Landasan Pengalaman Agung Pancasila - Analisis - www.indonesiana.id
x

Nur Nafisa Salsabila

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 15 Oktober 2021

Kamis, 28 Oktober 2021 17:57 WIB

  • Analisis
  • Topik Utama
  • Landasan Pengalaman Agung Pancasila


    Dibaca : 318 kali

    Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

    Pancasila merupakan idiologi dan dasar negara Indonesia yang memuat nilai- nilai moral bangsa Indonesia. Pengamalan agung dari nilai yang ada dalam Pancasila mulai luntur sehingga sedikit demi sedikit dilupakan oleh masyarakat Indonesia. Dan kini, Pancasila hanya sebagai kebanggaan belakang dan tidak diamalkan nilai- nilai agung yang terdapat pada sila- silanya.

    Pancasila tidak seharusnya dimaknai sebagai kebanggaan belaka, yang paling penting adalah pengalamannya. Tetapi mirisnya, pada tahun-tahun terakhir ini mulai adanya permasalahan bangsa ini yang sangat bertolak belakang dengan nilai- nilai Pancasila. Seperti korupsi, pengambilan keputusan Pemerintah yang sangat merugikan masyarakat. 

    Permasalahan terbesar saat ini adalah banyaknya oknum-oknum yang mengkorupsi uang bangsanya sendiri. Sadarkah mereka jika uang tersebut tidak dikorupsi dan digunakan sebaik- baiknya, bisa jadi keadaan kita bukan seperti Indonesia saat ini. Pastilah keadilan bagi seluruh rakyat Indonesia berkibar seperti halnya bendera sang saka merah putih yang tertiup oleh angin langit yang berkibar dengan seindah- indahnya bagi Indonesia ini. 

    Salam penjunjung tinggi keadilan ! 



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.















    Oleh: Surya Ningsi

    5 hari lalu

    Strategi PLICIK (Pembelajaran Literasi, Inspiratif, Cerdas, Inovatif dan Kreatif) berbasis Flipped Classroom untuk Meningkatkan Prestasi Belajar Peserta Didik

    Dibaca : 14.079 kali

    Pembelajaran di masa pandemi covid-19 menuntut guru untuk selalu kreatif dan inovatif dalam membelajarkan peserta didik. Selain guru harus menyiapkan rancangan pembelajaran, melakukan kegiatan pembelajaran, evaluasi dan penilaian, guru juga dituntut untuk terampil menggunakan teknologi agar mampu menjawab tantangan zaman yang selalu berubah. Salah satu strategi yang dapat dilakukan guru untuk menjawab tantangan tersebut adalah melakukan pembelajaran yang aman, nyaman dan menyenangkan bagi peserta didik. Strategi PLICIK (Pembelajaran Literasi, Inspiratif, Cerdas, Inovatif dan Kreatif) berbasis Flipped Classroom mendukung program pemerintah untuk mewujudkan merdeka belajar. Setiap peserta didik diberikan kebebasan untuk mempelajari materi melalui literasi, didukung oleh bahan ajar yang beragam bentuknya disesuaikan dengan gaya belajar peserta didik dan diekspresikan dalam wujud produk sebagai bentuk kolaborasi, kreativitas dan inovasi peserta didik yang dapat menginspirasi banyak orang. Guru hanya memfasilitasi kebutuhan peserta didik yang beragam dengan melihat keunikan dan potensi dalam diri masing-masing peserta didik. Tidak adanya paksaan, sanksi dan reward dalam pembelajaran ini mendorong peningkatan motivasi belajar peserta didik yang berdampak pada peningkatan prestasi belajar peserta didik.