Akuaponik : Upaya Pengelolaan Air, Lingkungan dan Penggerak Ekonomi Kreatif - Gaya Hidup - www.indonesiana.id
x

Contoh penerapan akuaponik (Sumber : BPPT, 2016)

Yoga dharma

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 3 Maret 2021

3 hari lalu

  • Gaya Hidup
  • Berita Utama
  • Akuaponik : Upaya Pengelolaan Air, Lingkungan dan Penggerak Ekonomi Kreatif

    Akuaponik merupakan penggabungan dua teknik, yaitu akuakultur dan hidroponik. Teknik ini sudah dikenal peradaban suku Aztec sebagai sebuah sistem manajemen pengelolaan air dalam pertanian. Akuaponik dapat mendorong masyarakat untuk lebih bijak mengelola air untuk bidang pertanian dan perikanan sehingga tidak hanya bergantung pada sumber mata air saja.

    Dibaca : 278 kali

    Air, dikenal sebagai sumber kehidupan dan sebagai bahaya. Ibarat pisau, dengan pemanfaatan yang tepat akan bersahabat dengan kita namun dengan kecerobohan dapat menjadi malapetaka.

    Sudah menjadi hal biasa bagi kita masyarakat Indonesia bahwa setiap musim hujan banjir selalu datang. Khususnya pada wilayah urban atau perkotaan. Segala solusi telah dilakukan namun siklus banjir tidak dapat dihindari. Kita tidak dapat menghentikan hujan namun kita dapat merancang sistem manajemen pengelolaan air yang baik terutama pada skala rumah tangga, sehingga tidak hanya mencegah sebuah bencana namun dapat menghasilkan nilai ekonomis juga.

    Akuaponik atau yang lebih dikenal sebagai penggabungan dua teknik, yaitu akuakultur dan hidroponik. Sudah dikenal sejak jaman peradaban suku Aztec sebagai sebuah sistem manajemen pengelolaan air dalam bidang pertanian. Sistem yang dikenal memanfaatkan prinsip reuse, dimana air yang berasal terutama dari air hujan ditampung pada suatu kolam budidaya ikan. Selain itu air akan dipompa dan digunakan kembali sebagai sumber pengairan untuk komoditi tanaman yang dibudidayakan dengan dilakukan pemompaan. Kemudian air sisa akan jatuh kembali ke kolam untuk dimanfaatkan berulang. Dikarenakan relatif tidak menggunakan banyak tempat sistem ini cocok diterapkan untuk daerah padat penduduk pada wilayah perkotaan.

    Sebuah sistem sederhana namun memiliki manfaat yang luas. Dalam buku Teknologi Akuaponik Mendukung Pengembangan Urban Farming yang diterbitkan oleh BPPT pada tahun 2016, sistem akuaponik memiliki banyak manfaat, mencakup bidang sosial, ekonomi dan ekologi. Manfaat utama dapat membantu pengelolaan air. Teknologi ini dapat menjadi pioneer sistem manajemen pengelolaan air yang bijak dari skala terkecil yaitu rumah tangga. Masyarakat dapat membantu pemanfaatan air agak tidak terbuang sia-sia.

    Selama ini telah menjadi sebuah kebudayaan bahwa kita hanya bergantung kepada sumber air tanah yaitu sumur atau menggunakan fasilitas yang disediakan oleh PDAM. Baik dalam hal pertanian, budidaya perikanan dan lain-lain. Akuaponik dapat mendorong masyarakat untuk lebih bijak mengelola air untuk bidang pertanian dan perikanan sehingga tidak hanya bergantung pada sumber mata air saja.

    Selain itu, akuaponik dapat membantu pengelolaan limbah yang baik. Seperti yang kita ketahui bahwa limbah pertanian dan perikanan juga dapat mencemari kualitas air. Apabila tidak diatasi dengan baik, sumber mata air yang biasa digunakan dalam kehidupan sehari-hari dapat tercemar. Dikutip dari hasil penelitian Eko Efendi dkk pada tahun 2014, elalui akuaponik telah ditemukan bahwa sistem ini dapat efektif mencegah pencemaran air, salah satunya limbah amonia.

    Tidak hanya manfaat ekologis yang dapat kita rasakan, hasil berupa komoditas pertanian dan perikanan memiliki nilai jual yang dapat dimanfaatkan untuk menggerakkan ekonomi masyarakat. Membantu membuka lapangan pekerjaan. Serta menjadi solusi mengatasi masalah kemiskinan.

    Upaya pengelolaan air yang bijak dapat dilakukan dalam skala terkecil. Tindakan dan usaha yang dilakukan akan menghasilkan beragam manfaat, tidak hanya bagi kita namun bagi anak cucu penerus bangsa.

    #HariAirDuniaXXIX2021

    #MengelolaAirUntukNegeri

    #SigapMembangunNegeri

                   

        



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.