Bendungan Jatigede Memiliki Cerita Tersendiri - Travel - www.indonesiana.id
x

Pembebasan lahan yang dilakukan demi terciptanya Bendungan Jatigede membuat puluhan ribu warga meninggalkan kampung halamannya. Memiliki luas area 3035,34 hektar dan menggenangi 4 kecamatan yaitu Kecamatan Jatigede, Kecamatan Jatinunggal, Kecamatan Wado, dan Kecamatan Darmaraja menghabiskan dana dari 50 puluh milyar lebih untuk pembuatan bendungan ini.\xa0Selain digunakan untuk pengairan, bendungan juga akan digunakan sebagai sarana penyediaan air baku dengan total 3500 liter/detik. Serta pembangkit listrik tenaga air (PLTA) dengan kapasitas terpasang 110 MW dengan produksi listrik rata rata 580 GWH/tahun, pariwisata juga akan secara otomatis menjadi daya tarik tersendiri,\xa0 tidak luput sebagai pengendali banjir di daerah sekitar sungai Cimanuk bagian hilir seluas 14.000 Ha.\xd \xd Keunikan Bendungan Jatigde ditengahnya terdapat sebuah pulau yang sebetulnya itu adalah pucuk gunung surian. Gunung Surian juga dipercaya sebagai jejak peradaban megalitikum leluhur sunda.\xa0Gunung Surian terdiri dari batu2 besar dahulu merupakan Punden Berundak peninggalan leluhur yang masih ada sampai sekarang, beberapa warga yang sangat mencintai leluhurnya sempat menolak sehingga sempat terjadi penangguhan. Isak tangis warga sempat terjadi. Uniknya Waduk jatigede pernah surut sehinga rumah-rumah warga yang ditinggalkan menjadi tampak seperti kota mati. Tanah-tanah membelah, peralatan dapur, pagar-pagar sampai bangunan masjid yang masjid yang berdiri kokok tampak layaknya kota mati.\xd \xd Disaat Bendungan Jatigede penuh beberapa warga masih melakukan ziarah atau sekedar berdoa bahkan meloncat berenang mendekati Pucuk Gunung Surian untuk melakukan ritual yang dipercaya leluhurnya masih menjaga kawasan tersebut. Beberapa hal dipercayai warga seperti ular panjang ratusan meter, kepiting putih, ikan mas sebesar pintu, buaya putih sampai tumbal yang selalu dibutuhkan. Dibalik cerita itu semua mayoritas warga juga merasakan manfaatnya. Selain pemandangan yang menjadi indah dari sisi sektor pariwisata sampai tambak ikan yang mencapai ribuan kilogram bisa dibudidaya.\xd \xd Sebagaimana telah dijelaskan pemerintah\xa0\x22Bendungan Jatigede akan mendatangkan manfaat bagi rakyat:\xa0mengairi 90.000 Ha sawah, pembangkit listrik tenaga air 110 MW, perikanan terapung, pengendali banjir, destinasi wisata baru sekaligus penyedia air baku untuk wilayah Sumedang, Cirebon, Majalengka dan Indramayu,\x22 tulis Jokowi dalam facebooknya. Dan hari ini Airnya bisa dinikmati jutaan warga. Selamat Hari Air Sedunia.\xa0

Ganjar Mustika

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 14 Maret 2021

Rabu, 17 Maret 2021 18:59 WIB

  • Travel
  • Berita Utama
  • Bendungan Jatigede Memiliki Cerita Tersendiri

    - Cerita waduk Jatigede - Tenggelamnya Perkampungan - Megalitikum bersejarah - Cerita Mistis - Jokowi

    Dibaca : 449 kali

    Bendungan Jatigede Memiliki Cerita Tersendiri

     

    Pembebasan lahan yang dilakukan demi terciptanya Bendungan Jatigede membuat puluhan ribu warga meninggalkan kampung halamannya. Memiliki luas area 3035,34 hektar dan menggenangi 4 kecamatan yaitu Kecamatan Jatigede, Kecamatan Jatinunggal, Kecamatan Wado, dan Kecamatan Darmaraja menghabiskan dana dari Rp 50 puluh milyar lebih untuk pembuatan bendungan ini. Selain digunakan untuk pengairan, bendungan juga akan digunakan sebagai sarana penyediaan air baku dengan total 3500 liter/detik. Serta pembangkit listrik tenaga air (PLTA) dengan kapasitas terpasang 110 MW dengan produksi listrik rata rata 580 GWH/tahun, pariwisata juga akan secara otomatis menjadi daya tarik tersendiri,  tidak luput sebagai pengendali banjir di daerah sekitar sungai Cimanuk bagian hilir seluas 14.000 Ha.

    Keunikan Bendungan Jatigde ditengahnya terdapat sebuah pulau yang sebetulnya itu adalah pucuk gunung surian. Gunung Surian juga dipercaya sebagai jejak peradaban megalitikum leluhur sunda. Gunung Surian terdiri dari batu2 besar dahulu merupakan Punden Berundak peninggalan leluhur yang masih ada sampai sekarang, beberapa warga yang sangat mencintai leluhurnya sempat menolak sehingga sempat terjadi penangguhan. Isak tangis warga sempat terjadi. Uniknya Waduk jatigede pernah surut sehinga rumah-rumah warga yang ditinggalkan menjadi tampak seperti kota mati. Tanah-tanah membelah, peralatan dapur, pagar-pagar sampai bangunan masjid yang masjid yang berdiri kokok tampak layaknya kota mati.

    Disaat Bendungan Jatigede penuh beberapa warga masih melakukan ziarah atau sekedar berdoa bahkan meloncat berenang mendekati Pucuk Gunung Surian untuk melakukan ritual yang dipercaya leluhurnya masih menjaga kawasan tersebut. Beberapa hal dipercayai warga seperti ular panjang ratusan meter, kepiting putih, ikan mas sebesar pintu, buaya putih sampai tumbal yang selalu dibutuhkan. Dibalik cerita itu semua mayoritas warga juga merasakan manfaatnya. Selain pemandangan yang menjadi indah dari sisi sektor pariwisata sampai tambak ikan yang bisa mencapai ribuan kilogram bisa dibudidaya.

    Sebagaimana telah dijelaskan pemerintah "Bendungan Jatigede akan mendatangkan manfaat bagi rakyat: mengairi 90.000 Ha sawah, pembangkit listrik tenaga air 110 MW, perikanan terapung, pengendali banjir, destinasi wisata baru sekaligus penyedia air baku untuk wilayah Sumedang, Cirebon, Majalengka dan Indramayu," tulis Jokowi dalam facebooknya. Dan hari ini Airnya bisa dinikmati jutaan warga. Selamat Hari Air Sedunia. 

     

    #HariAirDuniaXXIX2021

    #MengelolaAirUntukNegeri

    #SigapMembangunNegeri

     



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.