Masa Depan

Jumat, 12 November 2021 08:52 WIB
Bagikan Artikel Ini
img-content0
img-content
Iklan
Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

Kisah ini bercerita tentang seorang gadis bernama Kinand yang berusaha membantu sahabatnya Rayna dengan menggunakan bakat istimewanya namun bagaimana rasanya jika persahabatan hancur karena pudarnya kepercayaan ?

Masa Depan 

Setiap orang jelas memiliki anugerah masing-masing dari Sang Pencipta. Lantas, pernahkah kalian mendapatkan anugerah yang abnormal dengan tanggung jawab yang besar? seolah hari besok orang lain ada ditangan kita. Rasa peduli,peka itulah hakikat sesungguhnya dari kasih sayang. 

“Aku sangat khawatir dengan hasil SNMPTN ku ”, Rayna tertunduk lemas. Gadis itu selalu mengkhawatirkan pengumuman tersebut. ”SBMPTN sulit sedangkan aku tidak memiliki uang untuk mendaftarkan diri pada jalur mandiri mapupun Kampus swasta”, lanjutnya dengan nada pasrah. 

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Masa depan dan hari besok tidak ada yang mengetahuinya selain Tuhan yang Maha Esa. Setiap manusia mengkhawatirkan masa depannya oleh karena itu manusia berjuang demi masa depan yang gemilang. Masa depan yang masih abu-abu entah akan berakhir dengan warna putih terang atau hitam gelap manusia hanya bisa berharap dan berjuang berharap semesta mau baik dan berpihak padanya. Garis hidup dan takdir adalah rahasia Tuhan yang masih menjadi teka-teki bagi manusia. 

Namun terkadang ada beberapa orang yang diberikan kepercayaan oleh Sang Pencipta dengan tujuan masing-masing, itulah yang disebut sebagai keistimewaan. Namun karena hal tersebut bukanlah hal yang biasa bagi banyak orang maka mendapatkan cibiran dari para orang awam adalah konsekuensinya. Yang jelas, yang akan mengerti dirimu hanyalah orang yang juga memiliki sebuah nasib keistimewaan yang sama.  

Kinand mengusap pundak Rayna berusaha menenangkan sahabatnya tersebut “kamu harus belajar yang giat Ray..maaf karena aku lancang tapi kamu gak bakal lolos SNMPTN”, ucap Kinand dengan tatapannya yang sayu. Mendengar hal tersebut membuat Rayna marah besar karena Rayna adalah siswi yang pintar dan telah mengupayakan nilainya sejak mereka masih menginjak tingkat kelas 10 sampai kini mereka telah berada ditingkat kelas 12. Rayna selalu mempercayai Kinand tapi kali ini bahkan untuk mendengarkan nasihat Kinand pun tak akan dilakukannya karena baginya Kinand seperti seorang cenayang. ”Jangan sok tahu deh.. kamu bukan Tuhan, dasar cenayang!!”, segera Rayna menghempas tangan Kinand dari pundaknya lalu pergi meninggalkan sahabatnya itu. Mengapa Kinand meragukan Rayna padahal Rayna telah berproses bahkan Rayna selalu berdoa pada Tuhan agar Tuhan mau menjawab doa-doanya. Rayna tidak peduli jika Kinand mengatakan bahwa dia sangat menyayangi Rayna sebab sahabat yang benar-benar menyayangi kita jelas tidak akan membuat kita merasa tidak pantas untuk hal yang telah kita perjuangkan bukan ? 

Sudah sebulan berlalu Rayna tidak ingin berbicara atau bahkan membalas pesan teks singkat dari Kinand dan hari ini adalah hari pengumuman seleksi SNMPTN. Rayna menahan air matanya untuk tidak terjatuh tapi gadis itu tidak mampu membendungnya. Hancur. Hanya itu yang ada dipikirannya saat ini. Segera Rayna meraih ponselnya,  terlihat ada begitu banyak pesan yang dia abaikan selama ini. ”A-aku minta maaf yah Nand. Maaf karena aku pernah gak mau percaya sama kamu. Maaf karena aku sudah musuhin kamu. Maaf karena aku sudah egois hikss”, Rayna menangis terisak menyadari kebodohannya. 

“Iya gapapa kok Ray. Kamu yang sabar yah", Kinand berusaha menenangkan Rayna dari seberang sana. Walau sejujurnya hati Kinand begitu teriris mengingat sahabatnya sendiri bahkan pernah tak mau mempercayainya. 

Teringat bagaimana Kinand sejak 3 bulan kemarin berkali-kali selalu melihat Rayna dalam mimpinya. Rayna yang sedang duduk menangis memandangi hasil pengumumannya yang bukan berisikan kata “SELAMAT” melainkan “SEMANGAT”. Melihat Rayna menangis tersedu-sedu dalam mimpinya membuat Kinand menjadi resah setiap harinya. Kinand takut Rayna akan kecewa padanya. Tapi pada kenyataannya Kinand harus menyampaikan itu pada Rayna agar Rayna mau mempersiapkan dirinya dan tidak hanya berharap penuh pada pengumuman seleksi SNMPTN saja. 

Kinand selalu siap dengan konsekuensinya sebab ini bukanlah pertama kalinya. Sudah berkali-kali Kinand melihat alasan orang-orang bahagia maupun orang-orang bersedih sebelum orang-orang tersebut mengalaminya sendiri. 

Dan masa itu kini telah tiba dan benar saja yang Kinand takutkan itu jelas menjadi nyata. Rayna sahabatnya tidak lolos seleksi SNMPTN. Rayna terus saja menangis menyesali segalanya terlebih lagi saat mengingat tes seleksi SBMPTN sudah di depan mata. Kurang dari 1 bulan lagi tes seleksi SBMPTN akan berlangsung sementara Rayna belum belajar dan bersiap sedikit pun berbeda dengan Kinand yang telah bersiap sejak lama. 

Sementara itu, baru saja Kinand ikut menangisi kesedihan Rayna kini saat Kinand hendak pergi ke sebuah Supermarket dekat rumahnya Kinand kembali menangis melihat beberapa pengemis yang membawa kaleng sambil berdiri di bawah lampu merah jalan. Kinand sangat mudah menangis dan sensitif. Bagi orang lain Kinand adalah gadis cengeng tapi sesungguhnya hal tersebut terjadi karena kepekaan Kinand yang berada di atas rata-rata berbeda dari orang-orang pada umumnya. 

Semuanya timbul karena intuisi dan kepekaan Kinand pada sekitarnya. Lalu rasa peduli dan kasih sayang yang akan mendorong semua hal tersebut terjadi padanya. Hendaknya kita sebagai manusia juga meyakini bahwa sesuatu yang mustahil bagi manusia jelas tidak mustahil bagi Tuhan. Tuhan punya banyak cara untuk menyampaikan pesannya pada kita bahkan Tuhan bisa memberi kita seisi dunia ini jika dia mau. Hendaknya kita memahami maksud Tuhan yang kadang tersembunyi di mana sering kali kita mengeluh pada Tuhan menginginkan bantuan dan memohon petunjuk tapi saat Tuhan mengirimkan penolong sebagai perantara, kita malah menolak mereka lalu kembali menangis mengeluh pada Tuhan. 

 

deliafebrinlitha1802.com

 

 

Bagikan Artikel Ini
img-content
delia febrin

Penulis Indonesiana

0 Pengikut

img-content

Masa Depan

Jumat, 12 November 2021 08:52 WIB

Baca Juga











Artikel Terpopuler











Terpopuler di Peristiwa

img-content
img-content
img-content
img-content
img-content
Lihat semua