TOEFL Vs TOEIC, Apa Perbedaannya? - Urban - www.indonesiana.id
x

Orang yang sedang belajar untuk mempersiapkan ujian bahasa Inggris

Admin Xerpihan

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 1 Juli 2021

Jumat, 2 Juli 2021 11:32 WIB

  • Urban
  • Topik Utama
  • TOEFL Vs TOEIC, Apa Perbedaannya?


    Dibaca : 533 kali

    Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

    Ada banyak jenis tes yang bisa digunakan untuk menguji kemampuan bahasa Inggris seseorang. Jenis tes bahasa Inggris yang paling populer saat ini adalah TOEFL dan TOEIC. Kedua jenis tes tersebut sama-sama diselenggarakan oleh ETS. Lalu apa perbedaan dari keduanya?

    TOEFL

    Test of English as a Foreign Language atau disingkat TOEFL adalah tes kemampuan bahasa Inggris berstandar internasional yang dikembangkan oleh ETS. Umumnya, TOEFL digunakan sebagai persyaratan untuk mendaftar beasiswa dan kuliah di universitas luar negeri, terutama di Amerika Serikat, Kanada, dan negara di bagian Amerika Utara.

    TOEFL ada beberapa jenis, diantaranya adalah TOEFL iBT dan TOEFL ITP. TOEFL iBT atau internet-based test adalah tes TOEFL yang berbasis internet. Ujian TOELF iBT berlangsung selama 3 jam 30 menit. Terdapat empat kompetensi bahasa yang diujikan dalam TOEFL iBT, yaitu reading, listening, speaking, dan writing. Skor untuk TOEFL iBT berkisar antara 0-120 dan hasil tes TOEFL iBT ini berlaku selama 2 tahun.

    TOEFL ITP atau Institusional Testing Program adalah ujian TOEFL yang bersifat internal untuk instansi tertentu. Biasanya tes ini digunakan sebagai salah satu syarat dalam penerimaan calon mahasiswa atau sebagai syarat kelulusan mahasiwa di universitas dalam negeri. Soal ujian TOEFL ITP berbentuk pilihan ganda yang terbagi menjadi tiga bagian, yaitu listening, structure and written expression, dan reading.

    TOEIC

    TOEIC atau Test of English for International Communication adalah tes kemampuan bahasa Inggris yang juga diselenggarakan oleh ETS. Tes ini digunakan untuk mengukur tingkat kemampuan bahasa Inggris seseorang, terutama dalam komunikasi. Sertifikat TOEIC biasanya digunakan di dunia kerja, yaitu sebagai persyaratan untuk mendaftar pekerjaan di perusahaan Internasional.

    Ada dua jenis tes TOEIC. Pertama adalah TOEIC listening and reading test lalu yang kedua adalah TOEIC speaking and writing. Seperti namanya, TOEIC listening and reading test menguji kemampuan berbahasa Inggris dalam bidang mendengarkan dan membaca, sedangkan TOEIC speaking and writing menguji kemampuan berbahasa Inggris dalam hal berbicara dan menulis.

    TOEIC listening and reading test berlangsung selama 2 jam 30 menit. Ujian ini terbagi menjadi dua sesi. Sesi pertama, yaitu listening (mendengarkan) memiliki durasi waktu sekitar 45 menit. Sesi listening ini terdiri dari 100 soal pilihan ganda yang setiap soal bernilai 5 poin. Sesi kedua, yaitu membaca (reading) berlangsung selama 75 menit. Sama dengan sesi listening, sesi reading juga terdiri dari 100 soal pilihan ganda yang setiap soalnya bernilai 5 poin. Skor TOEIC listening and reading berkisar antara 0-990. Skor tertinggi untuk sesi listening adalah 495 poin, begitu juga dengan sesi reading.

    Sementara TOEIC speaking and writing test berlangsung selama 1 jam 20 menit. Tes ini juga terbagi menjadi dua sesi, yaitu sesi speaking (berbicara) dan writing (menulis). Sesi speaking terdiri dari 11 soal, dengan berbagai macam pertanyaan. Sedangkan sesi writing terdiri dari 8 pertanyaan, termasuk menulis opini tentang topik tertentu sebanyak 300 kata. Skor maksimal untuk sesi writing adalah 200, begitu juga dengan sesi speaking.

    TOEFL Vs TOEIC

    Dari penjelasan di atas dapat diketahui jika TOEFL umumnya digunakan untuk kepentingan akademis, seperti mendaftar beasiswa dan kuliah. Sedangkan TOEIC biasanya digunakan di lingkup pekerjaan, yaitu sebagai prasyarat untuk mendaftar pekerjaan. Namun tidak menutup kemungkinan jika TOEIC juga bisa digunakan untuk kepentingan akademis. Begitupun sebaliknya, TOEFL (khususnya TOEFL iBT) juga bisa digunakan untuk mendaftar pekerjaan. Salah satu pekerjaan yang mensyaratkan sertifikat TOEFL atau TOEIC adalah translator atau jasa penerjemah bahasa Inggris.



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.















    Oleh: Surya Ningsi

    5 hari lalu

    Strategi PLICIK (Pembelajaran Literasi, Inspiratif, Cerdas, Inovatif dan Kreatif) berbasis Flipped Classroom untuk Meningkatkan Prestasi Belajar Peserta Didik

    Dibaca : 14.077 kali

    Pembelajaran di masa pandemi covid-19 menuntut guru untuk selalu kreatif dan inovatif dalam membelajarkan peserta didik. Selain guru harus menyiapkan rancangan pembelajaran, melakukan kegiatan pembelajaran, evaluasi dan penilaian, guru juga dituntut untuk terampil menggunakan teknologi agar mampu menjawab tantangan zaman yang selalu berubah. Salah satu strategi yang dapat dilakukan guru untuk menjawab tantangan tersebut adalah melakukan pembelajaran yang aman, nyaman dan menyenangkan bagi peserta didik. Strategi PLICIK (Pembelajaran Literasi, Inspiratif, Cerdas, Inovatif dan Kreatif) berbasis Flipped Classroom mendukung program pemerintah untuk mewujudkan merdeka belajar. Setiap peserta didik diberikan kebebasan untuk mempelajari materi melalui literasi, didukung oleh bahan ajar yang beragam bentuknya disesuaikan dengan gaya belajar peserta didik dan diekspresikan dalam wujud produk sebagai bentuk kolaborasi, kreativitas dan inovasi peserta didik yang dapat menginspirasi banyak orang. Guru hanya memfasilitasi kebutuhan peserta didik yang beragam dengan melihat keunikan dan potensi dalam diri masing-masing peserta didik. Tidak adanya paksaan, sanksi dan reward dalam pembelajaran ini mendorong peningkatan motivasi belajar peserta didik yang berdampak pada peningkatan prestasi belajar peserta didik.