7 Misteri Gunung Telomoyo yang Jarang Terungkap ke Publik - Travel - www.indonesiana.id
x

anton sujarwo

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 9 Desember 2020

Minggu, 28 November 2021 14:07 WIB

  • Travel
  • Topik Utama
  • 7 Misteri Gunung Telomoyo yang Jarang Terungkap ke Publik

    Meskipun tidak begitu menantang dari segi teknis mendakinya, ternyata gunung Telomoyo memiliki pesona lain yang juga tidak kalah menarik untuk diperhatikan. Salah satu sisi menarik itu adalah misteri gunung ini yang ternyata masih sangat jarang diketahui oleh masyarakat.

    Dibaca : 421 kali

    Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

    Di kalangan para pendaki gunung, gunung Telomoyo mungkin tidak begitu menarik untuk dijadikan destinasi pendakian. Alasan pertama mungkin karena untuk mencapai puncak gunung ini, kamu bahkan bisa melakukannya dengan mengendarai sepeda motor. Ada sebuah jalan aspal dari kaki gunung hingga ke puncak yang membuat aksesnya terasa sangat mudah.

    Namun untuk para pendaki sejati, gunung Telomoyo justru jauh lebih menantang jika misalnya dibandingkan dengan gunung Andong. Medan pendakiannya memang tidak begitu sulit, akan tetapi dari sisi tantangan misterinya, apa yang dimiliki gunung Telomoyo terasa lebih menakutkan daripada misteri gunung Andong.

    Bahkan karena misterinya, penulis buku MMA Trail memberikan setting klimaks ceritanya dengan latar belakang gunung Telomoyo ini. Nah, makin penasaran kan, dengan gunung yang satu ini?

    Supaya kamu tidak penasaran lagi, berikut beberapa fakta sekaligus misteri dari gunung Telomoyo yang mungkin bisa kamu selidiki lebih jauh.

    Keberadaan Makam Misterius di Lembah Kamutih

    Misteri pertama dari gunung Telomoyo adalah keberadaan beberapa makam di wilayah gunung ini. Jika kamu mendaki gunung ini menggunakan sepeda motor melalui jalanan yang sudah diaspal, di punggung gunung menjelang puncak kamu akan menemukan sebuah bangunan makam yang terletak di sebelah kiri jalan.

    Namun, bukan makam ini yang dimaksud.

    Makam misterius yang dimaksud terletak di antara dua puncak gunung Telomoyo.

    Tempat ini menjadi semacam punggungan penghubung antara dua puncak Telomoyo dengan rimbunan hutan belantara yang lebat dan jarang dijamah oleh manusia. Dalam novel MMA Trail yang ditulis oleh Anton Sujarwo (A Wan Bong), punggungan ini disebut dengan Lembah Kamutih.

    Sebagaimana mungkin yang kamu tahu, meskipun gunung Telomoyo adalah gunung api tipe stratovolcano, namun kawah gunung Telomoyo tidak eksis. Sebagai gantinya, sebuah punggungan tipis menjadi penghubung antara puncak tertinggi Telomoyo yang disebut juga dengan Puncak Pemancar menuju puncak yang lebih rendah yang disebut dengan Puncak Telomoyo.

    Nah, di atas punggungan inilah dalam novel MMA Trail disebutkan terdapat makam misterius tepat di bawah gelap dan rindangnya hutan gunung Telomoyo. Penulis tidak menceritakan siapa pemilik makam tersebut, namun ia menggambarkan bahwa auranya sangat magis dan terasa menakutkan.

    Bahkan tokoh utama novel MMA Trail itu diceritakan sempat mengalami mati suri saat terjatuh tak jauh dari makam misterius tersebut.

    Kematian Seluruh Anggota Pementasan Wayang di Desa Sepayung

    Jalur pendakian gunung Telomoyo yang paling terkenal adalah melalui Kampung Dalangan. Namun, tahukah kamu asal muasal kampung ini sebelum terkenal dengan nama Dalangan seperti sekarang?

    Di masa lalu yang tidak dapat dipastikan tahunnya, kampung ini bernama Sepayung. Kampung ini sering mengadakan pementasan seni wayang kulit sebagai cara untuk merayakan suatu acara atau peringatan.

    Di suatu ketika, kampung Sepayung mengadakan pentas seni wayang kulit dengan kru pewayang yang jumlahnya puluhan orang termasuk dalang, sinden, penabuh gamelan dan beberapa kru yang lain. Untuk membuat pertunjukkan semakin meriah, didirikanlah semacam panggung pementasan yang lokasinya tepat di kaki gunung Telomoyo.

    Nah, belum seberapa lama pertunjukan wayang kulit dilakukan, tiba-tiba terjadi angin ribut yang membuat pohon-pohon tumbang dan dinding gunung Telomoyo longsor. Tragisnya dalam peristiwa naas itu, seluruh angota kru pewayangan itu tewas tak bersisa.

    Setelah kejadian itu, desa Sepayung kemudian berganti nama menjadi Dalangan, mungkin untuk mengingatkan mereka bahwa Dalang dan kru pewayangannya pernah mengalami nasib buruk di kampung itu.

    Hingga saat ini, beberapa makam kuno di pojok kampung tak jauh dari rute pendakian gunung Telomoyo, kerapkali dianggap sebagai makam kru wayang yang tewas tersebut.

    Misteri Keberadaan Macan Kumbang di Sekitar Puncak Telomoyo

    Jika kamu pernah mendaki gunung Telomoyo melalui rute pendakian Dalangan, sekitar 200 meter di bawah puncak kamu akan mendapati sebuah lintasan mendatar dengan semak belukar lebat di atas jalanan. Dalam gelap, rute ini persis seperti terowongan.

    Dikutip dari buku MMA Trail, di tempat inilah tokoh utama cerita dihadang oleh seekor macan kumbang dengan mata menyorot laksana bola api.

    Keberadaan macan kumbang di gunung Telomoyo atau di gunung-gunung lainnya di pulau Jawa memang masih menjadi fenomena tersendiri. Di gunung-gunung Jawa Barat seperti gunung Salak dan gunung Gede Pangrango, camera trap masih sering menangkap keberadaan macan kumbang dengan warnanya yang hitam pekat.

    Nah, di Telomoyo dengan sebuah akses jalan aspal hingga ke puncaknya, kasus pengunjung berpapasan dengan binatang buas memang belum pernah terjadi.

    Namun demikian, bukan berarti sisi lain dari gunung Telomoyo ini hewan buas memang tidak ada, bukan?

    Gunung Telomoyo adalah Gunung Aktif

    Fakta selanjutnya dari gunung Telomoyo adalah tentang statusnya sebagai gunung berapi aktif, seperti halnya gunung Merapi, gunung Sumbing dan Gunung Semeru.

    Namun berbeda dari gunung berapi yang lainnya, gunung Telomoyo meletus adalah kejadian yang tidak pernah terjadi sepanjang sejarah. Meskipun demikian, dengan bentuknya yang sangat identik dengan gunung berapi stratovolcano, tidak diragukan lagi gunung ini merupakan sebuah gunung yang memiliki sejarah vulkanisme yang hebat.

    Berdasarkan data Wikipedia, gunung Telomoyo disebutkan merupakan bentukan dari letusan gunung kuno Soropati yang telah mengalami erosi hebat pada jutaan tahun yang lalu. Erosi ini kemudian membentuk beberapa topografi unik di wilayah Jawa Tengah seperti gunung Telomoyo, gunung Batok dan juga gunung Andong.

    Misteri Hantu Pencekik di Air Terjun Pos I Dalangan

    Misteri terakhir yang cukup mencekam dan masih dikutip dari buku MMA Trail karya Anton Sujarwo adalah keberadaan hantu pencekik di sekitar air terjun kecil, tidak jauh dari Pos I pendakian gunung Telomoyo via Dalangan.

    Namun sebentar dulu, jangan membayangkan hantu pencekik yang dimaksud sama halnya dengan mahkluk-mahkhluk gaib dalam banyak kisah misteri Indonesia, ya.

    Hantu pencekik yang digambarkan penulis MMA Trail di air terjun Pos I gunung Telomoyo via Dalangan sama sekali berbeda. Tidak ada sosok gaib dengan kuku panjang dan wajah mengerikan di bagian ini.

    Tokoh cerita dikisahkan hanya merasa seoleh tercekik oleh udara hutan Telomoyo yang begitu pekat menjelang magrib. Ia tidak bisa bernapas oleh pengab dan gelap hutan yang seakan membuat lehernya seperti tercekik.

    Menariknya, cekikan aneh itu berakhir setelah tokoh utama cerita dalam buku MMA Trail digambarkan mendengar sayup-sayup kumandang azan magrib dari masjid kampung Dalangan.

    Gunung Telomoyo Menjadi Landasan Paralayang Tertinggi di Indonesia

    Hal menarik yang keenam dari gunung Telomoyo adalah karena ini menjadi tempat lepas landas olahraga paralayang di Indonesia. Bahkan menurut beberapa sumber, ketinggian gunung Telomoyo yang mencapai hampir 2.000 mdpl menjadikan landasan paralayang gunung Telomoyo sebagai salah satu yang tertinggi di Indonesia.

    Paralayang Telomoyo termasuk yang populer di Indonesia. Dari landasan di atas punggung gunung, operator paralayang melakukan take off dan terbang menjelajahi kemegahan alam gunung Telomoyo yang indah.

    Dengan ketinggiannya yang cukup signifikan, aktivitas bermain paralayang di Telomoyo memang sangat mengasyikkan. Kamu dapat menyaksikan keindahan kabupatan Semarang, wilayah Salatiga dan wilayah Magelang ketika sedang melayang di udara.

    Gunung Telomoyo dapat Diakses dengan Sepeda Motor

    Fakta terakhir dari gunung Telomoyo adalah gunung ini bisa diakses menggunakan sepeda motor sampai pada titik tertingginya.

    Nah, titik tertinggi gunung Telomoyo juga merupakan sebuah areal dimana beberapa menara atau tower pemancar radio di tempatkan. Di tempat ini, kamu mungkin akan menemui hampir 20 menara berdiri dengan gagahnya.

    Menara pemancar gunung Telomoyo tentu saja menjadi aset negara yang harus selalu dijaga. Nah, kamu juga akan menemui petugas yang berjaga di menara ini setiap malam. Petugas jaga menara gunung Telomoyo biasanya piket bergantian yang jadwalnyadi-rolling setiap satu minggu sekali.

    Jalan aspal yang bisa diakses menggunakan sepeda motor hingga ke puncak digunakan pula sebagai akses petugas jaga untuk berlalu lalang. Bahkan tidak hanya motor, sekali-kali mobil yang mengangkut perlengkapan menara juga bisa melewati jalanan ini hingga ke puncak gunung Telomoyo.

    Nah, itu adalah beberapa misteri gunung Telomoyo yang eksis hingga sekarang dan belum banyak diketahui oleh masyarakat luas. Jika kamu penasaran dengan misteri-misteri ini, kamu bisa deh, langsung mendaki ke gunung Telomoyo dan membuktikannya sendiri.

    ::: Artikel ini dilansir dari informasi yang dimuat di Akasaka Journal.

     

     

     

     

     

     



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.