Transformasi Industri E-commerce lewat Teknologi Kecerdasan Buatan - Urban - www.indonesiana.id
x

Eva Rahayu

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 31 Agustus 2021

Senin, 25 Oktober 2021 15:51 WIB

  • Urban
  • Topik Utama
  • Transformasi Industri E-commerce lewat Teknologi Kecerdasan Buatan

    Industri E-commerce tumbuh subur dalam beberapa tahun terakhir dan telah menjadi bagian penting dari hidup banyak orang. Sementara itu, Kecerdasan Buatan (AI), yang digunakan dalam berbagai aspek e-commerce menjadi kunci utama bagi pertumbuhan e-commerce.

    Dibaca : 626 kali

    Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

    Industri E-commerce tumbuh subur dalam beberapa tahun terakhir dan telah menjadi bagian penting dari hidup banyak orang. Sementara itu, Kecerdasan Buatan (AI), yang digunakan dalam berbagai aspek e-commerce menjadi kunci utama bagi pertumbuhan e-commerce. Mulai dari sistem untuk meningkatkan kualitas interaksi dengan pelanggan sampai sistem yang mampu memfasilitasi layanan pasca pembelian, AI menyediakan teknologi machine learning dan algoritma yang sangat berguna untuk meningkatkan pengalaman belanja online. Bahkan, beberapa tahun belakangan AI sudah mengelola hubungan pelanggan online tanpa campur tangan manusia.

    Kelebihan AI untuk E-commerce

    Predictive Marketing


    Predictive marketing atau pemasaran yang diprediksi biasanya disangkut pautkan dengan big data dan machine learning. Dengan menggunakan kedua teknologi ini, pelaku e-commerce dapat mengumpulkan data pelanggan dari berbagai sisi, kemudian menggunakan data tersebut dengan bantuan kecerdasan buatan untuk membuat informasi profil pelanggan. 
     
    Ahli big data percaya bahwa algoritma mampu memahami manusia lebih baik daripada manusia. Hal ini masuk akal jika mengingat bahwa teknologi AI terdiri dari beberapa model fungsional seperti statistika, machine learning, dan deep learning, yang membantu AI memprediksi pola paling akurat. Jika diaplikasikan dalam industri marketing, teknologi ini mampu memprediksi informasi seperti selera pelanggan, tipe rumah tangga, permintaan musiman, dan informasi promosi yang paling efektif untuk menarik pelanggan. 


     
    Proses Penjualan Yang Efisien


    AI membuat proses penjualan menjadi lebih efisien melalui beberapa cara seperti mengumpulkan informasi pelanggan, terintegrasi dengan sistem manajemen pelanggan (CRM), mengotomasi data agregasi pembelian, hingga hal-hal sederhana seperti sistem chatbot otomatis untuk membantu pelanggan dalam proses pembelian. Dengan menggunakan teknologi AI, merchant online dapat mengotomasi manajemen bisnis mereka untuk berbagai aspek, selain juga membebaskan mereka dari aktivitas simpel seperti pengaturan harga atau pelayanan pelanggan, yang biasanya membutuhkan bantuan manusia. selain itu, AI juga membantu melancarkan komunikasi antara penjual dan pembeli. Sistem AI yang mutakhir seperti milik WIZ AI mampu mengetahui maksud tersembunyi pelanggan dalam percakapan, yang dapat memberikan arahan bagi sistem untuk berkomunikasi dengan pelanggan dengan poin-poin yang lebih relevan. Dengan begitu, AI dapat melakukan komunikasi yang sesuai dan lebih efisien dengan pelanggan. Jadi, dapat disimpulkan bahwa dengan kehadiran AI penjual dapat melakukan pendekatan yang lebih pintar dan modern dalam mengajak pelanggan untuk membeli produk atau layanan yang mereka tawarkan. 
     


    Pelanggan Lebih Loyal


    Tingkat retensi pelanggan berhubungan erat dengan tingkat personalisasi layanan atau produk yang ditawarkan. Memberikan pelanggan konten pemasaran dan pengalaman berbelanja yang dipersonalisasi merupakan salah satu cara untuk meningkatkan retensi pelanggan dan membuat pelanggan lebih loyal. Dengan teknologi AI, terutama deep learning, dan statistic modeling,  pelaku e-commerce dapat melakukan analisa pelanggan mulai dari kebiasaan, demografi, dan informasi mendetail pelanggan lainnya dalam skala besar. Dari informasi yang dikumpulkan, pelaku e-commerce dapat membuat iklan khusus, mengirimkan email langsung, memberikan rekomendasi  produk, hingga mengatur harga yang disesuaikan untuk berbagai tipe pelanggan. personalisasi berdasarkan data pelanggan dapat membantu pemilik bisnis untuk membangun hubungan emosional dengan pelanggan, yang mampu meningkatkan tingkat retensi pelanggan, yang juga membuat pelanggan menjadi lebih loyal. 


     
    Penggunaan AI pada industri E-commerce


    Chatbot & Talkbot


    Chatbot adalah sistem percakapan pintar yang merupakan bank pertanyaan yang sering diajukan (FAQ), yang diprogram untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan dari pelanggan. Chatbot juga merupakan salah satu teknologi AI yang paling sering digunakan terutama dalam sistem layanan pelanggan 24 jam, termasuk pada industri e-commerce. Sistem ini merupakan solusi paling efisien untuk pekerjaan yang sifatnya repetitif seperti menjawab pertanyaan pelanggan, atau membantu pelanggan memutuskan barang apa yang akan dibeli. Selain chatbot, ada juga sistem yang dikenal dengan nama Talkbot dengan fungsi sama seperti chatbot.

    Bedanya, Talkbot dapat melakukan percakapan suara dengan pelanggan dan terdengar seperti agen call center manusia. selain menjawab pertanyaan pelanggan, Talkbot juga mampu membuat jadwal, mengirim pengingat, hingga melakukan panggilan keluar (outbound call) untuk untuk aktivitas telemarketing. Penggunaan Talkbot yang paling utama adalah untuk menyelesaikan masalah ketika terjadi peningkatan permintaan yang yang tinggi secara mendadak, mengurangi biaya operasional, dan membantu mempercepat pertumbuhan bisnis. 


     
    Pencarian Visual 


    Pencarian visual atau pencarian gambar adalah proses meniru proses yang sama saat manusia melihat dan mengidentifikasi suatu objek. Teknologi ini didesain untuk membuat poses pencarian menjadi lebih cepat dan mudah dengan cara mengambil atau mengupload foto ke mesin pencarian. Dalam teknologi pencarian visual, query atau input yang dimasukan ke mesin berupa gambar. Jadi, mesin pencari harus memahami gambar tersebut, bukan hanya mengenali. Teknologi pencarian visual membantu meningkatkan dan mengoptimasi hasil pencarian yang dilakukan pelanggan. 
     

    Manajemen Stok Pintar


    Manajemen Stok atau dikenal juga dengan nama manajemen inventory adalah salah satu aspek strategis dalam manajemen merchant e-commerce.  Sistem manajemen stok merupakan sistem yang lebih dari sekedar sistem untuk memindahkan dan menyortir stok. Sebuah manajemen stok pintar membutuhkan data dalam jumlah besar agar dapat beroperasi secara efisien. Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, kecerdasan buatan berguna dalam memprediksi permintaan. Dengan begitu, merchant dapat menggunakan teknologi ini untuk menyelesaikan masalah kekurangan atau kelebihan stok.

    Selain itu dengan kemampuan AI untuk melakukan data mining, merchant e-commerce dapat membangun transportasi pabrik ke gudang yang efisien, yang sangat penting terutama bagi produk yang memiliki waktu simpan yang pendek. Selain itu, sistem AI dapat meningkatkan efisiensi manajemen gudang. Sistem berbasis AI tanpa henti melakukan manajemen stok seperti melakukan pemindaian, menemukan, dan melakukan pembaruan informasi stok yang dapat dilakukan 24 jam tanpa henti. 
     
    Dengan  kemampuan untuk menganalisa data, memprediksi permintaan, atau menyarankan rute pengiriman terbaik, AI merupakan salah satu teknologi terbaik bagi pelaku e-commerce untuk meningkatkan aktivitas manajemen stok.
     


    Pengaturan Harga Dinamis


    Pengaturan Harga Dinamis berbasis AI adalah sebuah sistem yang memiliki kemampuan untuk melakukan monitoring kompetitor, pengaturan ulang harga, hingga bantuan promosi. Dengan mengumpulkan informasi stok, suplai dan permintaan, ekspektasi pelanggan, dan informasi pasar lainnya sistem berbasi teknologi AI di e-commerce dapat melakukan pengaturan harga otomatis sesuai dengan kondisi pasat. Merchant online tidak perlu lagi secara manual memutuskan untuk memberikan diskon atau merubah harga. Pengaturan harga dinamis membuat proses pengaturan harga lebih efisien, sehingga dapat mengoptimasi profit secara bertahap. 

     

    Kesimpulan


    Teknolog kecerdasan buatan telah hadir dan menjadi teknologi yang tidak lepas dari kehidupan kita, setidaknya hingga ada revolusi industri di masa depan yang akan mengubah kehidupan kita. AI telah terbukti mampu membantu bisnis menghemat waktu, pengeluaran dan tenaga yang dikeluarkan dalam seluruh aspek bisnis. Selain itu, harus diingat bahwa dalam iklim bisnis yang bersandar pada teknologi dan data, adalah suatu keharusan bagi pelaku e-commerce untuk paling tidak memahami bagaimana caranya untuk menggunakan AI untuk keuntungan bisnis mereka, agar bisnis mereka bisa terus berkembang, dan yang terpenting memiliki daya saing.  



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.















    Oleh: Surya Ningsi

    5 hari lalu

    Strategi PLICIK (Pembelajaran Literasi, Inspiratif, Cerdas, Inovatif dan Kreatif) berbasis Flipped Classroom untuk Meningkatkan Prestasi Belajar Peserta Didik

    Dibaca : 14.079 kali

    Pembelajaran di masa pandemi covid-19 menuntut guru untuk selalu kreatif dan inovatif dalam membelajarkan peserta didik. Selain guru harus menyiapkan rancangan pembelajaran, melakukan kegiatan pembelajaran, evaluasi dan penilaian, guru juga dituntut untuk terampil menggunakan teknologi agar mampu menjawab tantangan zaman yang selalu berubah. Salah satu strategi yang dapat dilakukan guru untuk menjawab tantangan tersebut adalah melakukan pembelajaran yang aman, nyaman dan menyenangkan bagi peserta didik. Strategi PLICIK (Pembelajaran Literasi, Inspiratif, Cerdas, Inovatif dan Kreatif) berbasis Flipped Classroom mendukung program pemerintah untuk mewujudkan merdeka belajar. Setiap peserta didik diberikan kebebasan untuk mempelajari materi melalui literasi, didukung oleh bahan ajar yang beragam bentuknya disesuaikan dengan gaya belajar peserta didik dan diekspresikan dalam wujud produk sebagai bentuk kolaborasi, kreativitas dan inovasi peserta didik yang dapat menginspirasi banyak orang. Guru hanya memfasilitasi kebutuhan peserta didik yang beragam dengan melihat keunikan dan potensi dalam diri masing-masing peserta didik. Tidak adanya paksaan, sanksi dan reward dalam pembelajaran ini mendorong peningkatan motivasi belajar peserta didik yang berdampak pada peningkatan prestasi belajar peserta didik.