x

Iklan

Syarifudin

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 29 April 2019

Senin, 21 Juni 2021 21:43 WIB

Bagaimana Pengembangan RPP dan Asesmen Literasi Sains?

Dunia pendidikan harus terus bergerak di era pandemi Covid-19. karena itu, guru harus mampu menyusun RPP, bahan ajar, dan asesmen literasi sains

Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

 

Sekalipun di tengah pandemi Covid-19, dunia Pendidikan harus terus bergerak. Tidak boleh berhenti dalam berkegiatan ilmiah. Aalagi yang berkaitan dengan kemitraan dengan masyarakat. Spirit itu pula yang dilakukan Tim Pelaksana Program Kemitraan Masyarakat (PKM) Program Studi Pendidikan IPA Sekolah Pascasarjana Universitas Pakuan (Unpak). Bekerja sama dengan MGMP Kabupaten Sukabumi menggelar workshop “Pengembangan RPP, Bahan Ajar, dan Asesmen Literasi Sains” secara daring pada 17 Juni 2021. Ikut hadir dalam acara ini Ketua MGMP Kab. Sukabumi, Dedi Kusmardana, S.Pd., M.Pd. Bertindak sebagai narasumber workshop adalah Ketua Tim Pelaksana PKM, Prof. Dr. Indarini Dwi Pursitasari, M.Si yang diikuti 50-an peserta.

 

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Prof. Dr. Indarini Dwi Pursitasari, M.Si, dalam paparannya menyebutkan pentingnya guru membuat Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) berikut perangkat pembelajaran dengan berbasis literasi sains. Karena saat ini, literasi sains siswa di Indonesia tergolong masih rendah dan perlu lebih ditingkatkan. Oleh karena itu, kegiatan pembelajaran IPA harus mampu memberikan kesempatan kepada siswa untuk melakukan aktiviitas sains yang berjkualitas dan mampu mengembangkan pemahamannya terhadap sains dengan baik.

“Sejatinya, guru harus mampu membuat perencanaan belajar yang tertuang dalam RPP berbasis literasi sains, termasuk bahan ajar dan asesmen. RPP pun dirancang sesuai dengan karakteristik materi, karakteristik peserta didik, tujuan pembelajaran, dan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Agar pembelajaran dapat berlangsung dengan baik” ujar Prof. Indarini.

 

Selain itu, di era digital dan kenormalan baru ini, guru perlu memiliki kemampuan technological pedagogical content knowledge (TPACK). Dalam hal merancang pembelajaran, guru harus dapat memilih platform pembelajaran yang mudah dan murah, membuat bahan ajar secara elektronik, serta perlu memiliki pengetahuan dan keterampilan dalam membuat multimedia. Maka untuk mengukur hasil literasi sains, guru juga harus membuat instrument evaluasi dengan memperhatikan domain sains yaitu konteks, konten, kompetensi, pengetahuan, dan sikap sains.

 

Sebagai upaya meningkatkan literasi sains, kegiatan workshop ini dilanjutkan dengan diskusi dan praktik pembuatan RPP dan Asesmen Literasi Sains yang dipandu oleh Dr. Didit Ardianto, M.Pd. Setelah memiliki RPP dan tahu asesmen literasi, berikutnya akan dilanjutkan dengan workshop ke-3 tentang pembuatan multimedia sebagai literasi sains series.

Ikuti tulisan menarik Syarifudin lainnya di sini.


Suka dengan apa yang Anda baca?

Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.












Iklan

Terpopuler

Interpolasi

Oleh: Taufan S. Chandranegara

22 jam lalu

Terpopuler

Interpolasi

Oleh: Taufan S. Chandranegara

22 jam lalu