Jenis Strain Ikan Lele yang Ada di Indonesia - Gaya Hidup - www.indonesiana.id
x

Candra Bi

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 3 Februari 2020

Selasa, 23 Februari 2021 19:34 WIB

  • Gaya Hidup
  • Berita Utama
  • Jenis Strain Ikan Lele yang Ada di Indonesia

    Berbagai macam strain ikan lele tumbuh dan ditingkatkan di Indonesia. Ikan lele sendiri sebagai tipe ikan air tawar yang bertubuh licin, gepeng memanjang, dan warna gelap.

    Dibaca : 409 kali

    Berbagai macam strain ikan lele tumbuh dan ditingkatkan di Indonesia. Ikan lele sendiri sebagai tipe ikan air tawar yang bertubuh licin, gepeng memanjang, dan warna gelap. Ciri-ciri intinya ialah kumis yang panjang dan muncul pada bagian mulutnya.

    Tipe ikan lele sendiri mempunyai banyak spesies. Dia berawal dari marga Clarias yang dapat dikenal dari badan licin memanjang tanpa sisik. Sisi sirip punggung dan sirip anus memanjang. Kerap kali, sirip ini bersatu dengan ekor dan terlihat seperti sidat yang pendek.

    Dikutip dari blog beranda52.com, bahwa di Indonesia, lele diternakkan untuk penuhi keperluan konsumsi warga. Lele-lele yang dibudidayakan ini juga bermacam. Tetapi biasanya, terdiri dari enam strain ikan lele yang terbanyak dibudidayakan.

     

    Lele Lokal

    Lele strain ini sebagai asli dari Indonesia. Cirinya ialah dagingnya yang nikmat dan memiliki kandungan sedikit lemak. Namun, lele lokal kurang disukai untuk dibudidayakan karena perkembangannya yang condong lamban.

     

    Lele Dumbo

    Lele tipe ini dikenalkan di Indonesia pada 1985. Awalnya, lele ini berawal dari Taiwan. Dibanding lele lokal, perkembangan lele dumbo bisa lebih cepat dan efektivitas pakannya semakin tinggi. Ciri-ciri lele dumbo ialah struktur dagingnya yang cukup benyek.

     

    Lele Sangkuriang

    Lele sangkuriang sebagai pembaruan dari strain lele dumbo. Riset ini dilaksanakan oleh Balai Besar Peningkatan Budidaya Air Tawar (BBPAT) Sukabumi. Kelebihannya dibandingkan lele dumbo biasa ialah jumlah sel telur yang dibuat oleh lele betina jadi lebih banyak. Disamping itu, food convertion ratio-nya lebih rendah.

     

    Lele Paiton

    Lele tipe ini ditingkatkan oleh PT Central Proteina Sempurna di Paiton, Probolinggo, Jawa Timur.

     

    Lele Piton

    Persilangan lele dumbo lokal dengan lele dumbo Thailand hasilkan lele piton. Ciri-ciri lele piton ialah wujud kepalanya serupa ular piton. Sungut dan ukuran badan lele ini lebih panjang. Disamping itu, dia mempunyai ketahanan yang bagus pada cuaca dingin.

     

    Lele Masamo

    Dikembangkan oleh PT Matahari Sakti di Mojokerto, Jawa Timur. Perkembangannya cepat, tahan penyakit, dan mempunyai selera makan yang tinggi. Efektivitas pakannya juga lumayan tinggi.

     

    Lele Mutiara

    Kata mutiara dalam nama lele mutiara sendiri sebagai akronim dari ‘mutu tinggi tanpa tara'. Lele mutiara ditingkatkan oleh Balai Penelitian Perikanan Air Tawar Sukamandi, Jawa Barat. Perkembangannya semakin tinggi 10—40 % dari lele sangkuriang.

    Disamping itu, lele mutiara mempunyai toleransi pada temperatur tinggi. Dia dapat hidup pada temperatur 15—35° C pada pH 5—10. Efektivitas pakan lele mutiara juga cukup rendah, yaitu capai 0,7—1.

     

     

    Tips Beternak Ikan Lele Mutiara

    Lele mutiara sebagai strain baru hasil persilangan di antara lele mesir, lele paiton, lele sangkuriang, dan lele dumbo. Tipe lele ini kerap dibudidayakan karena mempunyai kualitas yang tinggi dan gampang untuk dipiara.

    Pergerakan perkembangan ikan lele mutiara termasuk lumayan tinggi. Karena itu, waktu perawatan bisa dilaksanakan dalam kurun waktu yang cepat. Saat yang diperlukan untuk pembesaran benih memiliki ukuran 5—7 cm untuk padat sebar 100 ekor/m2 memerlukan waktu sepanjang 40—50 hari. Sementara, untuk padat sebar 200—300 ekor/m2 memerlukan waktu untuk pembesaran sepanjang 60—80 hari.

    Lele mutiara mempunyai ketahanan pada penyakit yang tinggi disertai dengan toleransi pada lingkungan relatif tinggi. Ikan ini bisa hidup pada temperatur 15—35°C, kandungan amonia < 3 mg/L, pH 5—10, kandungan nitrit < 0,3 mg/L, dan kandungan salinitas 0—10 %.

    Keunggulan lain yang dipunyai oleh lele strain baru ini ialah keproduktifannya yang termasuk tinggi dibanding dengan benih-benih lele strain lainnya. Disamping itu, pembagian daging yang dipunyainya lebih banyak hingga jatah keuntungan beradabdaya lele mutiara pada step pembesaran lebih memberikan keuntungan daripada budidaya benih-benih strain lainnya.

    Salah satunya tehnik budidaya yang memerlukan modal minim ialah tehnik budidaya dengan keseluruhan akuakultur. Tenik keseluruhan akuakultur sebagai mekanisme implementasi semua elemen yang mempengaruhi keproduktifan budidaya keseluruhannya dan seefesien kemungkinan. Budidaya dengan tehnik ini umumnya dipakai untuk usaha pembesaran.

    Biasanya tehnik budidaya keseluruhan akuakultur memerlukan modal awalnya seputar Rp4.000.000,00 dengan penghitungan untuk pengeluaran pembelian benih lele sekitar 3.000 ekor dengan volume kolam terpal bundar 3 m2.

    Keunggulan lain dari tehnik budidaya ini ialah gampang dilaksanakan untuk fragmen pembesaran dengan periode panen yang bisa dilaksanakan dalam kurun waktu 50 hari dan tidak memerlukan tempat yang luas. Pembesaran lele bisa dilaksanakan di kolam terpal berdiameter 3 m yang sanggup memuat komunitas sekitar 3.000 ekor.

    Tehnik budidaya ini bisa memakai bermacam tipe kolam seperti kolam beton, kolam fiber, kolam terpal, dan kolam tanah. Hal yang perlu jadi perhatian untuk pengerjaan kolam ialah konstruksinya harus pas supaya tidak gampang bocor, gampang diatur, dan bisa membuat perlindungan ikan yang ada didalamnya.

    Benih yang akan disebar harus seragam. Benih yang dipakai harus mempunyai keadaan yang sehat dan tidak cacat. Ukuran benih yang dipakai untuk pembesaran dapat dari 5—7 cm atau 7—8 cm.

    Management pemberian pakan harus dilaksanakan secara benar agar hasilkan ikan dengan kualitas yang diinginkan. Pakan yang diberi sebagai pakan yang sudah difermentasi yang terdiri dari 300 mililiter larutan stock probiotik fermentatif dengan 1 kg pakan. Pakan ini akan diberi minimum 2x satu hari, pada sore dan pagi hari.

    Tingkatan seterusnya yang perlu dilaksanakan ialah pantauan selama saat perawatan. Ini mempunyai tujuan mengetahui sedini kemungkinan masalah yang tampil selama saat budidaya.



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.