Asal-usul Sayur Sop - Analisis - www.indonesiana.id
x

Yuni Yuliani

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 5 Desember 2021

Senin, 6 Desember 2021 12:34 WIB

  • Analisis
  • Topik Utama
  • Asal-usul Sayur Sop


    Dibaca : 478 kali

    Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

    Di pagi yang cerah ada sayuran kentang yang sedang bermain bersama temannya, yaitu, wortel, kol, dan seledri. Mereka adalah anak anak sayur yang masih senang bermain.
    “Eh, warna ku baguskan , warna hijau” ucap si seledri yang menunjukan warna tubuhnya .
    “warna tubuhku juga cantik, warna hijau muda dan ada putihnya” ucap si kol.
    Si kentang hanya diam melihat tubuhnya yang coklat itu. 
    “yah, kamu jelek ya warnanya?” ucap seledri sombong. Kol dan seledri pun tertawa .
    “kita sama sama tumbuh dari tanah, tapi kenapa jenismu itu sangat gelap, seperti tanahnya masih menempel” ucap kol dan seledri dan tertawa.
    “hei,kalian jangan seperti itu pada kentang, bagaimana pun dia teman kita” ucap wortel.
    “tapi itukan nyata, bahwa kentang sangatlah gelap dan kulitnya tidak cantik” ucap seledri.
    Kentang pun pergi meninggalkan mereka yang sedang tertawa, tapi wortel sangatlah setia, dia mengikuti kearah perginya kentang.
    Ketang hanya diam di pinggir sungai, melihat kearah manusia yang sedang memancing lalu meratapi dirinya yang begitu coklat gelap dan tidak mempunyai kulit cantik seperti teman temannya atau pun, seperti seorang manusia yang sedang memancing disebrang sana.
    “kamu jangan dengerin omongan saledri ataupun kol” tiba tiba wortel sudah ada di belakang kentang.
    Kentang pun menoleh kearah suara, “ kamu kesini ingin meledek aku juga ya?’ ucap kentang.
    “eh, engga ko. Aku kesini mau nyusulin kamu. Mereka terlalu jahat memperlakukan mu seperti itu”
    “apakah benar kalau aku teralu jelek dengan warna tubuh yang seperti ini?” ujar kentang.
    “kau baik kentang, warna tubuh tidak ada apa apanya dari kebaikan” wortel memberi semangat pada kentang.
    Kentang yang mendengar itu pun langsung tersenyum,dan merasa lebih baik.
    “terimakasih wortel” ucap kentang.
    “kau sedang apa disini?” Tanya wortel pada kentang.
    “lihat manusia yang disana” menunjuk pada manusia yang sedang memancing.
    Wortel pun menoleh kearah yang dimaksud kentang.
    “tampan bukan? Aku ingin menjadi manusia saja” 
    “ah, kamu ini mana bias seperti itu” ucap wortel. “baiknya kita pulang saja, hari akan sore, pak tani akan memberi kita makan sebentar lagi” ucapnya lagi.

    Kentang dan wortel pun kembali ke ladang pak tani dan langsung masuk ke dalam tanah kembali. Tak lama dari itu, pak tani muncul dan memberikan pupuk kepada sayurannya tersebut.
    Sayang sekali, semua sayuran tidak pernah tau bahwa mereka dirawat, diberi makan, dan dijaga sepenuh hati untuk dikonsumsi oleh manusia.
    Keesokan harinya di pagi hari,kentang dan wortel pun bangun dari dalam tanah dan pergi untuk bermain.  Di sela sela permainan mereka berdua, tiba tiba kentang merasa murung kembali.
    “ada apa kentang?” Tanya wortel. “apakah kamu masih sedih dengan hal yang kemarin?” ucap wortel lagi. Kentang hanya mengangguk tanda “ya”
    “memangnya kau mau seperti apa kentang?” Tanya wortel.
    “aku ingin seperti manusia, tampan dan bias melakukan segala hal”
    Disaat sedang berbicra seperti itu, tiba tiba wortel melihat sebuah rumah yang tidak jauh dari tempatnya berdiri. Dia melihat ada laki laki disana sedang mondar mandiri seperti sedang mencari sesuatu di depan rumah itu.
    “kalau begitu kita ke rumah manusia yang disana” ucap wortel sambil menunjukan rumah yang dimaksud.
    “mana ? aku tidak melihatnya” kentang yang ukuran badannya pendek tidak bias melihtat apa yang dilihat oleh wortel.
    “ayo ikuti saja aku” wortel pun menarik tangan kentang
    Setelah dekat dengan rumah tersebut ahirnya kentang pun bisa melihat rumah itu, dan disana ada manusia.
    “itu manusia kemarin yang kamu mau, kita tanyakan saja dia bagaimana caranya jadi manusia tampan” ajak wortel.
    Mereka beruda pun berjalan mendekati manusia tersebut. Mereka tidak akan pernah tau apa yang akan terjadi setelah manusia melihat mereka.

    Disisi lain manusia tersebut sedang mencari sesuatu dihalaman rumahnya yang bisa dimakan. di dalam rumahnya hanya ada kol  yang sudah iya simpan selama 3 hari di dalam lemari es.

    Wortel dan kol pun sudah dekat dengan manusia itu, manusia yang melihatnya pun langsung mengambilnya.
    “hore kita langsung diambil” ucap kentang
    “dia langsung tahu apa yang kita inginkan” ucap wortel yang tak kalah gembira dari kentang.
    Manusi itu pun langsung mencuci kentang dan wortel tersebut, manusia itu  tidak menyangka akan ada bahan makanan yang bisa dia makan saat itu.
    “wah kita dicuci jadi bersih” ucap kentang dengan gembira melihat tubuhnya yang bersih.
    “lihatlah kentang tubuhmu sangat indah, kau benar benar tampan seperti apa yang kau mau” ucap wortel.
    Tiba tiba kentang dikupas kulitnya oleh manusia, terlihat jelas tubuh kentang yang kuning bagus itu.
    “aduh aduh sakit” ucap kentang kesakitan saat kulitnya dikupas.
    “itu bagian proses dari kulit bagus,kau harus kuat kentang” ucap wortel
    Saat kentang sedang menahan rasa sakitnya, ia melihat wortel yang menjerit karena tubuhnya dipotong oleh manusia itu.
    “ahhh tolongg kentang ini sakit sekali tubuhku dipotong” wortelpun menjerit dan langsung dimasukan kedalam wajan yang mendidih .
    “ah wortel. Tidak, tidak aku tidak mau direbus tidakkk!!!!” itulah ucapan terahir dari kentang yang penuh penyesalan, mereka berdua dijadikan bahan sayur sop.

     

    Ikuti tulisan menarik Yuni Yuliani lainnya di sini.



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.
















    Oleh: Akhmad Sekhu

    Rabu, 10 Agustus 2022 16:41 WIB

    Sajak Seribu Tahun

    Dibaca : 574 kali