7 Fakta Film 14 Puncak Himalaya yang Menakjubkan - Hiburan - www.indonesiana.id
x

Pengunjung menikmati pemandangan di Dingboche View Point di ketinggian 5.050 meter. Dingboche View Point menyajikan panorama luar biasa. Dari tempat ini, hampir semua gunung serta sungai dan danau geletser di sekitar Everest tampak dengan jelas. Foto: Robertus Robet

anton sujarwo

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 9 Desember 2020

Minggu, 23 Januari 2022 19:06 WIB

  • Hiburan
  • Topik Utama
  • 7 Fakta Film 14 Puncak Himalaya yang Menakjubkan

    Film pendaki gunung 14 Peaks Nothing Is Impossible belum lama tayang dan menarik banyak perhatian para pencinta aktivitas mendaki gunung dunia. Tetapi, tahukah kamu setidaknya ada 7 fakta tentang film ini yang paling menakjubkan? Berikut ulasannya.

    Dibaca : 1.635 kali

    Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

    Sudah nonton film 14 Peaks Nothings Is Imposible, kan?

    Kamu yang sudah nonton sudah pasti tahu kalau film ini berfokus pada satu sosok paling menarik perhatian pada tahun 2019-2020 dalam dunia pendakian gunung tinggi. Sosok itu lebih dikenal dengan nama Nims Dai atau Nirmal Purja.

    Nah, siapa sih, sebenarnya Nirmal Purja ini?

    Nirmal Purja adalah seorang pendaki gunung dari Nepal, ia adalah mantan anggota pasukan Gurkha dan Angkatan Laut Britania Raya.

    Tapi yang membuat namanya layak disebut sebagai legenda di usianya yang masih muda adalah gebrakannya dalam dunia pendakian gunung yang kemudian dikenal dengan istilah Project Possible.

    Lantas apa itu Project Possible dan siapa sebenarnya sosok Nims Dai, berikut 5 fakta yang paling penting tentang film tersebut.

    Project Possible adalah Tentang Mengalahkan Kemustahilan

    Fakta pertama tentang film 14 Peaks ini adalah tentang mengalahkan kemustahilan. Mendaki 14 puncak tertinggi di dunia yang terkenal dengan nama Mahkota Himalaya dalam waktu 7 bulan terdengar seperti omong kosong pada saat pertama kali dicetuskan.

    Mengapa bisa demikian?

    Pendaki gunung tercepat yang berhasil menyelesaikan sirkuit 14 puncak delapan ribu meter Himalaya dan Karakoram adalah pendaki gunung Korea bernama Kim Chang Ho. Kim setidaknya membutuhkan waktu selama 7 tahun untuk bisa mencapai semua puncak tertinggi di dunia tersebut.

    Jika pendaki gunung seperti Reinhold Messner saja membutuhkan waktu selama 16 tahun untuk bisa menyelesaikan pendakian 14 puncak Himalaya, dan pendaki tercepatnya membutuhkan waktu 7 tahun. Maka masuk akal kemudian jika obsesi Nims Dai untuk mendakinya dalam waktu 7 bulan terasa sangat mustahil.

    Namun anggapan mustahil itulah kemudian yang menjadi tenaga Nims Dai untuk mewujudkan obsesinya itu. Satu alasan sama yang membuatnya memberi impiannya dengan Project Possible 14 Peaks in 7 Month.

    Kisah Tentang Nims Dai Pernah Dikutip Penulis Buku Gunung Indonesia

    Sebelum nama Nims Dai demikian populer dan jauh sebelum kamu bisa nonton film 14 Peaks Nothing Is Impossible, seorang penulis mountaineering Indonesia telah mengutip nama Nims Dai dalam dua bukunya yang cukup populer yaitu; Mahkota Himalaya dan Dunia Batas Langit.

    Hayo, kamu pasti belum membacanya bukunya, kan?

    Dalam buku yang berjudul Dunia Batas Langit, penulis mountaineering Indonesia ini mengatakan bahwa Nims Dai akan membuat sejarah sangat fantastis jika ia bisa menyelesaikan project-nya. Baik ia berhasil dalam waktu 7 bulan atau bahkan lebih, apa yang ia lakukan akan tetap menjadi tonggak sejarah baru dalam mountaineering.

    Sekarang terbukti bahwa prediksi dalam buku Dunia Batas Langit itu benar, bukan?

    Nims Dai Memiliki Jiwa Pemberontak yang Pantang Menyerah

    Fakta ketiga dari sosok yang bernama Nims Dai ini adalah karakternya yang unik. Ia tidak seperti kebiasaan para pendaki gunung tinggi yang kadang mengedepankan sikap rendah hati dan mungkin lebih slow down dalam aksi mereka. Nims Dai dengan segala keunikannya, menunjukkan karakter yang sebaliknya.

    Ia adalah pendaki yang blak-blakan, bicara apa adanya dan sangat berterus terang.

    Ia merasa sangat yakin dengan pilihan dan juga ketangguhannya di atas gunung, dan ia tak segan-segan mempublikasi hal itu secara nyata dan jelas. Beberapa orang meragukan dirinya, namun Nims Dai selalu bisa membuktikan ucapannya.

    Pengorbanan yang Besar

    Untuk dapat melaksanakan ekspedisi 14 Peaks Project Possible ini, Nims Dai harus mengorbankan banyak hal. Pengorbanan ini adalah fakta selanjutnya daru film 14 Peaks Project Possible

    Setelah mengumumkan rencananya untuk mendaki 14 puncak tertinggi di dunia dalam waktu 7 bulan dan berusaha menemukan sponsor, tidak ada sponsor yang tertarik membiayainya. Bahkan Nims Dai harus menggadaikan rumahnya untuk membiayai ekspedisinya tersebut.

    Pengorbanan selanjutnya adalah ia harus melepas karirnya sebagai anggota angkatan laut Inggris untuk terjun sepenuhnya sebagai pendaki gunung. Di lain sisi, Nims Dai juga harus meninggalkan ibunya yang sedang sakit untuk menjalani project-nya yang tidak mudah tersebut.

    Kedekatan Nims Dai dengan Sang Ibu

    Sebagian besar orang-orang dengan karakter paling menakjubkan di dunia, selalu memiliki ‘malaikat’ pendukung yang selalu memberinya support dan doa. Dalam kisah Nims Dai ini, sosok ibunya adalah jelmaan malaikat tersebut.

    Nims Dai sangat dekat dengan ibunya. Sebagai anak bungsu, Nims Dai memiliki ikatan yang sangat kuat dangan sang ibunda. Bahkan Nims Dai juga sangat yakin bahwa kekuatan dan keberhasilannya adalah karena doa ibunya.

    Momen lain yang menunjukkan betapa dekatnya Nims Dai dengan ibunya adalah ketika dari puncak Shishapangma yang merupakan puncak terakhir dalam sirkuit yang ia jalani, Nims Dai memilih untuk menelpon ibunya dan mengabarkan keberhasilannya.

    Hayo, kamu pasti juga setuju jika momen itu sangat istimewa, bukan?

    Kemampuan Nims Dai Sempat Diragukan Banyak Pendaki Gunung Dunia

    Diragukan adalah takdir yang seringkali menghampiri orang-orang besar sebelum mereka mencapai tujuan dan impian mereka. Nims Dai pun tak lepas dari hal ini. Dalam film 14 Peaks Nothing Is Impossible kamu bisa melihat bagaimana sosok Nims Dai diragukan sebelumnya.

    Dalam 14 Peaks Nothing Is Impossible sinopsis dijelaskan bahwa apa yang ingin dicapai oleh Nirmal Purja adalah sesuatu yang berlebihan dilihat dari catatan sejarah mountaineering sebelumnya.

    Dengan catatan ini dan tidak ada pula yang mengenal namanya, tidak mengherankan mengapa banyak orang kemudian meragukan kemampuan Nims Dai untuk mendaki 14 puncak gunung tertinggi di dunia hanya dalam waktu 7 bulan.

    Namun Nims kemudian membuktikan bahwa ia konsisten dengan ucapannya. Ia berhasil membuktikan diri bahwa ia adalah sang pemecah kebuntuan dalam dunia mountaineering.

    Project 14 Peaks Mengangkat Nama Sherpa Nepal

    Apa yang berhasil dicapai oleh Nims Dai tidak saja menyenangkan untuk dirinya pribadi dan orang-orang sekelilingnya semata. Namun lebih jauh, Nims Dai telah membawa komunitas para pendaki gunung Nepal berada pada level tertinggi dalam mountaineering dunia.

    Hal itu sudah disadari sejak lama, bahkan sejak satu abad sebelumnya, sejak masa penjelajahan dimulai di Himalaya.

    Sherpa adalah kata kunci setiap kesuksesan pendakian gunung-gunung tinggi dunia. Tidak ada musim pendakian di Everest, atau di gunung mana pun di Himalaya tanpa peran sherpa.

    Namun harus diakui dengan jujur, Nims Dai adalah orang pertama yang berani menyuarakan itu. Ia adalah generasi sherpa Nepal yang mengatakan bahwa Sherpa harus dihargai sebagaimana mestinya.

    Nah, itu adalah 7 fakta film 14 Peaks Nothing Is Impossible yang menakjubkan. Masih ada beberapa fakta menarik lain dari film ini yang juga tidak kalah seru untuk kamu diketahui, selengkapnya bisa kamu lihat disini, ya.



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.