunung paling ganas di dunia kembali dipertegas dalam 20 hari terakhir. Sejak pertengahan Januari 2021 hingga tanggal 7 Februari 2021, setidaknya 5 pendaki gunung terbaik dunia menemui nasib naas di sana. Ada yang tewas karena terjatuh ke jurang, ada yang menghilang setelah berupaya melakukan pemuncakan.

    Dibaca : 1.712 kali

    Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

    Status gunung K2 di Pakistan sebagai gunung paling ganas di dunia kembali ditegaskannya dalam 20 hari terakhir ini. Sejak pertengahan Januari 2021 hingga tanggal 7 Februari 2021, setidaknya sudah ada 5 pendaki gunung terbaik dunia yang menemui nasib naas di sana. Ada yang tewas karena terjatuh ke jurang, dan ada pula yang menghilang setelah berupaya melakukan pemuncakan.

    Pendaki tewas mengenaskan pertama di gunung K2 yang juga dikenal sebagai The Savage Mountain ini adalah Sergio Mingote, seorang pendaki besar dari negeri Catalan, Spanyol. Mingote adalah salah satu pendaki terbaik dunia yang telah membukukan enam pendakian puncak delapan ribu meter yang dikenal juga dengan istilah Mahkota Himalaya.

    Pendaki tewas terbaru selanjutnya adalah Atanas Skatov, seorang pendaki gunung asal Bulgaria yang bahkan telah membukukan pendakian 10 puncak gunung tertinggi di muka bumi. Seperti halnya Sergio Mingote, Atanas Skatov juga tewas lantaran terjatuh dari dinding gunung K2.

    Dan yang terakhir kemarin mungkin adalah klimaksnya, ketika tiga orang pendaki gunung kelas dunia hilang di sekitar puncak gunung K2. Tiga pendaki yang hilang itu adalah Muhammad Ali Sadpara dari Pakistan, John Snorri Sigurjohnsson dari Islandia, dan Juan Pablo Mohr dari Chili. Hingga informasi ini ditulis, ketika pendaki itu telah hilang kontak lebih dari 60 jam!

    Informasi lengkap mengenai berbagai peristiwa paling up to date mountaineering di K2, tentang kematian Sergio Mingote yang terjatuh, tentang tewasnya pendaki vegetarian terbaik dunia Atanas Skatov, dan juga berita awal hilangnya Ali Sadpara dan dua rekannya, dapat dibaca dengan lengkap pada jurnal Akasaka Outdoor Indonesia berikut ini.

    Profil dan Kronologi 5 Pendaki Tewas di K2 di Awal Tahun 2021

    Siapa saja pendaki yang tewas di gunung K2 Pakistan pada awal tahun 2021 yang kelabu ini, dan bagaimana pula kronologi kematian mereka?

    Berikut beberapa ulasan singkatnya.

    Sergio Mingote, Sang Politikus

    pendaki tewas di gunung k2

    Sergio Mingote tewas pada tanggal 16 Januari 2020 ketika ia dalam perjalanan turun dari Camp I menuju base camp. Sebelumnya Mingote sudah mencapai Camp III dan berencana melakukan pemuncakan. Namun melihat cuaca buruk yang mengamuk di punggung K2, ia memutuskan untuk mundur terlebih dahulu. Dalam perjalanan turun itulah kemudian, maut gunung K2 merenggut nyawanya di antara Camp I dan base camp.

    Mingote adalah salah satu pendaki terbesar dari Spanyol, ia berteman baik dengan legenda-legenda pendaki gunung asal negeri matador itu seperti; Alberto Inurrategi, Juanito Oiarzabal, Edurne Pasaban Lizzaribar, Carlos Soria Fontan, dan masih banyak yang lainnya.

    Selain menjadi seorang pendaki gunung tinggi yang telah malang melintang di pegunungan Himalaya dan Karakoram, Mingote juga adalah seorang politikus yang cukup berhasil. Akan tetapi seperti banyak pendaki gunung lainnya, profesi politik bagi Mingote, tidak lebih penting daripada pendakian dan petualangannya.

    Dalam ekspedisinya di gunung K2 pada musim dingin tahun 2020/2021 ini, Sergio Mingote ber-partner dengan pendaki Chili bernama Juan Pablo Mohr dan juga pendaki wanita Italia bernama Tamara Lunger. Sekitar 20 hari pasca kematian Mingote, Juan Pablo Mohr memiliki keyakinan menarik yang justru mengantarkannya pula pada kematian.

    Atanas Skatov, Sang Vegetarian

    pendaki tewas di gunung k2

    Kematian tragis kedua di gunung K2 tahun ini menjemput seorang dokter vegetarian dari Bulgaria bernama Atanas Skatov. Kematian Skatov sama seperti Mingote, terjatuh dalam upaya perjalanan turun dari Camp III menuju base camp gunung K2.

    Atanas Skatov ikut dalam ekspedisi yang diketuai oleh Chhang Dawa Sherpa dari Seven Summit Trek. Ia sebelumnya telah mencapai Camp III dan bersiap untuk melakukan summit push menuju puncak K2. Namun perubahan cuaca yang lebih cepat dan informasi dari base camp yang mengatakan prediksi angin di puncak akan lebih kencang pada hari pendakian, membuat Atanas Skatov memutuskan untuk turun ke base camp lebih dulu dan mencoba di lain kesempatan.

    Malang bagi Atanas, sang dokter yang juga seorang vegetarian, ia terjatuh setelah mengalami human error dan kesalahan teknis saat berupaya berpindah tali ketika descending. Tubuh Atanas meluncur deras, menabarak batuan keras dan bekunya gunung K2.

    Atanas Skatov bukan nama baru dalam pendakian gunung dunia. Ia setidaknya telah mencapai 10 dari 14 tahta Mahkota Himalaya. Dalam banyak pendakiannya, Atanas seringkali tampil sebagai pendaki gunung vegetarian pertama yang berhasil mencapai puncaknya. Termasuk dengan apa yang capai di gunung Everest pada tahun 2014.

    Gaya pendakian Atanas juga banyak dikagumi. Dengan pilihan dan prinsipnya sebagai vegetarian, ia banyak melakukan pendakian gunung tinggi tanpa menggunakan tabung oksigen, secara solo dan juga alpine style.

    John Snorri Sigurjohnsson, Sang Pionir

    pendaki tewas di gunung k2

    Bagi Islandia dimana John Snorri berasal, apa yang dilakukannya di gunung K2 bisa saja adalah sebuah tindakan pionir. Dalam salah satu berita yang disampaikan, Snorri memiliki keinginan untuk mengibarkan bendera Islandia di puncak gunung paling sulit di dunia itu pada musim dingin. Sebagai yang pertama.

    Untuk tujuan ini, John Snorri kemudian mencari sponsor dan mengajak pula dua pendaki gunung tinggi dari Pakistan  yaitu; Mumammad Ali Sadpara dan puteranya, Sajid Ali Sadpara. Baik Ali Sadpara mau pun Sajid, keduanya sudah pernah mencapai puncak K2 sebelumnya. Sementara John Snorri sendiri belum pernah melakukannya.

    Pada menjelang akhir bulan Januari 2021 kemarin, John Snorri dan timnya telah melakukan upaya summit push yang pertama. Namun cuaca buruk dan badai yang mengamuk membuat  ia, Ali dan juga Sajid, memilih untuk mundur ke base camp dan merenacanakan pemuncakan di lain waktu.

    Kemarin tanggal 5 Februari, John Snorri bersama dengan Ali Sadpara, Sajid Ali, dan Juan Pablo Mohr, memutuskan mencoba peruntungan mereka sekali lagi. Malang tak dapat ditolak, ketika Sajid Ali berbalik karena regulator oksigennya bermasalah, John Snorri dan dua yang lainnya terus mendaki. Dan itulah terakhir kalinya ia terlihat.

    Juan Pablo Mohr dan Harapan Malaikat Pelindungnya

    pendaki tewas di gunung k2

    Juan Pablo Mohr atau yang lebih sering disebut sebagai JP Mohr, adalah pendaki dari Chili yang sebelumnya satu group dengan pendaki Spanyol yang telah tewas lebih dulu; Sergio Mingote. Ikut pula dalam tim ini adalah Tamara Lunger, pendaki wanita dari Italia yang sempat ikut pendakian winter first ascent gunung Nanga Parbat bersama Ali Sadpara, Simone Moro dan Alex Txikon.

    Setelah kematian Mingote, JP Mohr dan Tamara Lunger tetap melanjutkan pendakian. Dan kemarin, ketika Tamara dan beberapa tim sherpa memutuskan untuk berbalik karena cuaca buruk, JP Mohr memutuskan untuk bergabung dengan Ali Sadpara dan John Snorri yang berangkat menuju puncak.

    JP Mohr mengatakan ia mendaki untuk Mingote, dan ia yakin bahwa Mingote akan menjadi malaikat pelindungnya untuk mencapai puncak. Sungguh bukan hal yang JP Mohr duga kemudian, ternyata keputusannya itu justru mengantarkannya untuk menyusul sang sahabat ke Nirwana.

    Muhammad Ali Sadpara, Sang Pahlawan

    pendaki tewas di gunung k2

    Nama terakhir dari 5 pendaki yang bernasib buruk di K2 ini adalah yang paling banyak menyita perhatian, emosi dan juga air mata. Ali Sadpara adalah pendaki gunung terbesar Pakistan saat ini, ia adalah orang pertama di dunia yang berhasil mencapai puncak Nanga Parbat di musim dingin bersama dengan Simone Moro dan Alex Txikon.

    Meskipun berteman dengan banyak pendaki gunung kelas dunia, kehidupan Ali Sadpara tidaklah berlebihan. Pilihannya sebagai pendaki gunung yang penuh sanjung puji kadang-kadang, tidak mangantarkannya pada popularitas dan ketenaran. Seperti para pendaki Eropa yang seringkali diantarkannya menuju puncak pencapaian.

    Ali Sadpara pendaki kuat dan tangguh, ia membukukan setidaknya 8 puncak delapan ribu meter di dunia. Bahkan di Nanga Parbat ia telah mencapai puncaknya sebanyak empat kali. Dua kali di musim pendakian umum, satu kali di musim dingin, satu kali di musim gugur, dan semuanya mencatatkan sebagai pendakian yang pertama.

    Setelah sekian lama malang melintang di dunia mountaineering, tahun 2021 impiannya untuk menjalani project mendaki 14 puncak gunung tertinggi dunia mendapat sambutan. Pemerintah Pakistan dan sponsor menyanggupi untuk membiayai impiannya.

    Namun hanya Tuhan yang mengetahui nasib manusia, justru di saat pintu mencapai Mahkota Himalaya itu sudah terbuka di hadapannya, maut justru merangkul Ali Sadpara lebih dulu. Bersama dengan John Snorri dan JP Mohr, ia dinyatakan hilang di gunung K2 sejak tiga hari yang lalu.

    Dan di gunung pembunuh seperti K2 yang tidak punya belas kasihan, semua akan diperlakukan sama. Tiga hari terpapar di atas ketinggian 8200 meter, tanpa makanan dan tanpa tenda, di tengah gempuran angin badai yang mengamuk, kamatian adalah sebuah keniscayaan yang tinggal menunggu untuk diterima.

    *

    Berbagai kisah lain tentang dunia mountaineering, tentang legenda dan cerita penaklukan puncak-puncak tertinggi dunia, tentang petualangan dan bertahan hidup, dapat pula dibaca dengan sangat lengkap di blog Akasaka Outdoor berikut ini.

     

     

     

     

     



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.