Gorden Go Digital ala Mahasiswa KKN Unej - Peristiwa - www.indonesiana.id
x

Dikrima A

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 24 Agustus 2021

Jumat, 10 September 2021 17:21 WIB

  • Peristiwa
  • Topik Utama
  • Gorden Go Digital ala Mahasiswa KKN Unej


    Dibaca : 264 kali

    Saat ini pandemi Covid-19 masih belum berakhir sehingga menuntut segala aktivitas dilakukan secara online dan melaksanakan protokol kesehatan kapanpun dan dimanapun. Universitas Jember (Unej) memikirkan dan merancang secara matang bagaimana segala kegitan belajar mengajar tetap dilakukan secara maksimal walaupun segala aktivitas terbatas dikarenakan pandemi.

    Salah satu kegiatan yang dirancang dengan sangat matang yakni pelaksanaan kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Universitas Jember  yang dilakukan secara mandiri di lingkungan rumah atau domisili masing-masing atau biasa disebut dengan KKN Back To Village 3. Meskipun dilaksanakan secara mandiri dirumah masing-masing, protokol kesehatan pun tetap wajib dilaksanakan dan mahasiswa Unej tetap dituntut untuk terus berinovasi dalam memaksimalkan program KKN Back To Village 3.

    Dinda Dikrima Adi, Mahasiswi Unej didampingi oleh Dosen Pembimbing Lapangan dr. Yudha Nurdian, M.Kes. dalam melaksanakan program KKN Back To Village 3 dengan tema yang diangkat yakni Program Pemberdayaan Usaha Masyarakat UMKM Terdampak Covid-019. Dalam program kerja tersebut, mahasiswi tersebut akan membantu dalam pemasaran online produksi gorden di Kelurahan Badean, Kecamatan Bondowoso, Kabupaten Bondowoso.

    Desain kartu nama toko Nandya Konveksi

    Produksi gorden yang bernama Nandya Konveksi telah berdiri sejak tahun 1996. Produksi gorden tersebut merupakan usaha keluarga dimana pusat produksinya bertempat di Kelurahan Badean. Dari awal berdiri hingga saat ini Nandya Konveksi, penjualan yang dilakukan hanya melalui personal selling atau dengan kata lain melalui orang ke orang.

    Dengan adanya pandemi yang berdampak hingga pembatasan aktivitas, pastinya akan berpengaruh dalam segala bidang terutama di bidang usaha. Maka dari itu, Dinda Dikrima Adi Mahasiswi ingin membantu Nandya Konveksi dalam melakukan pemasaran online yang sebelumnya belum pernah dilakukan dengan harapan dapat membantu memudahkan penjualan di kala pandemi.

    Sosial Media Instagram UMKM Gorden Nandya Konveksi

     

     

    Sosial Media Facebook UMKM Gorden Nandya Konveksi

     

     

    Marketplace Shopee UMKM Gorden Nandya Konveksi

    Sebelum melakukan pemasaran online, Nandya Konveksi telah diberikan beberapa pelatihan seperti branding design dari banner, logo, dan kartu nama, pemasaran online di Sosial Media Instagram dan Facebook, serta juga marketplace Shopee. Ibu Suhartini sebagai pemilik Nandya Konveksi diberikan arahan serta masukan bagaimana pentingnya desain identitas produk maupun toko dan apa saja yang perlu diperhatikan dalam memulai pemasaran online di Sosial media Instagram dan Facebook serta marketplace Shopee. Melalui pelatihan-pelatihan tersebut diharapkan bisa membantu pelaku usaha dalam memasarkan produk secara lebih luas lagi melalui media online.



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.