Smart Board sebagai Solusi Teknologi Masa Depan - Urban - www.indonesiana.id
x

Kegiatan pembelajaran menggunakan smart board

057_Alivia Nur Azizah

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 2 November 2021

Kamis, 11 November 2021 14:57 WIB

  • Urban
  • Topik Utama
  • Smart Board sebagai Solusi Teknologi Masa Depan

    Pelaksanaan teknologi memiliki kontribusi besar terhadap dunia pendidikan. Adapun contoh penerapan teknologi pada proses pembelajaran yaitu mengunakan modul-modul pembelajaran yang interaktif dan unik sehingga mampu menarik minat belajar siswa. Pada realitanya, penerapan teknologi dalam pendidikan masih tergolong awam dan belum terlaksanakan penuh secara totalitas. Hambatan dan permasalahan tersebut dipengaruhi oleh kondisi infrastruktur yang belum merata. Lantas, bagaimana cara mengatasi permasalahan mengenai kondisi pendidikan yang belum merata? Akan dijabarkan sebagai berikut, (1) membenahi kualitas tenaga pendidik, (2) status ekonomi yang membedakan capaian pendidikan, dan (3) infrastruktur pendidikan yang belum merata. Kehadiran teknologi terus memberikan penawaran dan solusi untuk menjawab perubahan zaman dalam era pendidikan. Salah satunya yaitu smart board, papan tulis interaktif sebagai sarana utama presentasi dan pembelajaran oleh guru. Indonesia sebaiknya perlu menerapkan kecanggihan smart board sebagai solusi baru pendidikan di masa depan. Solusi tersebut mampu diterapkan dalam pendidikan di Indonesia.

    Dibaca : 484 kali

    Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

    Smart Board sebagai Solusi Teknologi Masa Depan

    Kasus pandemi Covid-19 hadir dengan berbagai isu utama di seluruh dunia. Tidak hanya menyerang manusia, tetapi juga berdampak terhadap beragam aspek kehidupan sosial di masyarakat. Salah satu aspek yang berpengaruh yaitu dimensi pendidikan. Hal tersebut yang menjadi tugas bagi negara. Alhasil, pemerintah mengeluarkan kebijakan baru yakni sistem pembelajaran secara daring (dalam jaringan) dari rumah. Pemanfaatan daring memberikan inovasi teknologi terbaru dalam dunia pendidikan. Terlebih lagi, era generasi Z yang membuat mereka lebih matang dan mandiri dalam mengoperasikan teknologi terhadap proses pembelajaran.

    Pengaruh baik dari kecanggihan teknologi tidak selamanya menghasilkan dampak positif terhadap hasil pembelajaran. Kecenderungan menggunakan fasilitas teknologi memberikan efek ketergantungan negatif bagi siswa. Pengaruh kecanggihan teknologi pintar itu membuat siswa menjadi malas berpikir dan berinovasi sehingga tidak jarang dampak teknologi sering disalahgunakan.

    Pada era ini, pelaksanaan teknologi memegang kontribusi penuh dalam bidang pendidikan. Adapun contoh penerapan teknologi pada proses pembelajaran yaitu mengunakan modul-modul pembelajaran yang interaktif dan unik sehingga mampu menarik minat belajar siswa. Ketertarikkan siswa terhadap lingkup pendidikan  dapat melalui berbagai media di antaranya media audio/suara, penambahan fitur-fitur, dan media internet sebagai upaya untuk mempermudah akses transfer informasi.

    Pada realitanya, penerapan teknologi dalam pendidikan masih tergolong awam dan belum terlaksanakan penuh secara totalitas. Hambatan dan permasalahan tersebut dipengaruhi oleh kondisi infrastruktur yang belum merata. Permasalahan awal itu seharusnya segera terselesaikan karena tanpa infrastruktur pendidikan hanya angan-angan semata.

    Menurut Mahmud, (2020:13) pendidikan merupakan modifikasi dari tingkah laku yang dicapai melalui aplikasi yang diperkuat dan peralatan teknologi. Dukungan teknologi telah ditetapkan pada isi dan metode pelajaran. Pada masa yang akan datang, mesin pengajaran mampu menggantikan peranan guru dan siswa. Bantuan mesin tersebut memungkinkan manusia dapat memahami perkembangan tatanan masyarakat yang sangat kompleks (Mahmud, 2020:13).

    Menurut Mahmud (2020:23) teknologi dipandang sebagai media yang memiliki kebebasan nilai dan bisa untuk kesejahteraan ataupun kebinasaan masyarakat. Berbeda dengan pendapat Aliwar (2013:6) teknologi dalam pendidikan tidak menuntut adanya sarana tersebut namun menekankan proses untuk mendapatkan nilai tambah. Dengan demikian, model pendidikan berbasis teknologi dapat menjadi tolok ukur pembelajaran yang efisien dan efektif.

    Guru memiliki peran yang sangat mulia karena sebagai penonggak kemajuan bangsa. Pengajaran yang diberikan oleh guru menjadi awal kebangkitan minat siswa agar tertarik mengikuti pelajaran yang diperoleh. Teknologi bisa menggantikan peran seorang guru namun tidak bisa menggantikan koneksi batin antara guru dengan siswa. Koneksi batin dapat timbul dari rasa percaya yang sangat kuat. Lantas, bagaimana cara mengatasi permasalahan mengenai kondisi pendidikan yang belum merata? Akan dijabarkan sebagai berikut.

    Pertama, membenahi kualitas tenaga pendidik. Upaya peningkatan pemerataan pendidikan terletak pada pemegang kualitas pendidikan yaitu guru. Guru memberikan pencapaian besar atas keberhasilan dari tujuan pembelajaran. Kualitas pendidik harus selalu ditingkatkan agar pengetahuan para guru terus berkembang luas.

    Kedua, status ekonomi yang membedakan capaian pendidikan. Semakin tinggi status ekonomi penduduk semakin tinggi pula jenjang pendidikan yang ditempuh. Permasalahan tersebut biasanya memberikan efek kecemburuan sosial masyarakat. Adanya perbedaan dari segi biaya sangat mempengaruhi kualitas pendidikan yang didapatkan. Sehingga semakin bagus kualitas pendidikannya, semakin bagus pula biaya yang dikeluarkan. Hal itu menunjukkan bahwa ketimpangan bagi masyarakat yang kurang mampu bergantung pada kualitas pendidikan biasa. Kenyataannya, pendidikan di Indonesia adalah hak asasi yang wajib dipenuhi oleh lembaga atau institusi yang mengadakan pendidikan. Oleh karena, pendidikan di Indonesia seharusnya disejajarkan agar tidak terjadi pandangan dalam strata pendidikan.

    Ketiga, infrastruktur pendidikan yang belum merata. Ketimpangan antara perkotaan dan perdesaan sering terjadi pada aspek sarana dan prasarana. Hal itu didukung dengan adanya sarana dan prasana pendidikan di perkotaan yang sangat layak. Akan tetapi, berbeda dengan sarana dan prasarana di perdesaan yang kurang memadai. Kondisi perdesaan umumnya memiliki kekurangan dari segi minimnya tenaga pengajar sedangkan tenaga pengajar di kota sangat memlimpah ruah.

    Kunci kemajuan negara adalah pembangunan. Kunci pembangunan adalah pendidikan. Kunci pendidikan adalah guru. Kehadiran teknologi terus memberikan penawaran dan solusi untuk menjawab perubahan zaman dalam era pendidikan. Salah satunya yaitu smart board, papan tulis interaktif sebagai sarana utama presentasi dan pembelajaran oleh guru. Penggunaan gawai sama halnya seperti smart board yang cukup menggunakan sentuhan tangan sehingga dapat mengontrol seluruh aplikasi di dalam komputer.

    Smart board memiliki kemudahan dalam pengoperasiannya. Papan tulis pintar itu memberikan dampak positif terhadap tenaga pengajar karena mampu meluangkan banyak waktu untuk mempersiapkan materi belajar. Indonesia sebaiknya perlu menerapkan kecanggihan smart board sebagai solusi baru pendidikan di masa depan. Solusi tersebut mampu diterapkan dalam pendidikan di Indonesia.

    Jika tidak ada smart board, hal itu akan berdampak terhadap perkembangan teknologi di Indonesia yang semakin terbatas dan tertinggal oleh zaman. Kemajuan teknologi itu sangat diperlukan dalam pendidikan apabila terjadi kurangnya media pemerataan pendidikan di bidang teknologi informasi maka dapat menyebabkan  tidak pemerataan antara desa dengan kota.

    Penulis : Alivia Nur Azizah

     



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.