5 Tip Penting Investasi Saham pada Masa Pandemi - Urban - www.indonesiana.id
x

Dhea

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 26 April 2019

Kamis, 12 Agustus 2021 09:00 WIB

  • Urban
  • Topik Utama
  • 5 Tip Penting Investasi Saham pada Masa Pandemi

    Geliat investasi saham di masa pandemi Covid-19 cukup menggembirakan. Jumlah investor baru yang masuk ke Pasar Modal Indonesia per 31 Juli 2021 meningkat 50,0 persen. Dominasinya adalah investor domestik dan milenial. Sebagai investor baru sebaiknya tidak grusah-grusuh (sembarangan) dalam praktik investasinya. Perhatikan hal-hal berikut ini.

    Dibaca : 1.424 kali

    Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

    Geliat investasi saham di masa pandemi Covid-19 cukup menggembirakan karena jumlah investor baru yang masuk ke Pasar Modal Indonesia cukup signifikan. Per 31 Juli 2021 jumlah investor di Pasar Modal meningkat 50,0 persen dengan dominasi investor domestik dan milenial.

    Wabah virus Covid-19 yang merontokkan harga-harga saham tak serta merta membuat nyali investor baru ciut. Mereka justru tertantang untuk menaklukkan pasar saham dengan memulai investasi saham dengan segera.

    Geliat investor pemula ini juga cukup menarik di tengah-tengah investor pasar saham lama yang justru mencari alternatif aman tak berisiko besar untuk investasinya.

    Setidaknya ada alasan khusus kenapa investor baru ini justru masuk dan mulai untuk menikmati pasar saham. Satu hal yang pasti, mereka ini ingin mendulang cuan besar di masa depan dengan mengakumulasi saham-saham bagus yang justru sedang anjlok harganya terpapar covid-19.

    Geliat investor baru ini memang layak diapresiasi, namun sebagai investor baru sebaiknya tidak grusah-grusuh (sembarangan) dalam praktik investasinya. Sebagai investor baru, ada baiknya menyimak 5 tip penting berikut ini:

    1. Kenali profil risiko sebelum memutuskan

    Satu hal yang wajib dicamkan para investor saham pemula bahwa yang namanya investasis saham itu ada risiko rugi (loss). Oleh sebab itu, investor pemula wajib mengenal profil risiko. Profil risiko ini sejatinya berkaitan erat dengan tingkat toleransi seseorang dengan yang namanya risiko kerugian. Secara konkret toleransi ini juga terkait dengan kesiapan menghadapi berbagai skema kerugian.

    2. Pilih saat yang tepat untuk berinvestasi

    Tak ada yang tahu bahwa tahun ini masih akan ada wabah Covid-19. Namun satu hal yang pasti, dampak dari virus ini begitu nyata di pasar saham. Saham-saham bagus menjadi murah. Hal ini tentu saja bisa menjadi saat yang tepat untuk memulai investasi saham dengan mengakumulasi saham-saham yang terbaik. Namun karena pandemi ini belum juga usai dan siapa pun juga nggak tahu kapan akan berakhir, ada baiknya melakukan investasi secara bertahap di tengan pasar saham yang masih volatile untuk hasil yang lebih maksimal.

    3. Gunakan dengan uang investasi

    Investasi apa pun wajib dilakukan dengan dana (uang) yang memang dialokasikan untuk investasi, begitu juga dalam investasi saham. So, kalau pun ingin berinvestasi dengan uang di luar investasi, ada baiknya menggunakan dana lebih. Jangan sekali-kali menggunakan uang yang dialokasikan untuk kebutuhan sehari-hari, tabungan, atau dana darurat untuk membeli saham. Biarkan dana itu di pos masing-masing karena begitu diutak-atik justru akan mendatangkan masalah.

    4. Lakukan diversifikasi investasi

    Kalau kamu itu tipe investor agresif maka di tengah pasar saham yang sedang volatile, ada baiknya mengekang diri dan sedikit konservatif. Oleh sebab itu, melakukan diversifikasi itu penting yakni dengan mengalokasikan juga dana investasi ke produk investasi dengan risiko moderat kayak reksa dana pasar uang atau reksa dana pendapatan tetap hingga obligasi.

    5. Berani lakuin cut loss

    Di tengah pasar yang volatile di masa pandemi saat ini, siapa pun yang terjun ke investasi saham, khususnya para trader yang ingin mendapatkan cuan dalam waktu singkat, ada baiknya berani melakukan stop loss atau cut loss, biar tidak makin terjerumus dalam kerugian yang dalam untuk saham-saham yang di luar perkiraan atau analisis. Toh, yang namanya cut loss atau stop loss saat ini sudah sangat gampang dilakukan secara otomatis, semisal dengan fitur Robo Trading yang ada di aplikasi IPOT milik sekuritas karya anak bangsa Indo Premier Sekuritas. Di aplikasi milik sekuritas dengan tagline #SemuaBisaInvestasi ini investor atau trader bisa memasang fitur cut loss dan profit taking otomatis dengan mudah.

    Ikuti tulisan menarik Dhea lainnya di sini.



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.